Risky Irawan Putra Priono
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Berat Badan Lahir Rendah, Pemberian Asi Eksklusif, Paparan Asap Rokok dengan Pneumonia Berat Pada Balita di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat Richa Baqiyatush Sholihah; Dian Rahadianti; Ananta Fittonia Benvenuto; Risky Irawan Putra Priono
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18847

Abstract

ABSTARCT Pneumonia is an acute lung tissue infection caused by bacterial, viral and fungal infections. Pneumonia is still one of the main infectious diseases and causes of morbidity and mortality that attacks many toddlers in Indonesia. This study aims to determine LBW, exclusive breastfeeding, and exposure to cigarette smoke with severe pneumonia in toddlers at Patut Patuh Patju Hospital, West Lombok. This study used a cross-sectional design and focused on quantitative observational analysis. The results of the study showed that between LBW and severe pneumonia in toddlers based on the results of bivariate analysis using the chi-square test on 100 respondents, a p-value of 0.005 was found. Between the incidence of severe pneumonia in toddlers and exclusive breastfeeding, based on the results of bivariate analysis with the chi-square test, a p-value of 0.003 was obtained. Between exposure to cigarette smoke and severe pneumonia in toddlers, the p-value was 0.000. There is a statistically significant relationship between low birth weight, exclusive breastfeeding, and exposure to cigarette smoke with the incidence of severe pneumonia in toddlers.  Keywords: Pneumonia, Exclusive Breastfeeding, BBLR, Exposure to Cigarette Smoke.  ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi jaringan paru-paru yang bersifat akut, penyebabnya adalah infeksi dari bakteri virus dan jamur. Pneumonia masih menjadi salah satu penyakit infeksi dan penyebab kesakitan dan kematian utama yang banyak menyerang balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui BBLR, pemberian ASI eksklusif, dan paparan asap rokok dengan pneumonia berat pada balita di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan berfokus pada analisis observasional kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan antara BBLR dengan pneumonia berat pada balita berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square pada 100 responden ditemukan hasil p-value 0,005. Antara kejadian pneumonia berat pada balita dengan pemberian ASI eksklusif, berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,003. Antara paparan asap rokok dengan pneumonia berat pada balita p-value sebesar 0,000. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara berat badan lahir rendah, pemberian ASI eksklusif, dan  paparan asap rokok dengan kejadian pneumonia berat pada balita.  Kata Kunci: Pneumonia berat, ASI Eksklusif, BBLR, Paparan Asap Rokok
Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, dan Sikap Dengan Stigma Diri Pada Pasien TB Paru Sensitif Obat di RSUD Kota Mataram Sofiatuddinia Sofiatuddinia; Risky Irawan Putra Priono; Wendy Handayani; Alfian Muhajir
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24731

Abstract

ABSTRACT Indonesia ranks second globally in the number of tuberculosis (TB) cases. TB patients experience not only physical impacts but also social problems in the form of self-stigma. Self-stigma is the process of internalizing stigma from the surrounding environment, which can lead to psychological stress, reduced social functioning, and low adherence to medication. Factors such as educational level, knowledge, and attitudes are thought to play a role in the development of self-stigma among TB patients. This study aimed To determine the relationship between educational level, knowledge, attitudes, and self-stigma among drug-sensitive pulmonary tuberculosis patients at Mataram City Regional General Hospital 2025. This study employed a quantitative analytic observational design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was consecutive sampling, with a total of 78 respondents. Data were analyzed using the Spearman rank dan Chi-square test. The results of the univariate analysis showed that most respondents had low levels of self-stigma 69 (88,5%), basic educational attainment 29 (37,2%), sufficient knowledge 58 (74,4%), and positive attitudes 68 (87,2%). Bivariate analysis There was no significant relationship between attitudes and self-stigma (p=0,324). In contrast, educational level (p=0,017) and knowledge (p=0,000) showed significant relationships with self-stigma. Educational level and knowledge have a significant relationship with selfstigma among drug-sensitive pulmonary tuberculosis patients, whereas attitudes do not show a significant relationship. Keywords: Educational Level, Knowledge, Attitude, Self-Stigma, Tuberculosis, Drugsensitive.  ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus tuberkulosis (TB) tertinggi kedua di dunia. Pasien TB tidak hanya mengalami dampak fisik, tetapi juga masalah sosial berupa stigma diri. Stigma diri adalah proses internalisasi stigma dari lingkungan sekitar yang dapat menyebabkan stres psikologis, penurunan fungsi sosial, serta rendahnya kepatuhan minum obat. Faktor tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap diduga berperan dalam terbentuknya stigma diri pada pasien TB. Tujuan Penelitian adalah mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan stigma diri pada pasien TB paru SO di RSUD Kota Mataram. Metode penelitian ini kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Sampel penelitian sebanyak 78 responden. Data dianalisis dengan uji spearman rank dan Chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebgaian besar responden tingkat pendidikan dasar 29 (37,2%), pengetahuan cukup 58 (74,4%), Sikap positif 68 (87,2%), stigma diri rendah 69 (88,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan Tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan stigma diri (p=0,324). Sebaliknya, tingkat pendidikan (p=0,017), dan pengetahuan (p=0,000) menunjukkan hubungan signifikan dengan stigma diri. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pendidikan, pengetahuan memiliki hubungan signifikan dengan stigma diri pasien TB Paru SO, sedangkan sikap tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kata Kunci: Tingkap Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, Stigma diri, Tuberkulosis, Sensitif obat.