Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran STEM-Inquiry Based Learning (SIBL) berbantuan simulasi PhET terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA kelas X pada materi sumber energi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) desain Non-equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas X di salah satu SMA Negeri di Garut. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kelas X-4 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan SIBL berbantuan simulasi PhET dan kelas X-5 sebagai kelas kontrol yang diberi pembelajaran dengan metode ceramah. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian kemampuan berpikir kritis yang disusun berdasarkan lima aspek Ennis, Millman, dan Tomko, yaitu klarifikasi dasar, membuat keputusan dasar, menyimpulkan, klarifikasi tingkat lanjut, dan beretorika dalam menyusun strategi, yang telah divalidasi oleh dua ahli. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji Independent Sample T-test dengan koreksi Satterthwaite, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 64,07 dan kelas kontrol sebesar 47,41, dengan hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis kedua kelas. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,53 (kategori sedang) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,34 (kategori sedang). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan STEM-Inquiry Based Learning berbantuan simulasi PhET berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.