Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Beauty apps dan Budaya Makeover Digital di Kalangan Perempuan Luri Renaningtyas
DeKaVe Vol 8, No 1 (2015): DeKaVe Vol. 8 No. 1 Januari-Juni 2015
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2202.988 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v8i1.1548

Abstract

Persepsi Konsumen Terhadap Endorser dan Citra Produk (Studi Kasus Sabun Lux) Nurina Orta Darmawati; Putri Dwitasari; Luri Renaningtyas
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.051 KB) | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2834

Abstract

Sebuah iklan merupakan bentuk budaya populer yang  turut mengkonstruksi budaya di masyarakat. Sebagai sebuah media komunikasi audio visual yang berfungsi menyampaikan pesan kepada calon konsumen, iklan harus memiliki strategi kreatif dalam menghadapi persaingan dengan produk sejenis. Salah satu strateginya  menggunakan selebriti. Iklan sabun Lux memiliki potensi yang dapat diangkat menjadi topik penelitian meliputi masalah sosial, budaya, perempuan dan gaya hidup. Oleh karena itu diteliti persepsi konsumen terhadap penggunaan selebriti perempuan sebagai endorser yang menjadi inti iklan dan sejauh mana efek dari strategi iklan ini mempengaruhi kaum perempuan akan pandangan mereka terhadap kecantikan.  Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan mengenai iklan, endorser serta kaitannya dengan mitos antropologi dan kecantikan masa kini. Bagi perempuan, diharapkan penelitian ini juga memberi pandangan lebih luas lagi dalam memaknai kecantikan. Endorser Lux memiliki kualitas daya tarik yang baik, terbukti dari daya tarik endorser Lux yang dipersepsi oleh konsumen dengan baik, namun untuk membuat sebuah strategi endorser yang sukses, unsur lain seperti kredibilitas dan relevansi juga harus diperhatikan pengiklan.
FIGUR PEREMPUAN JAWA DALAM DAMAR KURUNG SEBAGAI INSPIRASI MOTIF BATIK KHAS GRESIK Aniendya Christianna; Luri Renaningtyas
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 38, No 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i1.6137

Abstract

Javanese women have a position as a pillar of Javanese culture, not only physically but also psychologically which includes perceptions, imaginations, and interpretations of Javanese cultural values. Damar Kurung is a lantern from the 16th century that serves as a marker of the coming of the Month of Ramadan. This culture of light has been gradually eroded by its irrelevant function, especially since electric lights dominate human life. The decoration that decorated the Damar Kurung has been preserved for generations by a female artist: Masmundari. Masmundari died at the age of more than 100 years ago in 2005, after the death of Damar Kurung also faded. This research is qualitative research using a descriptive method that is used to describe the performance of Javanese women in the Damar Kurung decoration. This research was carried out for approximately 8 months which included the research phase, the design phase and the implementation phase of the design results. The data analysis method used is descriptive, which is useful for describing the factual findings of the characteristics of the Damar Kurung ornamental variety along with its historical chronology. The data findings are classified according to the findings of the female performance themes and then developed as an innovation in the typical Gresik batik motif. The purpose of this research is the development of Damar Kurung decoration into batik motifs is one of the conservation efforts to preserve Damar Kurung as a national intangible heritage. And to find out the identity and role of women's gender in Javanese culture. The output of this research is also expected to contribute to the designers and practitioners of the art and/or crafts in order to be able to utilize the local cultural heritage to improve the economy of the creative industries 
Promosi Kampung Unggulan Kue Rusun Penjaringan untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Putri Dwitasari; Nurina Orta D.; Denny Indrayana S.; Luri Renaningtyas
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 18 No. 1 (2018): JANUARY 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.909 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.18.1.1-5

