Kasman Kasman
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIIVITAS PENGGUNAAN MEDIA CANVA DENGAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA KELAS XI Muh. Jesmin; Kasman Kasman; Firdaus Firdaus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9589

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of using Canva as an instructional media combined with collaborative learning in improving Indonesian language learning outcomes of eleventh-grade students at UPT SMAN 18 Gowa, Gowa Regency. This research employed a quantitative approach with a true experimental design using the Pretest-Posttest Control Group Design. The population consisted of all eleventh-grade students totaling 79 participants, and total sampling was applied, in which one class was assigned as the experimental group and another as the control group. Data were collected through observation, learning achievement tests, and documentation. The results indicated a significant improvement in students’ learning outcomes in the experimental group after the implementation of Canva-based collaborative learning. The mean pretest score of the experimental group was 62.28, which increased to 84.92 in the posttest. Meanwhile, the control group that used instructional video media showed an improvement in the mean score from 60.23 in the pretest to 70.35 in the posttest. Hypothesis testing using the Independent Sample t-Test with SPSS version 30 revealed a significance value of 0.001 (p < 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. These findings demonstrate that the integration of Canva with collaborative learning is significantly more effective in enhancing Indonesian language learning outcomes compared to the use of instructional video media. This study implies that the integration of interactive digital media with collaborative learning strategies can serve as an innovative approach to improving the quality of teaching and learning processes in secondary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Canva dengan pendekatan pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas XI di UPT SMAN 18 Gowa, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sejati (true experimental) berupa Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 79 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling, di mana satu kelas ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa di kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan media Canva dengan pembelajaran kolaboratif. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 62,28 meningkat menjadi 84,92 pada posttest. Sementara itu, kelas kontrol yang menggunakan media video pembelajaran menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 60,23 pada pretest menjadi 70,35 pada posttest. Uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test berbantuan perangkat lunak SPSS versi 30 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media Canva yang dipadukan dengan pembelajaran kolaboratif secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia dibandingkan dengan penggunaan media video pembelajaran. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi media digital interaktif dengan strategi pembelajaran kolaboratif dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menengah.
Integration of Qur'an in mathematics learning Kasman Kasman; Baharullah Baharullah; Andi Husniati
International Journal on Education Insight Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijei.v6i2.14025

Abstract

This study aims to identify and explain relevant verses of the Qur'an to be integrated into mathematics learning. We used a systematic literature review method to identify and to analyze previous studies. In this study, we collected relevant articles and then the articles were analyzed using a qualitative approach based on a content analysis. We successfully selected 10 research articles on the integration of the Qur'an verses in mathematics learning. The results of the study revealed that many mathematical concepts such as numbers, sets, geometry, sequence, logic, social arithmetic, and linear equation in one variable were found to be relevant to some Qur'an verses. Integrating the Qur'an in mathematics learning can foster students’ learning motivation and characters, such as obedient, fair, honest, and religious. It confirms that connecting mathematics with Islamic context not only enriches the learning process, but also fosters positive values in students and creates a more meaningful learning experience.
Challenges in the implementation of the local content curriculum in urban schools Kasman Kasman; Firdaus Firdaus
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.54

Abstract

The Local Content Curriculum (LCC) plays a crucial role in strengthening cultural identity and enhancing the relevance of education in multicultural societies. However, its implementation in urban schools, particularly in Makassar City, faces significant challenges. This study aims to identify the main obstacles in LCC implementation, considering socio-cultural dynamics, resource availability, educational policies, and student perceptions. Using a qualitative approach with a case study design, data was gathered through semi-structured interviews with teachers, principals, and students, non-participant observations, and document analysis. Thematic analysis was applied to interpret the data. The findings reveal four key obstacles: misalignment between instructional content and students' diverse cultural backgrounds, limited resources and teacher training, a centralized curriculum policy, and students' perceptions of LCC as irrelevant to their academic futures. Based on these findings, the study recommends reformulating national education policies to provide more autonomy for schools in designing relevant local curricula. It also urges the government to offer ongoing, locally responsive teacher training and ensure the availability of contextual learning materials. At the implementation level, schools and teachers should adopt pedagogical strategies that link local content with students' social realities, fostering meaningful and empowering learning experiences.    Abstrak Kurikulum Muatan Lokal (KML) memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya dan meningkatkan relevansi pendidikan di masyarakat multikultural, namun pelaksanaannya di sekolah-sekolah perkotaan, seperti di Kota Makassar, masih menghadapi berbagai kendala yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan utama dalam implementasi KML dari aspek sosial-budaya, sumber daya, kebijakan pendidikan, dan persepsi peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru, kepala sekolah, dan peserta didik, observasi non-partisipan, serta studi dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat kendala utama: ketidaksesuaian materi dengan latar belakang budaya peserta didik yang heterogen, keterbatasan sumber daya dan pelatihan guru, kebijakan kurikulum yang terlalu terpusat, serta persepsi peserta didik terhadap relevansi KML yang rendah. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi kebijakan yang disarankan mencakup perlunya reformulasi kebijakan pendidikan nasional yang memberi ruang struktural dan otonomi lebih luas kepada sekolah dalam menyusun kurikulum lokal yang relevan. Pemerintah juga perlu menyediakan pelatihan guru yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lokal, serta menjamin ketersediaan bahan ajar kontekstual. Di tingkat pelaksana, sekolah dan guru disarankan untuk menerapkan strategi pedagogis yang mengaitkan muatan lokal dengan realitas sosial peserta didik guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berdaya guna. Kata Kunci: implementasi kurikulum; muatan lokal; sekolah perkotaan