Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Literatur Berbasis Bukti: Penggunaan Continuous Glucose Monitoring (CGM) dan Terapi Insulin pada Anak untuk Pencegahan Diabetic Ketoacidosis: Evidence-Based Literature Review: The Use of Continuous Glucose Monitoring (CGM) and Insulin Therapy in Children for the Prevention of Diabetic Ketoacidosis Chindyca Anna Tasya; Nyimas Heny Purwati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.471

Abstract

Pendahuluan: Diabetic ketoacidosis (DKA) merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang sering terjadi pada anak dan memerlukan penanganan cepat melalui pemantauan glukosa (CGM), terapi insulin, dan pengawasan keseimbangan cairan dan elektrolit. Tujuan penelitian ini mengkaji bukti ilmiah mengenai efektivitas penggunaan continuous glucose monitoring (CGM), strategi terapi insulin dalam penatalaksanaan pasien anak dengan DKA serta implikasinya terhadap praktik keperawatan. Metode: Penelitian literature review dengan proses seleksi artikel berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi hingga diperoleh lima artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil: Kajian literature menunjukkan bahwa CGM memiliki akurasi yang baik dalam memantau kadar glukosa pada pasien anak dengan DKA dan mampu membantu mendeteksi perubahan kadar glukosa secara lebih dini. Dalam praktik keperawatan, perawat berperan pertama dalam pemantauan kadar glukosa pasien, pemberian terapi insulin, memantau keseimbangan cairan elektrolit, deteksi dini komplikasi, dan sebagai konselor untuk keluarga dan pasien. Kesimpulan: Berdasarkan studi literatur berbasis bukti, penggunaan  CGM dan strategi terapi insulin berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kontrol glukosa darah, keselamatan pasien, dan peningkatan efektivitas penatalaksanaan DKA pada anak.
Scoping Review : Intervensi Keperawatan Berbasis Bukti pada Anak dengan Chronic Kidney Disease yang Menjalani Dialisis: Scoping Review: Evidence-Based Nursing Interventions for Children with Chronic Kidney Disease Undergoing Dialysis Chindyca Anna Tasya; An Awaliah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.503

Abstract

Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) stadium lanjut pada anak butuh terapi dialisis rutin dan manajemen intervensi keperawatan komprehensif. Tujuan scoping review ini mengidentifikasi bukti ilmiah mengenai intervensi keperawatan pada anak dengan CKD yang menjalani dialisis, khususnya dalam manajemen kelebihan cairan, nutrisi, aktivitas fisik, serta peran perawat dalam meningkatkan luaran klinis dan kualitas hidup pasien. Metode: Penelitian menggunakan metode scoping review dengan pendekatan sistematis berdasarkan kerangka Population, Concept, Context (PCC). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci terkait CKD pediatrik, dialisis, kelebihan cairan, nutrisi, aktivitas fisik, dan keperawatan. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian disintesis secara naratif. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis. Hasil: Berdasarkan kajian-kajian artikel terpilih menunjukkan bahwa manajemen kelebihan cairan melalui pemantauan status cairan, pengaturan ultrafiltrasi, pembatasan natrium, dan penggunaan metode objektif seperti lung ultrasound serta bioimpedance spectroscopy berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular. Intervensi nutrisi yang terstruktur mampu mencegah malnutrisi dan mendukung pertumbuhan anak. Program aktivitas fisik meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup, sedangkan model nurse-led care terbukti meningkatkan kualitas hidup, kualitas tidur, tingkat energi, serta kemampuan manajemen mandiri pasien dan keluarga. Perawat memiliki peran sentral dalam pengkajian, pemantauan komplikasi, edukasi, dukungan psikososial, dan koordinasi pelayanan multidisiplin. Kesimpulan: Intervensi keperawatan berbasis bukti berperan penting dalam pengelolaan anak dengan CKD yang menjalani dialisis. Pendekatan yang komprehensif melalui manajemen cairan, optimalisasi status nutrisi, promosi aktivitas fisik, edukasi keluarga, dan penerapan nurse-led care berpotensi meningkatkan kualitas hidup serta mengurangi komplikasi pada anak dengan CKD
Pengaruh Edukasi Berbasis Digital terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Pemenuhan Gizi Anak Usia Prasekolah Amelia Sabili Dintya Islami; Chindyca Anna Tasya; Riza Fitri; Endang Saprina; Titin Sutini
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v4i3.2724

Abstract

Abstract. This community service mini research aimed to describe changes in parents’ knowledge about meeting the nutritional needs of preschool children following digital-based nutrition education. A quasi-experimental one-group pre-test post-test design was used. The participants were 23 parents or caregivers of preschool-aged children. Knowledge was assessed using a 25-item questionnaire covering balanced nutrition, food groups, healthy food choices, snacks, meal portions, breakfast, fruit and vegetable consumption, and limiting foods high in sugar, salt, and fat. Data were analyzed descriptively using scores, percentages, means, and knowledge categories, while paired t-test was used to compare pre-test and post-test scores. The mean knowledge score increased from 15.30 (76.50%) before education to 17.30 (86.52%) after education, representing an increase of 2.00 points or 10.02 percentage points. Eighteen respondents (78.3%) experienced an increase in scores, while five (21.7%) had unchanged scores. The paired t-test showed a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (t = 4.251; df = 22; p < 0.001). These findings indicate that digital-based nutrition education has the potential to improve parents’ knowledge about fulfilling the nutritional needs of preschool children. Continued and accessible digital education may support parents in applying healthier feeding practices at home.