Abstract

Kampung Kue Rusun Penjaringan, Kelurahan Penjaringan Sari merupakan salah satu sentra produksi kue tradisional dan jajanan yang cukup dikenal di Surabaya. Salah satu produksi mereka yaitu keripik melinjo telah dipasarkan hingga ke Thailand. Meskipun cukup terkenal luas tetapi harga jual produk tersebut terbilang sangat murah. Keuntungan yang didapat masih harus diputar untuk biaya promosi dan kemasan. Karena keuntungan yang tidak terlalu banyak tersebut, para pengrajin kue selama ini hanya menggunakan kemasan yang seadanya, sehingga tidak memiliki perbedaan dengan produk-produk lain yang sejenis. Dari latar belakang tersebut dapat diambil kesimpulan, pengembangan Kampung Unggulan Kue sebagai pemberdayaan masyarakat yang akan dilakukan setelah perancangan program branding pada perancangan sebelumnya adalah kegiatan promosi. Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pemasaran sebuah produk, terlebih bagi merek yang hadir ditengah produk sejenis sebagai pesaingnya, sehingga dituntut untuk mempromosikan dirinya sedemikian rupa sehingga menjadi merek yang memiliki citra tersendiri, nilai jual dan dapat bertahan dalam persaingan
Kamar Ganti Virtual: Retail Berkelanjutan di Era Big Data Luri Renaningtyas; Dibya Adipranata Hody
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 23 No. 2 (2023): JULY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.23.2.99-105

Abstract

Sejak pandemi penggunaan teknologi dalam setiap aspek kehidupan meningkat. Dengan bantuan teknologi semua dapat diperoleh dengan cepat dan instan. Belanja dilakukan secara remote, termasuk belanja fashion. Retail bergeser dari bangunan fisik di mal menjadi antarmuka di genggaman handphone konsumen.  Konsumen tidak perlu datang dan mencoba pakaian yang dibeli. Di Tokopedia atau Shopee, platform belanja online terbesar di Indonesia, segera setelah konsumen memilih pakaian mana yang disuka berdasarkan foto produk yang ditampilkan, konsumen dapat langsung membelinya. Lebih jauh lagi ada aplikasi Virtual Try-On (VTO) seperti Browzwear dan Lalaland yang memungkinkan konsumen mencoba langsung baju yang akan dibeli. Penelitian ini memberikan gambaran kepada pelaku bisnis fashion, akademisi, dan peneliti tentang bagaimana fashion retail mengkomunikasikan produknya kepada konsumennya dengan memanfaatkan Augmented Reality (AR)/Machine Learning (ML)/Computer Vision (CV) di era big data menggunakan dataset yang terdiri dari ribuan atau jutaan foto. Hal ini membuat proses produksi dan konsumsinya lebih cepat dan lebih hemat, sehingga implementasi AI juga dapat dipandang sebagai salah satu alternatif yang berkelanjutan. Metode penelitian terdiri dari dua tahap. Pertama yaitu dengan analisis jurnal-jurnal sains komputer serta investigasi aplikasi-aplikasi AR seperti Zero 10 dan software 3D seperti CLO atau Browzwear, dikaitkan dengan isu berkelanjutan dengan tujuan untuk mengidentifikasi cara kerja Virtual Try-On. Tahap selanjutnya dilakukan analisis terhadap cara kerja VTO dari perspektif komunikasi brand terhadap konsumen, agar dapat mendeskripsikan seperti apa retail berkelanjutan di era big data.
Pembuatan Pola dan Purwarupa Digital Menggunakan CLO 3D sebagai Langkah Berkelanjutan dalam Industri Fashion Luri Renaningtyas; Purnama E. D. Tedjokoesoemo; Viona Krisentia
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 24 No. 2 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.24.2.103-113

