Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PRAKTEK PERSONAL HYGIENE GENITALIA DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA DI SMP DWIJENDRA DENPASAR TAHUN 2024: PRAKTEK PERSONAL HYGIENE GENITALIA DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA DI SMP DWIJENDRA DENPASAR TAHUN 2024 Putu Desy Intan Cahyani; Asep Arifin Senjaya; Ni Komang Erny Astiti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3694

Abstract

Remaja putri adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Masalah yang sering dialami dan paling berisiko menjadi persoalan bagi seorang remaja putri adalah keputihan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali menunjukkan, bahwa total kasus infeksi menular seksual (IMS) disertai gejala keputihan pada tahun 2015 sebanyak 5.698 orang. Data Dinas Kesehatan Kota Denpasar tahun 2018 menunjukkan kasus infeksi menular seksual (IMS) dengan disertai gejala keputihan tertinggi yaitu wilayah Denpasar Utara, yaitu 1.542 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara praktek personal hygiene genitalia dengan terjadinya keputihan pada remaja di SMP Dwijendra Denpasar tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah korelasional, dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportional random sampling. Jumlah responden penelitian ini adalah 82 orang siswi. Berdasarkan usia, responden terbanyak dengan usia 15 tahun yaitu 77 responden (93,9%), yang mengalami keputihan sebanyak 80 orang (97,6%), dan yang praktek personal hygiene nya dalam kategori baik sebanyak 42 orang (51,2%). Hasil uji fisher exact test menunjukkan nilai p: 1,000 (> 0,05). Simpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara praktek personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Saran yang dapat diberikan antara lain diharapkan agar pihak sekolah secara berkala melaksanakan penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan tentang keputihan
ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIWULAN 3 DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS BATURITI I KABUPATEN TABANAN Ni Wayan Wiati; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4506

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status kesehatan ibu dan anak. Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR di Puskesmas Baturiti I Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilaksanakan pada 22 – 30 April 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 374 orang ibu hamil yang menjalani pemeriksaan kehamilan triwulan 3 di Puskesmas Baturiti I dengan mengambil data kohort dari bulan Januari – Desember 2024, sampel di ambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi data rekam medis mengenai kadar hemoglobin dan berat bayi saat lahir. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR (p = 0,000). Seluruh ibu yang mengalami anemia melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa anemia pada triwulan 3 memiliki pengaruh singnifikan terhadap kejadian BBLR. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, pemantauan hemoglobin, dan pemberian tablet tambah darah (TTD) secara optimal selama kehamilan untuk menurunkan risiko BBLR. Kata kunci: Anemia; Ibu Hamil; Triwulan 3; Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)