Alexander Santoso
Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Skrining Tekanan Darah Berbasis Komunitas sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Jantung Koroner di Kota Bambu, Jakarta Barat: Community-Based Blood Pressure Screening as a Preventive Strategy Against Coronary Heart Disease in Kota Bambu, West Jakarta Andria Priyana; Alexander Santoso; Daniel Goh; Muhammad Fikri Dzakwan; Rifandra Rifqi Adi Hendrianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.112

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama di dunia dengan hipertensi sebagai faktor risiko penting. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini menghambat pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan mendukung deteksi dini hipertensi di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. Metode: Pada kegiatan ini digunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Tahap Plan dilakukan melalui koordinasi dengan kader dan penyusunan materi edukasi. Tahap Do berupa penyuluhan interaktif mengenai pencegahan PJK dan pemeriksaan tekanan darah dengan tensimeter digital. Tahap Check mencakup analisis hasil pemeriksaan serta evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Tahap Action dilakukan dengan rujukan ke fasilitas kesehatan bagi peserta yang teridentifikasi hipertensi. Hasil: Kegiatan melibatkan 168 peserta dengan rata-rata usia 49,1 tahun. Berdasarkan klasifikasi ACC/AHA 2025, 46,4% berada pada kategori normal, sementara hipertensi grade I dan II masing-masing 26,2% dan 22,6%. Diskusi: Proporsi hipertensi yang cukup tinggi, sejalan dengan pola risiko di masyarakat perkotaan akibat gaya hidup sedentari, konsumsi garam berlebih, dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini, edukasi pola hidup sehat, dan integrasi skrining rutin ke dalam layanan kesehatan primer Kesimpulan: Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan PJK serta menemukan kasus hipertensi yang memerlukan tindak lanjut, sehingga skrining komunitas layak diteruskan secara berkesinambungan.
Edukasi dan Skrining Status Gizi melalui Pengukuran IMT dan Komposisi Tubuh di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat: Education and Screening of Nutritional Status through BMI and Body Composition in Kelurahan Kota Bambu, West Jakarta Daniel Ruslim; Alexander Santoso; Daniel Goh; Muhammad Fikri Dzakwan; Rifandra Rifqi Adi Hendrianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.113

Abstract

Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berhubungan dengan risiko penyakit metabolik serta kardiovaskular. Di Indonesia, prevalensi obesitas pada orang dewasa mengalami peningkatan signifikan, terutama di wilayah perkotaan dengan gaya hidup sedentari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai status gizi dan kesehatan metabolik melalui edukasi serta pemeriksaan komposisi tubuh. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat pada Juni 2025 dengan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA), melibatkan 168 peserta. Pemeriksaan dilakukan menggunakan timbangan digital berbasis bioelectrical impedance analysis (BIA) untuk mengukur indeks massa tubuh (IMT), lemak tubuh, lemak viseral, restiung metabolic rate dan usia metabolisme. Hasil: Hasil menunjukkan rata-rata IMT 26,74 kg/m², lemak tubuh 31,46%, lemak viseral 11,46%, RMR 1426.01 kkal dan usia metabolisme 53,42 tahun, lebih tinggi dibandingkan usia kronologis. Sebagian besar peserta termasuk kategori obesitas (62,5%). Diskusi: Penelitian ini menekankan bahwa obesitas tidak hanya dapat dinilai dari IMT, tetapi juga dari parameter metabolik yang lebih komprehensif. Edukasi, skrining, dan intervensi berkelanjutan diperlukan untuk mencegah dampak jangka panjang obesitas. Kesimpulan: Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai status gizi dan risiko metabolik, sekaligus menegaskan pentingnya upaya preventif di komunitas perkotaan.
Skrining dan Edukasi Status Gizi melalui Pengukuran Lingkar Tubuh dan Lemak Subkutis di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat: Nutritional Status Screening and Education through Body Circumference and Subcutaneous Fat Measurement in Kota Bambu Subdistrict, West Jakarta Peter Ian Limas; Alexander Santoso; Daniel Goh; Ryan Daffano Putra Mahendri; Andrew Philo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.114

Abstract

Pendahuluan: Status gizi merupakan faktor penting dalam menentukan kesehatan masyarakat karena berhubungan erat dengan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Namun, penilaian status gizi sering kali hanya terbatas pada indeks massa tubuh (IMT), padahal distribusi lemak tubuh juga berperan besar dalam menentukan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran sekaligus melakukan skrining status gizi melalui pengukuran antropometri sederhana. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan lingkar tubuh (perut, panggul, leher, lengan atas, dan betis), serta pengukuran tebal lemak bawah kulit menggunakan kaliper pada delapan titik tubuh. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan rata-rata lingkar perut 89,21 cm, panggul 98,93 cm, dan rasio pinggang-panggul 0,90, dengan variasi ketebalan lemak subkutis pada biseps, trisep, suprailiaka, dan skapula. Histogram distribusi memperlihatkan pola lingkar tubuh yang relatif normal, namun tebal lemak bawah kulit menunjukkan sebaran lebih lebar dengan outlier pada nilai tinggi. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pengukuran antropometri menyeluruh sebagai langkah deteksi dini risiko metabolik. Skrining berbasis antropometri sederhana dapat diintegrasikan dalam program komunitas sebagai upaya preventif sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat.