Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EVALUASI KEBIJAKAN PENYALURAN PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI DI KECAMATAN TAROGONG KIDUL KABUPATEN GARUT Rudi, Rudi; Iqbal Fadhlurrohman, Mochammad; Milano, Chika; Alviona, Vidya
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v16i1.126

Abstract

Pengelolaan sampah di Kabupaten Garut menjadi tantangan besar dengan volume sampah mencapai 230 ton per hari, di mana hanya 30% yang dikelola dengan baik. Masalah ini diperburuk oleh rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya fasilitas pemilahan sampah, serta keterbatasan infrastruktur. Artikel ini menganalisis perubahan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap pelayanan publik. Perubahan ini dikategorikan ke dalam tiga tipe utama: (1) perubahan bertahap (incremental change) yang mencakup pemberdayaan bank sampah dan edukasi lingkungan melalui Program Pendidikan Lingkungan (PODING); (2) perubahan bertahap tidak teratur (punctuated incremental change) seperti penggunaan teknologi GPS untuk memantau rute kendaraan pengangkut sampah dan mesin timbang di TPA untuk pencatatan volume sampah; (3) perubahan diskontinu (discontinuous change) yang melibatkan transformasi paradigma pengelolaan sampah dengan mendorong partisipasi masyarakat secara aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ini berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, efisiensi operasional melalui teknologi, serta cakupan layanan yang lebih luas. Namun, tantangan masih ada, seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya anggaran, dan resistensi terhadap teknologi baru. Rekomendasi utama adalah penguatan edukasi masyarakat, investasi infrastruktur, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor.  
IMPLEMENTASI KONSEP PERUBAHAN ORGANISASI MENURUT KURT LEWIN DI SMPN 1 BANYURESMI (DITINJAU DARI ASPEK KEPEMIMPINAN) Hanum, Hanum; Sri Rezeqi, Kayla; Aulia, Nita; Iqbal Fadhlurrohman, Mochammad; Abdul Rahman Malik, Husen
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v16i1.214

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi konsep perubahan organisasi menurut model Kurt Lewin di SMPN 1 Banyuresmi, dengan fokus pada aspek kepemimpinan. Melalui tiga tahap model Lewin: unfreezing, moving, dan refreezing. kepala sekolah baru telah berhasil membawa transformasi signifikan, yang ditandai dengan pengenalan kebijakan seperti pengajian rutin, dukungan terhadap perayaan Hari Besar Nasional (PHBN), peningkatan kesejahteraan tenaga honorer, dan pengontrolan kelas secara berkala. Pada tahap unfreezing, kepala sekolah menciptakan kondisi yang mendukung perubahan dengan "mencairkan" kebiasaan lama melalui inisiatif baru yang memperkuat hubungan antar anggota sekolah. Tahap moving ditandai dengan penerimaan informasi baru oleh seluruh warga sekolah dan penyesuaian terhadap sistem yang diperkenalkan. Selanjutnya, pada tahap refreezing, perubahan yang telah diimplementasikan diintegrasikan ke dalam budaya sekolah, menjadikannya praktik sehari-hari yang berkelanjutan. Keberhasilan transformasi di SMPN 1 Banyuresmi tidak hanya terlihat dari penerimaan yang tinggi terhadap kebijakan baru, tetapi juga dari antusiasme seluruh civitas akademika dalam melaksanakan perubahan. Dengan demikian, perubahan kepemimpinan di SMPN 1 Banyuresmi tidak hanya menghasilkan kebijakan formal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap psikologis seluruh anggota sekolah, serta membangun fondasi yang kuat untuk peningkatan kualitas pendidikan di masa depan.
EVALUASI KEBIJAKAN PENYALURAN PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI DI KECAMATAN TAROGONG KIDUL KABUPATEN GARUT Rudi, Rudi; Iqbal Fadhlurrohman, Mochammad; Milano, Chika; Alviona, Vidya
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v16i1.126

Abstract

Pengelolaan sampah di Kabupaten Garut menjadi tantangan besar dengan volume sampah mencapai 230 ton per hari, di mana hanya 30% yang dikelola dengan baik. Masalah ini diperburuk oleh rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya fasilitas pemilahan sampah, serta keterbatasan infrastruktur. Artikel ini menganalisis perubahan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap pelayanan publik. Perubahan ini dikategorikan ke dalam tiga tipe utama: (1) perubahan bertahap (incremental change) yang mencakup pemberdayaan bank sampah dan edukasi lingkungan melalui Program Pendidikan Lingkungan (PODING); (2) perubahan bertahap tidak teratur (punctuated incremental change) seperti penggunaan teknologi GPS untuk memantau rute kendaraan pengangkut sampah dan mesin timbang di TPA untuk pencatatan volume sampah; (3) perubahan diskontinu (discontinuous change) yang melibatkan transformasi paradigma pengelolaan sampah dengan mendorong partisipasi masyarakat secara aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ini berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, efisiensi operasional melalui teknologi, serta cakupan layanan yang lebih luas. Namun, tantangan masih ada, seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya anggaran, dan resistensi terhadap teknologi baru. Rekomendasi utama adalah penguatan edukasi masyarakat, investasi infrastruktur, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor.  
IMPLEMENTASI KONSEP PERUBAHAN ORGANISASI MENURUT KURT LEWIN DI SMPN 1 BANYURESMI (DITINJAU DARI ASPEK KEPEMIMPINAN) Hanum, Hanum; Sri Rezeqi, Kayla; Aulia, Nita; Iqbal Fadhlurrohman, Mochammad; Abdul Rahman Malik, Husen
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v16i1.214

