Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi dan Evaluasi Ujian Berbasis CBT Menggunakan Moodle di Sekolah XYZ: Menggunakan Metode Survei Primer Berbasis Observasi untuk Mengetahui Kendala, Manfaat, dan Solusi Teknologi Informasi Yogi Kristiyanto; Sugiyono Sugiyono; Siti Sarah; Amin Muzaeni
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 9 No 2 (2024): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Desember 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v9i2.3270

Abstract

Moodle adalah salah satu platform berbasis web yang sering digunakan sebagai Learning Management System (LMS) sumber terbuka untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, termasuk pengelolaan ujian berbasis komputer (CBT). Keunggulan Moodle terletak pada fleksibilitasnya dalam mendukung berbagai kebutuhan pendidikan tanpa memerlukan biaya lisensi. Namun, penerapannya di Sekolah XYZ menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi kendala yang terjadi, termasuk jenis kendala teknis dan non-teknis selama pelaksanaan ujian. Menilai efektivitas Moodle dalam mendukung pelaksanaan CBT secara efisien dan responsif terhadap kebutuhan teknis dan operasional. Menyusun rekomendasi praktis berbasis data untuk mengatasi kendala yang ditemukan. Melalui survei primer berbasis observasi, penelitian ini mengevaluasi implementasi dan pelaksanaan ujian berbasis Moodle di Sekolah XYZ. Pada aspek teknis, hasil observasi menunjukkan bahwa stabilitas jaringan menjadi faktor utama yang memengaruhi kelancaran CBT. Pada aspek operasional, sebagian besar siswa (80%) berhasil login tanpa kendala, sementara 15% menghadapi kesulitan akibat salah memasukkan kredensial, dan 5% mengalami keterlambatan karena masalah teknis pada perangkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Moodle cukup andal sebagai platform CBT, dengan tingkat keberhasilan login siswa yang tinggi dan respons sistem yang stabil untuk sebagian besar soal. Namun, kendala teknis seperti jaringan dan perangkat siswa memerlukan perhatian lebih lanjut untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ujian di masa depan.
ANALISIS FORENSIK DIGITAL DALAM PEMULIHAN DATA PADA MEDIA PENYIMPANAN FLASHDISK MENGGUNAKAN METODE NIST SP 800-86 Siti Sarah
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i3.11025

Abstract

Abstrak. Seiring dengan kemajuan teknologi yang berkembang pesat membuat penggunaan teknologi digital menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia. Namun, adanya kemudahan digitalisasi tak luput dari ancaman cybercrime. Data-data yang didapatkan dari hasil kejahatan siber biasanya akan disembunyikan dalam media penyimpanan yang mana nantinya akan digunakan kembali untuk melakukan penipuan, pencurian, pengintaian dan bullying. Para pelaku kejahatan siber biasanya akan memilih menghapus, menyembunyikan, dan memformat data yang dikumpulkan sehingga proses file carving perlu dilakukan pada bukti digital yang ditemukan. Barang bukti elektronik umumnya perangkat elektronik atau media penyimpanan berbentuk fisik yang berisi riwayat suatu jejak kegiatan kejahatan Flashdisk digunakan dalam proses penyelidikan guna menunjukan adanya keterkaitan pelaku dalam aktivitas kejahatan siber. Forensik digital merupakan proses mengumpulkan dan menganalisis bukti digital dari barang bukti digital guna menindak kejahatan siber.Salah satu metode yang umum digunakan dalam analisis forensik digital yaitu metode NIST (National Institute of Standards and Technology). NIST membuat pedoman untuk membantu melakukan analisis forensik digital terhadap bukti digital pada media penyimpanan atau perangkat digital dengan kode NIST SP 800-86. Penelitan ini berhasil melakukan pemulihan data dengan menggunakan metode NIST SP 800-86. Terbukti dari tujuh file yang dihapus, semua file dapat dikembalikan dengan integritas data yang tetap terjaga dan tidak ada perubahan pada data tersebut.