Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Nutritional Profile and Potent Antioxidant Activity of Saraba Keke: A Traditional Manadonese Functional Beverage Kusmiyati Kusmiyati; Gusti Ayu Tirtawati; Maria Terok; Pande Putu Purwaningsih
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.1062

Abstract

Saraba Keke is a traditional Manadonese beverage, but its nutritional and functional properties are not well-documented. This study aimed to characterize the physicochemical properties and antioxidant potential of a specific powdered variant of Saraba Keke Manado, produced by a local producer who adheres to traditional formulation methods to ensure authenticity. The study employed a descriptive analytical design. Physicochemical analysis included proximate analysis (moisture, ash, fat, protein, and carbohydrates by difference) and qualitative and quantitative phytochemical screening. Proximate analysis revealed a composition of moisture (2.92%), ash (1.58%), fat (5.42%), protein (7.63%), and a high carbohydrate content (82.45%), likely stemming from the complex spice base and traditional sweeteners used in the recipe. Qualitative screening showed that alkaloids were strongly present (+++), while flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids, and phenolics were detected at a lower level (+). Quantitative analysis showed mean concentrations of tannins (2.63 mg/g), flavonoids (12.92 mg/g), and total phenolics (6.23 mg/g). The DPPH assay demonstrated very strong antioxidant activity with an IC50 value of 35.01 ppm, which is explicitly classified as very strong because it is below the 50 ppm threshold. While these findings reflect the profile of the specific sample analyzed, they provide a scientific baseline for future standardization. Saraba Keke Manado possesses a notable nutritional profile rich in bioactive phytochemicals, particularly flavonoids and phenolics, supporting its potential as a functional health beverage.
Perbedaan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Sebelum Dan Sesudah Pemberian Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Dengan Media Booklet Dewa Ayu Intan Pradnya Swari; Ni Wayan Armini; Gusti Ayu Tirtawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1018

Abstract

Minimnya edukasi pencegahan pernikahan dini secara formal di sekolah memiliki risiko terhadap kesehatan reproduksi maupun keberlangsungan di masa depan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi pencegahan pernikahan dini dengan media booklet. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental design dengan bentuk rancangan one group pre-test post-test design. Teknik pengambilan sampel yaitu cluster sampling dengann total 48 responden. Variable bebas yang terdiri atas pemberian edukasi dengan media booklet sedangkan dua variable terikat yang terdiri atas variabel pengetahuan dan sikap remaja. Analisis data penelitian dilakukan uji normalitas data, analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah intervensi terdapat peningkatan nilai rata-rata. Perbedaan pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah diberikan perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna dengan uji Paired t-test diperoleh p-value sebesar 0,000. Diharapkan media booklet dapat dijadikan sumber belajar mandiri untuk memperluas wawasan, menjadi bahan diskusi dengan teman sebaya maupun keluarga serta diharapkan remaja lebih mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab di masa depan
LITERATURE REVIEW: PRENATAL YOGA SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL Putu Eka Yuni Anggarawati; Ni Komang Erny Astuti; Gusti Ayu Tirtawati
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v4i2.222

Abstract

Anxiety in third-trimester pregnant women is a common psychological issue as childbirth approaches. High levels of anxiety can adversely affect the well-being of both the mother and the fetus. Prenatal yoga is a non-pharmacological intervention proven effective in reducing anxiety during pregnancy. This study aimed to analyze and review literature regarding the impact of prenatal yoga on reducing anxiety levels in third-trimester pregnant women. A literature review method was employed, with the article selection process following PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) guidelines; this process comprised four stages: identification, screening, eligibility assessment, and inclusion. Articles were sourced from the Google Scholar database using a combination of the keywords "prenatal yoga," "anxiety," and "pregnancy." Subsequently, duplicate articles were removed, screening was conducted based on titles and abstracts, and eligibility was assessed through full-text review. Articles meeting the inclusion criteria were then evaluated for methodological quality using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist. Articles that passed the quality assessment were included in the final synthesis to analyze the role of prenatal yoga in reducing anxiety among pregnant women. Based on the literature review results, it can be concluded that prenatal yoga is effective in reducing anxiety in pregnant women.
Academic Stress, Physical Activity, and Menstrual Cycle Regularity Among First-Year Midwifery Students at Health Polytechnic of the Ministry of Health Denpasar Putu Indah Amelia Kartika; I Komang Lindayani; Ni Luh Putu Sri Erawati; Gusti Ayu Tirtawati; Gusti Ayu Marhaeni
Health Dynamics Vol 3, No 7 (2026): July 2026
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd30706

Abstract

Background: Academic stress and low physical activity are recognized as factors that may disrupt the hypothalamic–pituitary–ovarian axis, leading to menstrual cycle irregularities among young women. First-year midwifery students are particularly vulnerable because of academic demands and sedentary lifestyles. This study aimed to analyze the relationship between academic stress and physical activity and menstrual cycle regularity among first-year midwifery students at the Health Polytechnic of the Ministry of Health, Denpasar. Methods: This analytical cross-sectional study involved 83 first-year midwifery students selected using total sampling. Academic stress was measured using the Student-life Stress Inventory (SSI), while physical activity was assessed using the International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF). Menstrual cycle regularity was determined through a structured questionnaire. Data were analyzed using the Fisher–Freeman–Halton exact test and multivariate logistic regression. Results: Most respondents experienced moderate to severe academic stress (87.9%), low physical activity (92.8%), and irregular menstrual cycles (78.3%). Academic stress was significantly associated with menstrual cycle regularity (p = 0.003). Physical activity was also significantly associated with menstrual cycle regularity (p = 0.026). Multivariate analysis showed that physical activity was the most dominant factor influencing menstrual cycle regularity (OR = 27.692). Conclusions: Academic stress and physical activity were significantly associated with menstrual cycle regularity among first-year midwifery students. Maintaining adequate physical activity and implementing effective stress management strategies are recommended to improve reproductive health among university students.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTERI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN BALI DEWATA KECAMATAN DENPASAR UTARA : ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTERI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN BALI DEWATA KECAMATAN DENPASAR UTARA Kadek Pramesti Dwi Candrika; Ni Ketut Somoyani; Gusti Ayu Tirtawati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4166

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap perubahan fisik, emosional, dan psikologis, termasuk gangguan kecemasan yang dapat memengaruhi keseimbangan hormonal dan berdampak pada siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Kesehatan Bali Dewata, Kecamatan Denpasar Utara. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 90 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan kuesioner siklus menstruasi skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori tidak cemas (45,6%)dan mayoritas mengalami perubahan siklus menstruasi dalam kategori cukup ada perubahan (42,2%). Uji korelasi Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat kecemasan dengan siklus menstruasi (p-value < 0,05). Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar kemungkinan terjadi gangguan pada siklus menstruasi. Hasil ini menunjukkan pentingnya edukasi mengenai kesehatan mental dan dukungan dari sekolah serta keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan psikologis dan reproduksi remaja.
ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIWULAN 3 DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS BATURITI I KABUPATEN TABANAN Ni Wayan Wiati; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4506

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status kesehatan ibu dan anak. Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR di Puskesmas Baturiti I Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilaksanakan pada 22 – 30 April 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 374 orang ibu hamil yang menjalani pemeriksaan kehamilan triwulan 3 di Puskesmas Baturiti I dengan mengambil data kohort dari bulan Januari – Desember 2024, sampel di ambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi data rekam medis mengenai kadar hemoglobin dan berat bayi saat lahir. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR (p = 0,000). Seluruh ibu yang mengalami anemia melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa anemia pada triwulan 3 memiliki pengaruh singnifikan terhadap kejadian BBLR. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, pemantauan hemoglobin, dan pemberian tablet tambah darah (TTD) secara optimal selama kehamilan untuk menurunkan risiko BBLR. Kata kunci: Anemia; Ibu Hamil; Triwulan 3; Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
Perbedaan pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video edukasi tentang menarche Ni Wayan Pradnyawati; Ni Wayan Armini; Listina Ade Widya Ningtyas; Asep Arifin Senjaya; Gusti Ayu Tirtawati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i1.1684

Abstract

Latar Belakang: Menarche merupakan proses biologis penting pada remaja putri yang sering menimbulkan respons emosional dan psikologis. Kurangnya informasi terkait menarche dapat memicu rasa tidak nyaman, kecemasan, serta pemahaman yang keliru. Salah satu media edukasi yang dinilai mampu menarik perhatian dan mempermudah penyampaian informasi adalah video, karena bersifat visual, dinamis, dan mudah dipahami. Tujuan : untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan remaja putri sebelum dan setelah diberikan edukasi kesehatan mengenai menarche melalui media video di SD Negeri 3 Bitera. Metode : Metode yang digunakan adalah desain pra-eksperimental melalui satu kelompok yang dinilai melalui pretest dan posttest. Total 52 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner berisi 20 pertanyaan pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Video edukasi berdurasi 11 menit 3 detik ditayangkan dua kali dengan jeda 15 menit. Analisis data dilakukan melalui penggunaan uji Wilcoxon Signed Rank dan dilengkapi dengan uji Paired t-test untuk menegaskan pengetahuan menunjukkan peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi pendidikan. Hasil: Penelitian mengindikasikan terjadinya peningkatan pengetahuan yang jelas sesudah responden menerima pendidikan kesehatan berbasis video. Nilai posttest meningkat signifikan dibandingkan nilai pretest, dan kedua uji statistik-Wilcoxon maupun Paired t-test mengonfirmasi perbedaan tersebut secara bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa video penyampaian materi edukasi membawa pengaruh positif terhadap pemahaman remaja putri mengenai menarche. Simpulan: Penyampaian informasi kesehatan menggunakan video menunjukkan efektivitas tinggi dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai menarche. Video yang telah dikembangkan dan diunggah ke platform YouTube dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran tambahan bagi remaja maupun tenaga pendidik yang memberikan informasi terkait kesehatan reproduksi.