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi konsep perubahan organisasi menurut model Kurt Lewin di SMPN 1 Banyuresmi, dengan fokus pada aspek kepemimpinan. Melalui tiga tahap model Lewin: unfreezing, moving, dan refreezing. kepala sekolah baru telah berhasil membawa transformasi signifikan, yang ditandai dengan pengenalan kebijakan seperti pengajian rutin, dukungan terhadap perayaan Hari Besar Nasional (PHBN), peningkatan kesejahteraan tenaga honorer, dan pengontrolan kelas secara berkala. Pada tahap unfreezing, kepala sekolah menciptakan kondisi yang mendukung perubahan dengan "mencairkan" kebiasaan lama melalui inisiatif baru yang memperkuat hubungan antar anggota sekolah. Tahap moving ditandai dengan penerimaan informasi baru oleh seluruh warga sekolah dan penyesuaian terhadap sistem yang diperkenalkan. Selanjutnya, pada tahap refreezing, perubahan yang telah diimplementasikan diintegrasikan ke dalam budaya sekolah, menjadikannya praktik sehari-hari yang berkelanjutan. Keberhasilan transformasi di SMPN 1 Banyuresmi tidak hanya terlihat dari penerimaan yang tinggi terhadap kebijakan baru, tetapi juga dari antusiasme seluruh civitas akademika dalam melaksanakan perubahan. Dengan demikian, perubahan kepemimpinan di SMPN 1 Banyuresmi tidak hanya menghasilkan kebijakan formal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap psikologis seluruh anggota sekolah, serta membangun fondasi yang kuat untuk peningkatan kualitas pendidikan di masa depan.
Analisis Literasi Keuangan dan Dampaknya Terhadap Kinerja Keuangan pada Bumdes di Kabupaten Garut Shiddiq Fauzan, Hasbi; Pebriani Wahyu, Fitri; Adnan, Zulkifli; Iqbal Fadhlurrohman, Mochammad; Ulfah, Lutfiyah
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol. 7 No. 3 (2025): Ministrate
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jbpd.v7i3.45558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara literasi keuangan dan kinerja keuangan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Garut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data primer sebagai sumber utama. Populasi penelitian mencakup 421 BUMDes yang tersebar di Kabupaten Garut. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik proportional stratified random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 81 BUMDes yang dihitung berdasarkan rumus Slovin. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa literasi keuangan (X) berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (Y). Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkuat bukti empiris mengenai peran literasi keuangan dalam meningkatkan kinerja lembaga ekonomi desa. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengelola BUMDes dan pemerintah daerah dalam merancang program peningkatan kapasitas literasi keuangan, dimana BUMdes bisa mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengatur anggaran dan mengendalikan pengeluaran. Hal ini akan membuat BUMDes berjalan lebih baik dan bertahan lebih lama. Tujuannya adalah agar kinerja BUMDes bisa optimal dan terus mendukung pembangunan ekonomi di desa. Dalam penelitian ini hasilnya akan bisa mendorong kinerja BUMDes untuk lebih dioptimalkan dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Tantangan Digitalisasi Layanan Publik Berbasis Green Public Service di Jawa Barat Winawati, Iis; Ramdhani, Abdullah; Iqbal Fadhlurrohman, Mochammad
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP)
Publisher : Badan Penerbitan Jurnal (BPJ) FIA-UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiap.2026.012.02.4

Abstract

This study analyzes the challenges in implementing Green Public Service–based digitalization of public services in West Java. The research employs a qualitative approach with secondary data analysis supported by NVivo. NVivo facilitates the identification of key themes and conceptual relationships through wordcloud, treemap, matrix coding query, project map and hierarchy chart. The findings reveal three main dimensions of challenges. In the infrastructure and technology dimension, challenges include limited eco-friendly digital infrastructure, insufficient attention to electronic waste management, and suboptimal energy efficiency. In the human resource dimension, gaps in digital literacy, low understanding of Green IT concepts, and organizational cultural resistance are identified. In the policy dimension, challenges arise from the absence of specific Green Public Service regulations, institutional fragmentation, and weak inter-agency coordination. The study recommends a holistic approach integrating technology, human resource capacity, and coherent policy to achieve sustainable digital transformation. Penelitian ini menganalisis tantangan implementasi digitalisasi layanan publik berbasis Green Public Service di Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder berbantuan aplikasi NVivo. Penggunaan NVivo membantu mengidentifikasi tema-tema utama dan hubungan antar konsep melalui teknik analisis wordcloud, treemap, matrix coding query, project map dan hierarchy chart. Hasil penelitian mengungkapkan tiga dimensi tantangan utama. Pada dimensi infrastruktur dan teknologi, tantangan meliputi keterbatasan infrastruktur digital ramah lingkungan, minimnya perhatian terhadap pengelolaan limbah elektronik, dan efisiensi energi yang belum optimal. Pada dimensi sumber daya manusia, ditemukan kesenjangan literasi digital aparatur, rendahnya pemahaman konsep Green IT, dan resistensi budaya organisasi. Sementara pada dimensi kebijakan, tantangan berupa ketiadaan regulasi khusus Green Public Service, fragmentasi kelembagaan, dan lemahnya mekanisme koordinasi lintas OPD. Temuan penelitian merekomendasikan perlunya pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek teknologi, kapasitas SDM, dan kebijakan yang koheren untuk mewujudkan transformasi digital yang berkelanjutan.