Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi Dan Skrining Diabetes Mellitus Tipe 2 Melalui Pemeriksaan HbA1c Pada Kelompok Lanjut Usia Robert Kosasih; Daniel Goh; Tosya Putri Alifia
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v4i2.3404

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease characterized by high blood glucose levels due to insulin resistance or inadequate insulin production. In the elderly, diabetes mellitus causes various serious complications such as heart disease, nerve damage, kidney failure and vision problems. Risk factors for diabetes mellitus include family history, obesity, lack of physical activity, a diet high in fat and sugar, and hypertension. This community service activity aims to increase awareness and early detection of type 2 diabetes mellitus through education and HbA1c screening in the elderly. Of the 93 lanjut usiats, 74 were women and 19 were men, with an average age of 74.05 years. The mean HbA1c value was 7.59, with 55.9% in the moderate category and 25.8% in the poor category. Results showed that suboptimal glycemic control was higher in women. This program highlights the need for regular monitoring and appropriate interventions to improve glycemic control and quality of life for older adults through comprehensive education, physical activity and stress management.
Hubungan Kadar 25(OH)D3 dengan Lingkar Betis Pada Kelompok Lanjut Usia di Panti Santa Anna: Studi Potong-Lintang Alexander Halim Santoso; Susi Olivia Lontoh; Yohanes Firmansyah; Giovanno Sebastian Yogie; Daniel Goh; Andini Ghina Syarifah; Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh; Anthon Eka Prayoga Khoto
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.13124

Abstract

ABSTRACT The research on vitamin D is still developing until its role in the immune system, the absorption of phosphate from the intestine, and preventing its excretion in the kidneys are known. The prevalence of low levels of vitamin D is high, and recently, it was discovered that there was a relationship between vitamin D deficiency and the incidence of sarcopenia in the elderly. Determining vitamin D levels and the incidence of sarcopenia in the elderly at the Santa Anna Nursing Home. This study was an analytical study with a cross-sectional design conducted on elderly residents of the Santa Anna Nursing Home in July 2023 to assess vitamin D levels and calf circumference to assess sarcopenia. The data obtained were analyzed using Mann-Whitney. Result Of the 32 respondents, the average age was 72.66 years, and 22 (68.7%) respondents were women. It was found that 30 (93.8%) respondents experienced vitamin D deficiency, and 15 (46.9%) respondents experienced sarcopenia. The results of statistical tests showed that there was no difference in the mean levels of vitamin D between the sarcopenic and non-sarcopenic groups. However, the group of patients with sarcopenia had vitamin D levels that tended to be lower compared to the group without sarcopenia (18 vs. 21 ng/mL; MR 15.50 vs. 17.38). There was no statistically significant difference in mean vitamin D levels between the groups with and without sarcopenia. However, there is a tendency for groups of patients with sarcopenia to have vitamin D levels that tend to be lower than those in groups without sarcopenia. Keywords: Vitamin D, Sarcopenia, Elderly  ABSTRAK Hingga saat ini, penelitian terhadap vitamin D terus berkembang hingga diketahui perannya dalam sistem imun, absorpsi fosfat dari usus dan mencegah terekskresinya pada ginjal. Tingginya prevalensi kurangnya kadar vitamin D dan baru-baru ini, diketahui ada hubungan defisiensi vitamin D dengan kejadian sarkopenia pada lansia. Mengetahui kadar vitamin D dengan kejadian sarkopenia pada lansia di Panti Werda Santa Anna. Penelitian ini adalah analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan pada lansia penghuni Panti Werdha Santa Anna pada Juli 2023 untuk menilai kadar vitamin D dan lingkar betis untuk menilai sarkopenia. Data yang didapat kemunian dianalisis menggunakan Mann-Whitney. Didapat 32 responden dengan rerata usia 72,66 tahun dan sebanyak 22 (68,7%) responden adalah perempuan. Didapat 30 (93,8%) responden mengalami defisiensi vitamin D dan 15 (46,9%) responden mengalami sarkopenia. Hasil uji statistic didapat hasil tidak terdapat perbedaan rerata kadar vitamin D antara kelompok sarkopenia dan tidak. Namun dapat terlihat bahwa kelompok pasien dengan sarkopenia memiliki kadar vitamin D yang cenderung lebih rendah dibandingan dengan kelompok tanpa sarkopenia (18 vs 21 ng/mL; MR 15,50 vs 17,38). Tidak terdapat perbedaan rerata kadar vitamin D yang bermakna secara statistik antara kelompok dengan atau tanpa sarkopenia. Namun terdapat kecenderungan kelompok pasien dengan sarkopenia memiliki kadar vitamin D yang cenderung lebih rendah dibandingan dengan kelompok tanpa sarkopenia. Kata Kunci: Vitamin D, Sarkopenia, Lanjut Usia
Hubungan Kadar Insulin Puasa dengan Tekanan Darah Pada Kelompok Lanjut Usia: Studi Potong Lintang di Panti Santa Anna Robert Kosasih; Frisca Frisca; Alexander Halim Santoso; Yohanes Firmansyah; William Gilbert Satyanegara; Fernando Nathaniel; Joshua Kurniawan; Friliesa Averina; Daniel Goh; Ribkha Anggeline Hariesti Sitorus; Brian Albert Gaofman
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.13127

