Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Baby Blues pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Lamurukung : Correlation between Husband's Support and the Incidence of Baby Blues in Postpartum Mothers in the Work Area of the Lamurukung Community Health Center Hasliana Haslan; Hasnidar; Sulfianti; Ayu Ashari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.473

Abstract

Pendahuluan: Kejadian baby blues masih menjadi kasus yang jarang ditangani karena dianggap sebagai efek samping ringan dari kelelahan pasca melahirkan dibandingkan kondisi lebih serius lainnya. Gangguan kejiwaan ini dapat berkembang menjadi depresi hingga psikosis pasca melahirkan yang jika tidak ditangani segera, dapat membahayakan nyawa ibu dan anak. Dukungan suami memegang peranan penting terhadap kejadian baby blues pada ibu nifas. Tujuan penelitian ini untuk menganalis hubungan dukungan suami dengan kejadian baby blues pada ibu nifas di wilayah kerja UPT Puskesmas Lamurukung. Metode: Penelitian kwantitatif secara deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan pada tahun 2024. Hasil:  Analisis data statistik menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan suami informasional dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,043, ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami instrumental dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,000, dan ada  hubungan yang bermakna antara dukungan suami secara emosional dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Semakin besar dukungan suami kepada ibu nifas semakin berkurang kemungkinan terjadinya baby blues pada ibu nifas.
Edukasi Cerdas Memilih Makanan Sehat Gula Terbatas pada Siswa Sekolah Dasar Hasliana Haslan; Rahmawati Rahmawati; Hasriana Hasriana
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v2i2.1015

Abstract

People of all ages, from children to adults, enjoy sweet foods. However, Indonesia is witnessing a concerning trend regarding the consumption of added sugars. Excessive sugar intake at an early age can have long-term health consequences, including risks of obesity, diabetes, and tooth decay. Elementary school-aged children are particularly vulnerable to exposure to high-sugar foods and beverages, especially through school snacks. This community service initiative aimed to educate students on the importance of limiting sugar intake and to guide them in making healthy daily food choices. The activity took place on December 19, 2025, at SDN Inpres 5/81 Passippo in Passippo Village, Palakka District, Bone Regency, with 38 students participating. The program utilized interactive education, a simulation on selecting healthy snacks, and an evaluation component. The results indicated that most students gained a better understanding of low-sugar, healthy foods and began limiting their sugar intake by avoiding products with excessive sugar. Nevertheless, some students continued to consume high-sugar foods and beverages, highlighting the need for a sustained approach that involves both teachers and parents.