Doni Setiawan
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih, Km32 Indralaya Ogan Ilir 30662

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi jenis polimer mikroplastik pada ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis Castelnau, 1855) Sungai Musi Kota Palembang menggunakan analisis fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) Doni Setiawan; Enggar Patriono; Mustafa Kamal
Sriwijaya Bioscientia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.7.1.2026.581

Abstract

Pencemaran mikroplastik pada ekosistem perairan tawar menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang meningkat salah satunya di Sungai Musi Kota Palembang yang berpotensi mengalami akumulasi limbah plastik yang berasal dari aktivitas domestik, industri, transportasi, dan perikanan. Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan jenis ikan yang memiliki kemampuan mengakumulasi partikel mikroplastik akibat degradasi dari limbah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis polimer mikroplastik pada saluran pencernaan ikan sapu-sapu di Sungai Musi Kota Palembang menggunakan metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Penelitian dilaksanakan pada November-Desember 2025 di kawasan Sungai Keramasan dan Musi II. Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa mikroplastik pada saluran pencernaan ikan sapu-sapu teridentifikasi sebagai polimer polypropylene (PP) dan polyethylene terephthalate (PET). Polimer PP ditandai oleh keberadaan gugus C–H alifatik, sedangkan PET dicirikan oleh pita serapan gugus karbonil ester (C=O). Beberapa spektrum menunjukkan indikasi proses pelapukan akibat oksidasi selama berada di lingkungan perairan. Keberadaan polimer tersebut menunjukkan bahwa sumber mikroplastik di Sungai Musi diduga berasal dari limbah kemasan plastik, botol minuman, tekstil sintetis, peralatan perikanan, dan aktivitas antropogenik lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu berpotensi digunakan sebagai bioindikator pencemaran ikroplastik serta memberikan informasi dasar mengenai karakteristik polimer mikroplastik sebagai dasar pemantauan kualitas perairan dan pengelolaan pencemaran plastik berkelanjutan.