p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sriwijaya Bioscientia
Enggar Patriono
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih, Km32 Indralaya Ogan Ilir 30662

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman dan struktur komunitas gulma pada variasi tahun pangkas di Perkebunan Teh PTPN VII, Pagar Alam, Sumatera Selatan Dwi Puspa Indriani; Dina Riana Elizabeth Saing; Hanifa Marisa; Sarno; Enggar Patriono
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.1.2026.575

Abstract

Gulma merupakan salah satu faktor pembatas utama dalam pertumbuhan dan produksi perkebunan teh (Camellia sinensis L.). Pemangkasan dengan tahun pangkas yang berbeda membentuk kondisi mikroklimat tertentu yang mempengaruhi pertumbuhan dan dominansi spesies gulma tertentu. Informasi dominansi spesies gulma penting sebagai dasar pengelolaan Perkebunan teh. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan (2) menganalisa struktur komunitas gulma pada tahun pangkas berbeda di perkebunan teh. Studi ini dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2025 di PTPN VII Afdeling 1 (Talang Darat) Pagar Alam, Sumatera Selatan. Pengamatan dilakukan pada Blok T1 (1 tahun), T2 (2 tahun), T3 (3 tahun), dan T4 (4 tahun). Data vegetasi berupa identifikasi komposisi dan dominansi spesies selanjutnya dianalisa dengan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keragaman Shannon-Wiener, Indeks Kesamaan Komunitas (Indeks Sorensen). Studi memperlihatkan terdapat 11 famili dengan 8 famili utama yang mendominasi, yaitu Asteraceae, Poaceae, Cyperaceae, Rubiaceae, Fabaceae, Acanthaceae, Apiaceae, dan Begoniaceae. Komposisi kelompok gulma meliputi berdaun lebar (broad leaf) (65,22%) kelompok rumput (grass) (26,09%) dan teki (sedge) (8,70%). Justicia procumbens dan Crassocephalum crepidioides adalah dua spesies yang mendominasi di ke empat blok pengamatan. Blok T4 tahun pangkas tertua (T4) yaitu 4 tahun memiliki jumlah spesies terbanyak (18 spesies) dan indeks keragaman tertinggi (2,85), (3) Indeks kesamaan komunitas tertinggi dimiliki antara T1 dan T2 (77,4%). Studi ini memperlihatkan bahwa perbedaan tahun pangkas mendukung preferensi habitat terhadap keragaman spesies dan struktur komunitas gulma tertentu.
Identifikasi jenis polimer mikroplastik pada ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis Castelnau, 1855) Sungai Musi Kota Palembang menggunakan analisis fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) Doni Setiawan; Enggar Patriono; Mustafa Kamal
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.1.2026.581

Abstract

Pencemaran mikroplastik pada ekosistem perairan tawar menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang meningkat salah satunya di Sungai Musi Kota Palembang yang berpotensi mengalami akumulasi limbah plastik yang berasal dari aktivitas domestik, industri, transportasi, dan perikanan. Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan jenis ikan yang memiliki kemampuan mengakumulasi partikel mikroplastik akibat degradasi dari limbah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis polimer mikroplastik pada saluran pencernaan ikan sapu-sapu di Sungai Musi Kota Palembang menggunakan metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Penelitian dilaksanakan pada November-Desember 2025 di kawasan Sungai Keramasan dan Musi II. Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa mikroplastik pada saluran pencernaan ikan sapu-sapu teridentifikasi sebagai polimer polypropylene (PP) dan polyethylene terephthalate (PET). Polimer PP ditandai oleh keberadaan gugus C–H alifatik, sedangkan PET dicirikan oleh pita serapan gugus karbonil ester (C=O). Beberapa spektrum menunjukkan indikasi proses pelapukan akibat oksidasi selama berada di lingkungan perairan. Keberadaan polimer tersebut menunjukkan bahwa sumber mikroplastik di Sungai Musi diduga berasal dari limbah kemasan plastik, botol minuman, tekstil sintetis, peralatan perikanan, dan aktivitas antropogenik lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu berpotensi digunakan sebagai bioindikator pencemaran ikroplastik serta memberikan informasi dasar mengenai karakteristik polimer mikroplastik sebagai dasar pemantauan kualitas perairan dan pengelolaan pencemaran plastik berkelanjutan.