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the most common causes of death in the world. Insulin is a hormone that has been studied for a long time, and hyperinsulinemia is a condition where the body requires large amounts of insulin to achieve normal sugar levels. It was found that hypertensive patients with metabolic syndrome disorders have higher insulin levels with or without obesity which makes it considered as a risk factor. Finding the correlation between fasting insulin and blood pressure in nuring home. Cross-sectional study research on the correlation of fasting insulin levels with blood pressure in the elderly group at Santa Anna Nursing house. Respondents who meet the inclusion criteria will follow a series of data collection according to applicable physical and laboratory examination standards. Statistical analysis using spearman correlation analysis. There were 30 respondents who met the inclusion criteria with an average age of 73 (56 - 88) years, systolic blood pressure (SBP) 120 (105-150) mmHg, diastolic blood pressure (DBP) 70 (55-80) mmHg, and fasting insulin levels 9.45 (5.4-29.5) μIU / ml. the results of the analysis did not find a significant correlation between fasting insulin levels and blood pressure (p-value = 0.590 and 0.898). In this study, it was found that the higher the fasting insulin level, the lower the systolic blood pressure (r-systolic = -0.102). Fasting insulin is one of the tests that can be carried out as an early detection of metabolic disease, especially as a prevention of hypertension. Keywords: Fasting Insulin, Elderly, Blood Presure  ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian tersering di dunia. Insulin merupakan hormon yang telah dipelajari sejak lama, dan hiperinsulinemia merupakan suatu kondisi dimana tubuh membutuhkan jumlah insulin yang banyak untuk mencapai kadar gula darah yang normal. Ditemukan bahwa pada penderita hipertensi dengan gangguan sindroma metabolik memiliki kadar insulin yang lebih tinggi baik itu dengan atau tanpa obesitas yang membuatnya dipertimbangkan sebagai faktor risiko. Meneliti bagaimana korelasi kadar insulin puasa dengan tekanan darah di panti lansia. Penelitian studi potong lintang mengenai korelasi kadar insulin puasa dengan tekanan darah pada kelompok lanjut usia di Panti Lansia Santa Anna. Responden yang memenuhi kriteria inklusi akan mengikuti rangkaian pengambilan data sesuai standar pemeriksaan fisik dan labotorium yang berlaku. Analisis statistik menggunakan analisis korelasi spearman.  Terdapat 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan rerata usia 73 (56 – 88) tahun, tekanan darah sistolik (TDS) 120 (105-150) mmHg, tekanan darah diastolik (TDD) 70 (55-80) mmHg, dan kadar insulin puasa 9,45(5,4-29,5)μIU/ml. hasil analisis tidak didapatkan korelasi yang bermakna antara kadar insulin puasa dengan tekanan darah (p-value= 0,590 dan 0,898). Pada penelitian ini didapatkan semakin tinggi kadar insulin puasa maka akan semakin rendah tekanan darah sistolik (r-sistolik=-0,102). Insulin puasa merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan sebagai deteksi dini penyakit metabolik, khususnya sebagai pencegahan terhadap hipertensi.   Kata Kunci: Insulin Puasa, Lansia, Tekanan Darah
Implementation of Integrated Health Services for Post-Disaster Communities in Agam Regency, West Sumatra, Indonesia Shirly Gunawan; Noer Saelan Tadjudin; Alexander Halim Santoso; Yohanes Firmansyah; Daniel Goh; Belinda Angie; Anggita Tamaro; Irvan Baharits Al Basith; Djulia Djulia; RA Rengganis Ularan; Hetty Karunia Tanjungsari; Mei Ie; Alicia SariJuwita
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v4i1.647

