Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penapisan Profil Kolesterol Total dan HDL dalam Rangka Peningkatan Upaya Preventif terhadap Penyakit Kardiovaskular di SMP Kalam Kudus 2, Jakarta Jeffrey Jeffrey; Alexander Halim Santoso; Edwin Destra; Andrew Philo; Steven Hizkia Lucius; Ryan Daffano Putra Mahendri
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i2.5188

Abstract

An imbalance between total cholesterol and HDL levels is a significant risk factor for cardiovascular disease that often goes unrecognized by individuals. Excessive calorie intake from high-fat and high-sugar foods is the primary contributor to dyslipidemia. Lipid profile screening plays a crucial role in early detection and serves as an opportunity to educate individuals about healthy lifestyle choices. In this community screening activity, 91 adult participants underwent capillary blood testing using a Point-of-Care Testing (POCT) device. The parameters assessed included total cholesterol and HDL levels. Educational materials were provided in the form of a leaflet emphasizing the effects of excessive caloric consumption on lipid imbalance and cardiovascular risk. A total of 52 participants (57.1%) were found to have elevated total cholesterol levels, and only 27 participants (29.7%) had HDL levels within the normal range. The mean total cholesterol level was 203.6 ± 44.0 mg/dL, while the mean HDL level was 51.8 ± 17.9 mg/dL. These findings indicate that most participants had an unfavorable lipid profile, highlighting the urgent need for lifestyle interventions. Measuring total cholesterol and HDL levels proved effective in identifying individuals at risk of dyslipidemia. Moreover, educating participants about high-calorie dietary patterns is an essential preventive measure to increase public awareness, promote lipid balance, and reduce the risk of cardiovascular complications at an early stage.
Skrining dan Edukasi Status Gizi melalui Pengukuran Lingkar Tubuh dan Lemak Subkutis di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat: Nutritional Status Screening and Education through Body Circumference and Subcutaneous Fat Measurement in Kota Bambu Subdistrict, West Jakarta Peter Ian Limas; Alexander Santoso; Daniel Goh; Ryan Daffano Putra Mahendri; Andrew Philo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.114

Abstract

Pendahuluan: Status gizi merupakan faktor penting dalam menentukan kesehatan masyarakat karena berhubungan erat dengan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Namun, penilaian status gizi sering kali hanya terbatas pada indeks massa tubuh (IMT), padahal distribusi lemak tubuh juga berperan besar dalam menentukan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran sekaligus melakukan skrining status gizi melalui pengukuran antropometri sederhana. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan lingkar tubuh (perut, panggul, leher, lengan atas, dan betis), serta pengukuran tebal lemak bawah kulit menggunakan kaliper pada delapan titik tubuh. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan rata-rata lingkar perut 89,21 cm, panggul 98,93 cm, dan rasio pinggang-panggul 0,90, dengan variasi ketebalan lemak subkutis pada biseps, trisep, suprailiaka, dan skapula. Histogram distribusi memperlihatkan pola lingkar tubuh yang relatif normal, namun tebal lemak bawah kulit menunjukkan sebaran lebih lebar dengan outlier pada nilai tinggi. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pengukuran antropometri menyeluruh sebagai langkah deteksi dini risiko metabolik. Skrining berbasis antropometri sederhana dapat diintegrasikan dalam program komunitas sebagai upaya preventif sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat.