Nur Quma Laila
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REVITALISASI PERAN KUA PADA PEMBINAAN MUALAF UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH Nuri Safitri; Mufliha Wijayati; Nur Quma Laila
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v5i2.714

Abstract

Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki implikasi penting bagi penguatan pembinaan mualaf dalam mewujudkan keluarga sakinah yang stabil secara spiritual, psikososial, dan ekonomi. Meskipun fenomena konversi agama menunjukkan dampak signifikan terhadap dinamika sosial psikologis, penelitian tentang implementasi revitalisasi KUA dalam pembinaan mualaf masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi kelembagaan KUA pasca-revitalisasi, menganalisis transformasi kelembagaan KUA pasca-revitalisasi, program pembinaan mualaf yang diimplementasikan, dan pola kemitraan sosial KUA dengan pemangku kepentingan di Kecamatan Kotabumi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kasus tunggal, data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen terhadap enam informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi KUA berkontribusi pada peningkatan kapasitas lembaga melalui digitalisasi layanan, restrukturisasi penyuluh, dan penguatan budaya kerja kolaboratif. Pada aspek program, KUA menjalankan pembinaan holistik mencakup bimbingan ibadah dasar, konseling keagamaan dan keluarga, home visit, serta layanan administratif yang ramah bagi mualaf. Sementara itu, aspek kemitraan sosial menunjukkan adanya sinergi KUA dengan pemerintah daerah, BKMT, tokoh agama lokal, dan komunitas desa yang memperluas jangkauan pendampingan. Temuan ini menegaskan bahwa pembinaan mualaf yang efektif ditentukan oleh integrasi tiga aspek utama kapasitas kelembagaan, inovasi program, dan kekuatan jejaring sosial yang secara simultan memperkuat kesiapan mualaf dalam membangun keluarga sakinah.