Abstract

Background of study: The natural disaster in Agam Regency, West Sumatra, have disrupted access to health services and increased the risk of acute illness, exacerbating chronic illnesses, and causing psychosocial problems. This situation demands a rapid, integrated, and adaptive health response to the limitations of post-disaster facilities. This community service activity aims to improve access and quality of health services for disaster- affected communities through an integrated approach to medical services and logistics distribution. Methods: The program was implemented over three days at several locations and health posts in Agam Regency. Activities included cross-sector coordination, implementation of health services, daily evaluation, reporting, and planning for sustainability. Interventions included basic and advanced medical services, post-operative wound care, chronic disease management, home-visits, and medical assistance. Result: Health services were provided for more than 200 patients, predominantly with cases of hypertension, upper respiratory tract infections, dermatitis, musculoskeletal disorders, and diabetes mellitus. The home visit approach successfully reached vulnerable groups with limited mobility. Conclusion: The use of simple health technology and family involvement improved continuity of care and community empowerment. This program has supported physical health recovery in post-disaster communities and has the potential to be replicated in other disaster-affected areas.
Skrining Tekanan Darah Berbasis Komunitas sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Jantung Koroner di Kota Bambu, Jakarta Barat: Community-Based Blood Pressure Screening as a Preventive Strategy Against Coronary Heart Disease in Kota Bambu, West Jakarta Andria Priyana; Alexander Santoso; Daniel Goh; Muhammad Fikri Dzakwan; Rifandra Rifqi Adi Hendrianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.112

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama di dunia dengan hipertensi sebagai faktor risiko penting. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini menghambat pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan mendukung deteksi dini hipertensi di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. Metode: Pada kegiatan ini digunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Tahap Plan dilakukan melalui koordinasi dengan kader dan penyusunan materi edukasi. Tahap Do berupa penyuluhan interaktif mengenai pencegahan PJK dan pemeriksaan tekanan darah dengan tensimeter digital. Tahap Check mencakup analisis hasil pemeriksaan serta evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Tahap Action dilakukan dengan rujukan ke fasilitas kesehatan bagi peserta yang teridentifikasi hipertensi. Hasil: Kegiatan melibatkan 168 peserta dengan rata-rata usia 49,1 tahun. Berdasarkan klasifikasi ACC/AHA 2025, 46,4% berada pada kategori normal, sementara hipertensi grade I dan II masing-masing 26,2% dan 22,6%. Diskusi: Proporsi hipertensi yang cukup tinggi, sejalan dengan pola risiko di masyarakat perkotaan akibat gaya hidup sedentari, konsumsi garam berlebih, dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini, edukasi pola hidup sehat, dan integrasi skrining rutin ke dalam layanan kesehatan primer Kesimpulan: Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan PJK serta menemukan kasus hipertensi yang memerlukan tindak lanjut, sehingga skrining komunitas layak diteruskan secara berkesinambungan.
Edukasi dan Skrining Status Gizi melalui Pengukuran IMT dan Komposisi Tubuh di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat: Education and Screening of Nutritional Status through BMI and Body Composition in Kelurahan Kota Bambu, West Jakarta Daniel Ruslim; Alexander Santoso; Daniel Goh; Muhammad Fikri Dzakwan; Rifandra Rifqi Adi Hendrianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.113