Abstract

Revolusi 4.0 membawa perubahan industri menjadi lebih cepat dan instan, dikarenakan semuanya dilakukan dengan mengandalkan teknologi. Salah satunya adalah industri fashion yang dekat dengan trend, di mana pengusaha dituntut untuk selalu terdepan dan tanggap dalam memenuhi kebutuhan konsumen dengan cepat. Penggunaan perangkat lunak simulasi jahit 3D seperti CLO, memungkinkan pembuatan pola master dilakukan secara virtual tanpa perlu ada penggunaan bahan kain, mengingat fashion sebagai salah satu industri penyumbang limbah kain terbesar. Pola tersebut kemudian disimulasikan pada avatar yang ukurannya dapat disesuaikan setara dengan size grading standar industri yaitu S, M dan L. Bahkan desainer dapat menentukan bentuk desainnya, serta memilih bahan dan warna garmen yang akan dipakai, sehingga langsung bisa didapatkan contoh produknya. Proses instan ini memangkas ‘time to market’ dari produsen ke konsumen atau mem­percepat waktu produksi langsung ke tahap penjualan. Dalam penelitian ini alur kerja produksi secara teknis ditunjukkan dengan membahas pembuatan pola dan purwarupa digital desain busana multi-look ‘Vanya’ kolaborasi abdimas dengan proyek tugas akhir strata 1 program Fashion Design dan Tekstil. Tujuan artikel ini adalah sebagai pengenalan edukatif baik bagi bidang usaha maupun akademisi mengenai manfaat teknologi desain 3D terhadap industri fashion yang dapat menjadi alternatif berkelanjutan.
Interactive Illustrated Book with AR Technology as a Supportive Tool to Help Overcome Anxiety in Early Childhood Devina Sisilia Sutandy; Aniendya Christianna; Luri Renaningtyas
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 12, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v12i2.15864

Abstract

This study examines the role of interactive illustrated books as supportive educational media for early childhood learners aged 3–6 years, viewed from a visual communication and emotional learning perspective. The research explores how visual storytelling and interactive features, such as pop-up elements, mini activities, and limited augmented reality (AR) integration, can support children’s ability to recognize and manage early experiences of anxiety. A qualitative research approach was employed, involving interviews with child psychologists and early childhood education practitioners, questionnaires distributed to parents, and a literature review. User testing was conducted through individual and group trials to evaluate children’s responses to the designed media. The findings indicate positive responses from children, parents, and teachers in terms of engagement, usability, and emotional expression related to overcoming anxiety in early childhood. The study concludes that interactive illustrated books function not merely as entertainment, but as mediating tools that bridge emotional communication between children and adults. Furthermore, the findings suggest that augmented reality can serve as a complementary feature that enhances engagement without replacing the tactile and relational strengths of physical books in early childhood emotional learning contexts.Buku Ilustrasi Interaktif dengan Teknologi AR sebagai Alat Pendukung untuk Membantu Mengatasi Kecemasan pada Anak Usia Dini AbstrakPenelitian ini mengkaji peran buku bergambar interaktif sebagai media pendidikan pendukung bagi anak usia dini (3–6 tahun), dilihat dari perspektif komunikasi visual dan pembelajaran emosional. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana narasi visual dan fitur interaktif, seperti elemen pop-up, aktivitas mini, dan integrasi augmented reality (AR) yang terbatas, dapat mendukung kemampuan anak dalam mengenali dan mengelola pengalaman awal kecemasan. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan, melibatkan wawancara dengan psikolog anak dan praktisi pendidikan anak usia dini, kuesioner yang dibagikan kepada orang tua, serta tinjauan literatur. Uji coba pengguna dilakukan melalui uji coba individu dan kelompok untuk mengevaluasi respons anak-anak terhadap media yang dirancang. Temuan menunjukkan respons positif dari anak-anak, orang tua, dan guru dalam hal keterlibatan, kemudahan penggunaan, ekspresi emosional terkait dengan bagaimana anak usia dini dapat mengatasi kecemasannya. Studi ini menyimpulkan bahwa buku ilustrasi interaktif tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat perantara yang menjembatani komunikasi emosional antara anak-anak dan orang dewasa. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa realitas tertambah dapat berfungsi sebagai fitur pelengkap yang meningkatkan keterlibatan tanpa menggantikan kekuatan taktil dan relasional buku fisik dalam konteks pembelajaran emosional pada masa kanak-kanak.