Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Basic Theory and Implementation of Mahārah Al- Istimā’ in Higher Education Sholehuddin, M. Sugeng; Ahmad Taufiq; Setyawan, Cahya Edi; Fathoni, Muhamad
ALSINATUNA Vol 6 No 1 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v6i1.3182

Abstract

Listening skill is one of the important points in language teaching. In teaching Arabic (listening), it becomes the first element of competence. Listening is receptive efficiency, so it is important in college. Every student must have an unconscious understanding of this proficiency. The purpose of this research is to study the basic theory and the implementation of mahārah al- istimā’ in higher education. The research method is to search the references using a qualitative approach. Interviews and library research were conducted to collect the data which then concluded for a new thesis. Language acquisition is based on the theories of listening in Qur'anic verses, language acquisition devices, perception, motivational response, and the linguistic environment. The main thing is that listening is a part of a language acquisition. The listening skill theory has evolved from linguistics theory to the theory of receptive language teaching, which is the overall psychological response, the natural approach, and the silent period. The stages of the listening skill in higher education use an Arabic standard based on ACTFL and MSA, which is then applied in the unit book. The sample of the higher education unit books are TOSA and ALBA.
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BALAGHAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Fathoni, Muhamad
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5632

Abstract

ABSTRACT This study aims to improve students’ learning outcomes in the subject of Balaghah through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model. The background of this research is rooted in the low student engagement and academic performance, primarily caused by traditional teacher-centered teaching methods with minimal active participation. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 25 eleventh-grade students at a Madrasah Aliyah. Instruments used included learning outcome tests, student activity observation sheets, and teacher performance observation sheets. The findings showed an increase in the average knowledge score from 55.00 (pre-cycle) to 67.00 (cycle II), and the mastery level rose from 16% to 75%. Additionally, there was a notable improvement in students’ attitudes—particularly in cooperation, honesty, accuracy, and responsibility—with an increase in the average score from 2.71 to 2.78 and affective mastery from 65.60% to 81.23%. PBL effectively promoted active, collaborative, and contextual learning, while also fostering students’ character development in critical thinking and accountability. These findings suggest that PBL is a viable and innovative alternative for teaching Balaghah, helping to overcome monotonous learning practices and significantly enhancing the quality of both cognitive and affective learning aspects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Balaghah melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan dan hasil belajar siswa yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran tradisional yang masih bersifat teacher-centered dan minim partisipasi aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas XI di salah satu Madrasah Aliyah. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa, dan keterlaksanaan pembelajaran guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 55,00 (pra-siklus) menjadi 67,00 (siklus II), serta peningkatan ketuntasan belajar dari 16% menjadi 75%. Selain itu, terjadi peningkatan pada aspek sikap siswa, terutama dalam hal kerja sama, kejujuran, ketelitian, dan tanggung jawab, dengan rata-rata skor sikap meningkat dari 2,71 menjadi 2,78 dan ketuntasan sikap dari 65,60% menjadi 81,23%. PBL terbukti efektif mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual, serta membentuk karakter siswa yang kritis dan bertanggung jawab. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL layak diterapkan dalam pembelajaran Balaghah sebagai alternatif inovatif yang mampu mengatasi pendekatan monoton dan meningkatkan kualitas pembelajaran dari aspek kognitif maupun afektif.
Pengaruh Latihan King of the Ring dan Running with the Ball untuk Meningkatkan Dribbling Sepak Bola Fathoni, Muhamad; Jamaludin, Jamaludin; Yundarwati, Susi
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i2.20552

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan King of the Ring dan Running with the Ball berpengaruh terhadap keterampilan menggiring bola pemain KBS FC Kabupaten Lombok Tengah tahun 2023. Premis utama penelitian adalah bahwa dribbling sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menggerakkan bola, tetapi juga oleh kontrol sentuhan, orientasi ruang, perubahan arah, kecepatan membawa bola, dan kemampuan mempertahankan penguasaan bola dalam tekanan permainan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan rancangan two group pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah 24 pemain KBS FC dan seluruhnya dilibatkan sebagai subjek penelitian. Perlakuan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sehingga total terdapat 18 sesi latihan. Instrumen penelitian menggunakan tes keterampilan dribbling zigzag berbasis waktu; semakin rendah waktu tempuh, semakin baik keterampilan dribbling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok King of the Ring mengalami penurunan rerata waktu dari 20,41 detik menjadi 19,36 detik, sedangkan kelompok Running with the Ball mengalami penurunan rerata dari 16,70 detik menjadi 15,15 detik. Uji hipotesis menunjukkan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel pada taraf signifikansi 5%, yaitu 4,803 > 1,714 untuk King of the Ring dan 3,880 > 1,714 untuk Running with the Ball. Temuan ini menegaskan bahwa kedua bentuk latihan dapat digunakan sebagai alternatif latihan teknik yang relevan untuk meningkatkan performa menggiring bola, dengan karakter adaptasi yang berbeda: King of the Ring lebih menekankan kontrol bola dalam tekanan ruang, sedangkan Running with the Ball lebih menekankan kecepatan membawa bola pada lintasan terbuka. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan variasi latihan dribbling yang aplikatif bagi pelatih sepak bola tingkat klub daerah. Kata Kunci: dribbling, King of the Ring, Running with the Ball, sepak bola, latihan teknik.