Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Justice Broker to Village Mediator: Empowering Village Officials in Family Dispute Resolution Muhamad Nasrudin; Siti Zulaikha; Enny Puji Lestari; Zaini Nasohah; Mufliha Wijayati
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI Vol. 8 No. 2 (2025): July-December, 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jphi.v8i2.22446

Abstract

This paper reports on community service to shift the role of village officials (pamong desa) from justice brokers to dispute resolution agents. The village civil servants are often used as a reference by disputants when there are family conflicts at the upstream level. Still, sometimes village civil servants make disputants a commodity and living ATM. This service is carried out using the Asset Based Community Development (ABCD) method by presenting a perspective of substantive justice (keadilan hakiki) for women and mubadalah, as well as providing expertise on dispute mediation so that he is able to handle and resolve family disputes earlier. The result is that the village civil servants are very enthusiastic about this empowerment program because they want to maintain the village's reputation and resolve disputes at the village level. Village officials are more gender-sensitive and aware of women's vulnerability as justice seekers. This service succeeded in realizing the importance of peaceful dispute resolution, the basic principles of mediation, and the ability of village officials. This is all beneficial when village officials face family conflicts in the community to act as mediators, not justice brokers. This service initiative further illustrates that the mobilization of community assets constitutes an effective strategy for achieving sustainable problem-solving.
REVITALISASI PERAN KUA PADA PEMBINAAN MUALAF UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH Nuri Safitri; Mufliha Wijayati; Nur Quma Laila
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v5i2.714

Abstract

Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki implikasi penting bagi penguatan pembinaan mualaf dalam mewujudkan keluarga sakinah yang stabil secara spiritual, psikososial, dan ekonomi. Meskipun fenomena konversi agama menunjukkan dampak signifikan terhadap dinamika sosial psikologis, penelitian tentang implementasi revitalisasi KUA dalam pembinaan mualaf masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi kelembagaan KUA pasca-revitalisasi, menganalisis transformasi kelembagaan KUA pasca-revitalisasi, program pembinaan mualaf yang diimplementasikan, dan pola kemitraan sosial KUA dengan pemangku kepentingan di Kecamatan Kotabumi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kasus tunggal, data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen terhadap enam informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi KUA berkontribusi pada peningkatan kapasitas lembaga melalui digitalisasi layanan, restrukturisasi penyuluh, dan penguatan budaya kerja kolaboratif. Pada aspek program, KUA menjalankan pembinaan holistik mencakup bimbingan ibadah dasar, konseling keagamaan dan keluarga, home visit, serta layanan administratif yang ramah bagi mualaf. Sementara itu, aspek kemitraan sosial menunjukkan adanya sinergi KUA dengan pemerintah daerah, BKMT, tokoh agama lokal, dan komunitas desa yang memperluas jangkauan pendampingan. Temuan ini menegaskan bahwa pembinaan mualaf yang efektif ditentukan oleh integrasi tiga aspek utama kapasitas kelembagaan, inovasi program, dan kekuatan jejaring sosial yang secara simultan memperkuat kesiapan mualaf dalam membangun keluarga sakinah.