Abstract

Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berhubungan dengan risiko penyakit metabolik serta kardiovaskular. Di Indonesia, prevalensi obesitas pada orang dewasa mengalami peningkatan signifikan, terutama di wilayah perkotaan dengan gaya hidup sedentari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai status gizi dan kesehatan metabolik melalui edukasi serta pemeriksaan komposisi tubuh. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat pada Juni 2025 dengan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA), melibatkan 168 peserta. Pemeriksaan dilakukan menggunakan timbangan digital berbasis bioelectrical impedance analysis (BIA) untuk mengukur indeks massa tubuh (IMT), lemak tubuh, lemak viseral, restiung metabolic rate dan usia metabolisme. Hasil: Hasil menunjukkan rata-rata IMT 26,74 kg/m², lemak tubuh 31,46%, lemak viseral 11,46%, RMR 1426.01 kkal dan usia metabolisme 53,42 tahun, lebih tinggi dibandingkan usia kronologis. Sebagian besar peserta termasuk kategori obesitas (62,5%). Diskusi: Penelitian ini menekankan bahwa obesitas tidak hanya dapat dinilai dari IMT, tetapi juga dari parameter metabolik yang lebih komprehensif. Edukasi, skrining, dan intervensi berkelanjutan diperlukan untuk mencegah dampak jangka panjang obesitas. Kesimpulan: Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai status gizi dan risiko metabolik, sekaligus menegaskan pentingnya upaya preventif di komunitas perkotaan.
Skrining dan Edukasi Status Gizi melalui Pengukuran Lingkar Tubuh dan Lemak Subkutis di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat: Nutritional Status Screening and Education through Body Circumference and Subcutaneous Fat Measurement in Kota Bambu Subdistrict, West Jakarta Peter Ian Limas; Alexander Santoso; Daniel Goh; Ryan Daffano Putra Mahendri; Andrew Philo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.114

Abstract

Pendahuluan: Status gizi merupakan faktor penting dalam menentukan kesehatan masyarakat karena berhubungan erat dengan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Namun, penilaian status gizi sering kali hanya terbatas pada indeks massa tubuh (IMT), padahal distribusi lemak tubuh juga berperan besar dalam menentukan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran sekaligus melakukan skrining status gizi melalui pengukuran antropometri sederhana. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan lingkar tubuh (perut, panggul, leher, lengan atas, dan betis), serta pengukuran tebal lemak bawah kulit menggunakan kaliper pada delapan titik tubuh. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan rata-rata lingkar perut 89,21 cm, panggul 98,93 cm, dan rasio pinggang-panggul 0,90, dengan variasi ketebalan lemak subkutis pada biseps, trisep, suprailiaka, dan skapula. Histogram distribusi memperlihatkan pola lingkar tubuh yang relatif normal, namun tebal lemak bawah kulit menunjukkan sebaran lebih lebar dengan outlier pada nilai tinggi. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pengukuran antropometri menyeluruh sebagai langkah deteksi dini risiko metabolik. Skrining berbasis antropometri sederhana dapat diintegrasikan dalam program komunitas sebagai upaya preventif sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat.
Skrining dan Edukasi Depresi, Kecemasan dan Stres (DASS-42) pada Masyarakat Kota Bambu: Screening and Education on Depression, Anxiety, and Stress (DASS-42) in the Bambu City Community Anastasia Ratnawati Biromo; Alexander Halim Santoso; Daniel Goh; Gracienne; Diana Dinali; Disya Gwyneth Aziel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.115

