Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Natural Based Carbon Briquettes: The Effect of Coffee Ground Carbonization Temperatures as Renewable Energy Alternative Fauziah Ramadhani; Ghina Nabila Nur Sa’diyyah; Salsabila Azaliyah Putri; Danisa Dwi Anggraeni; Alfiana Adhitasari; Saripudin Saripudin
Journal of Green Science and Technology Vol 9 No 3 (2025): Journal of Green Science and Technology Vol. 9 No. 3 December 2025 Special Editio
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v9i3.10677

Abstract

Coffee consumption in Indonesia has been increasing over time. As a result of the high consumption and production, coffee waste often ends up in landfills. One potential solution to this problem is converting coffee waste into reusable products. Coffee grounds waste can be utilized as renewable energy in the form of briquettes. In this research, coffee grounds are used as briquette material. Briquettes are made by the carbonization method. Temperature plays a crucial role in determining the quality of briquette. This study aims to identify the optimum carbonization temperature, with variations of 350°C, 400°C, and 450°C. Each briquette sample was analyzed according to the Indonesian National Standard SNI 01-6235-2000. The results show that all carbonization temperatures produced briquettes with high calorific values (>5000 cal/g), that is 6981 cal/g at 350°C, 7037 cal/g at 400°C, and 7043 cal/g at 450°C. However, the resulting briquettes did not meet the standard criteria for density, fixed carbon, and volatile matter.
Pengaruh Variasi Massa dan Waktu Kontak Biochar Lumpur IPAL Teraktivasi NaOH terhadap Adsorpsi Cr(VI) Brigita Karin Nainggolan; Danisa Dwi Anggraeni; Herawati Budiastuti; Lidya Risang Ayu
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah industri tekstil sering mengandung logam berat kromium heksavalen [Cr(VI)] yang bersifat toksik dan karsinogenik sehingga perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi biochar teraktivasi NaOH berbahan baku lumpur IPAL industri makanan ringan sebagai adsorben Cr(VI). Biochar dibuat melalui karbonisasi lumpur IPAL kering pada suhu 500°C selama 2 jam, kemudian diaktivasi menggunakan larutan NaOH 2 M selama 24 jam. Proses adsorpsi batch dilakukan pada 100 mL larutan Cr(VI) 100 ppm dengan pH 2, variasi massa adsorben 3–7 gram, serta waktu kontak 30–90 menit. Morfologi biochar dikarakterisasi menggunakan SEM, sedangkan konsentrasi Cr(VI) dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm. Hasil SEM menunjukkan bahwa aktivasi NaOH menghasilkan permukaan biochar yang lebih kasar, berongga, dan berdistribusi pori lebih merata dibandingkan biochar tanpa aktivasi. Efisiensi adsorpsi tertinggi sebesar 15,8% diperoleh pada massa adsorben 7 gram dan waktu kontak 60 menit, dengan kapasitas adsorpsi maksimum 0,2201 mg/g; biochar tanpa aktivasi hanya menghasilkan efisiensi 3,3% pada kondisi yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivasi NaOH, massa adsorben, dan waktu kontak berpengaruh signifikan terhadap kinerja adsorpsi biochar lumpur IPAL, meskipun kadar abu dan daya serap iodin biochar masih belum memenuhi baku mutu karbon aktif sesuai SNI 06-3730-1995.