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental merupakan bagian penting dalam kesejahteraan individu, namun kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini gangguan mental masih rendah dan stigma terhadap gangguan mental tinggi. Kota Bambu sebagai wilayah perkotaan memiliki risiko paparan terhadap tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan mental. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan melakukan penapisan/skrining depresi, kecemasan,dan stres menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42) dan edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Metode yang digunakan berupa pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang mencakup perencanaan, edukasi interaktif, skrining, analisis hasil, hingga tindak lanjut. Hasil skrining menunjukkan masih ada 16,1% peserta dengan kecemasan sedang dan 3% peserta dengan kecemasan sangat berat. Proporsi kecil depresi dan stres juga ditemukan pada berbagai tingkat keparahan. Kesimpulan: Dari hasil ini menggambarkan bahwa kecemasan masih ditemukan pada populasi perkotaan. Depresi dan stres juga tetap harus menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Edukasi terbukti dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, sementara DASS-42 efektif sebagai instrumen deteksi dini. Implikasi kegiatan ini adalah perlunya skrining rutin, edukasi berkelanjutan, dan potensi integrasi dengan program Puskesmas.
Skrining dan Edukasi Kesehatan Metabolik melalui Pemeriksaan Profil Lipid pada Masyarakat Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat: Metabolic Health Screening and Education through Lipid Profile Testing in the Bambu Village Community, West Jakarta Triyana Sari; Alexander Halim Santoso; Daniel Goh; Fidelia Alvianto; Syilvia Cendy Enike
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.117

Abstract

Introduction: Lipid profile is an essential parameter in assessing metabolic health and cardiovascular risk. Total cholesterol, high-density lipoprotein (HDL), and low-density lipoprotein (LDL) are the main components used to evaluate lipid metabolism balance, which is often disrupted in urban populations. This community service activity aimed to increase public awareness of metabolic health through education and simple screening of lipid profiles. Method: The program was conducted in Kelurahan Kota Bambu, West Jakarta, in June 2025, involving 168 participants across various age groups. Lipid profile measurements were performed using the Nesco BL-101 5in1 Lipid Panel Monitoring System, and interactive educational sessions were provided to promote healthy diet and dyslipidemia prevention. Results: The results showed that the average total cholesterol level was 208.24 mg/dL, HDL was 51.15 mg/dL, and LDL was 122.11 mg/dL. Classification revealed that most participants had high total cholesterol and LDL levels, while the majority of HDL levels were within the low category. These findings highlight a significant cardiovascular risk among urban communities. Conclusion: This activity emphasizes that simple lipid profile screening can serve as an effective early detection tool while simultaneously providing a basis for targeted education to prevent cardiovascular disease.
Peningkatan Kesadaran Mengenai Anemia melalui Edukasi dan Skrining Hemoglobin serta Hematokrit di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta: Enhancing Anemia Awareness through Education and Screening of Hemoglobin and Hematocrit in Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Fadil Hidayat; Alexander Halim Santoso; Daniel Goh; Bobby Marshel Ancheloti Waltoni; Linginda Soebrata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.118

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas hidup, produktivitas, serta risiko morbiditas dan mortalitas. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) merupakan metode sederhana yang dapat digunakan untuk deteksi dini anemia di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap anemia sekaligus memperoleh gambaran status hematologi masyarakat perkotaan. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada bulan Juni 2025, dengan melibatkan 168 peserta. Pelaksanaan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA), meliputi edukasi mengenai anemia dan pemeriksaan Hb serta Ht melalui analisis laboratorium. Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 11,2 g/dL dan hematokrit 32,8%, dengan distribusi nilai yang cukup luas. Berdasarkan klasifikasi, sebagian besar peserta termasuk dalam kategori anemia, sementara sisanya berada dalam kategori normal. Temuan ini menegaskan bahwa anemia merupakan masalah nyata di masyarakat perkotaan yang perlu mendapat perhatian khusus. Kesimpulan: Pemeriksaan Hb dan Ht sederhana dapat menjadi sarana efektif dalam skrining komunitas untuk mendeteksi kelompok berisiko, sekaligus menjadi dasar intervensi promotif dan preventif yang lebih terarah.