p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Nilai CNR Sekuen Double Inversion Recovery (DIR) Menggunakan DAN Tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) pada Pemeriksaan MRI Brain dengan Klinis Epilepsi: Comparison of CNR Values in Double Inversion Recovery (DIR) Sequence with and Without Sensitivity Encoding (SENSE) in MRI Brain Examination for Epilepsy Cases Andrila B. K. Pinontoan; Anak Agung Aris Diartama; Triningsih Triningsih; I Putu Eka Juliantara
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7888

Abstract

Epilepsi adalah gangguan neurologis yang menyebabkan kejang karena adanya kelainan aktivitas sinkronisasi pada sejumlah besar neuron. Dalam kasus epilepsi, MRI (Magnetic Resonance Imaging) menjadi pilihan utama untuk memeriksa otak karena berbagai kemungkinan penyakit yang mendasarinya. Teknik pencitraan khusus seperti Double Inversion Recovery (DIR) dapat memberikan supresi dari materi putih (myelin) dan cairan serebrospinal, meningkatkan ketajaman gambar dan memungkinkan identifikasi yang lebih baik dari perubahan patologis. Teknik MRI Double Inversion Recovery (DIR)  menggunakan langkah ganda pembalikan sinyal untuk mengurangi sinyal dari cairan serebrospinal, memungkinkan identifikasi yang lebih tepat terhadap perubahan patologis dalam jaringan otak. Namun, pemeriksaan dengan Double Inversion Recovery (DIR) dapat memerlukan waktu yang lebih lama dan menghasilkan gambaran yang memerlukan interpretasi lebih teliti. Selain Double Inversion Recovery (DIR), teknik MRI seperti SENSE mempercepat proses pemindaian dengan menggabungkan data dari berbagai saluran koil, meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi durasi pemeriksaan, dan mengurangi risiko gerakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan pada April 2024. Data diolah dengan uji Wilcoxon pada CNR sekuen Double Inversion Recovery (DIR) dengan dan tanpa Sensitivity Encoding (SENSE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kualitas citra CNR sekuen Double Inversion Recovery (DIR) dengan dan tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) dengan p value 0.027. Berdasarkan uji Wilcoxon, nilai mean rank CNR sekuen Double Inversion Recovery (DIR) dengan Sensitivity Encoding (SENSE) sebesar 3.50, sedangkan tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) sebesar 0.00. Hasil ini menunjukkan bahwa mean rank pada sekuen DIR dengan SENSE lebih tinggi dibandingkan sekuen Double Inversion Recovery (DIR) tanpa menggunakan Sensitivity Encoding (SENSE).
Pengaruh Variasi Number of Signal Average (NSA) Terhadap Kualitas Citra pada MRI Lumbosacral Potongan Sagital Sekuen TIW TSE pada Klinis Hernia Nukleus Pulposus (HNP): The Effect of Number of Signal Average (NSA) Variations on Image Quality in Sagittal TIW TSE Sequence Lumbosacral MRI in Clinical Herniated Nucleus Pulposus (HNP) Made Gede Andiana; I Made Lana Prasetya; Triningsih Triningsih
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8339

Abstract

Pencitraan MRI Lumbosacral merupakan modalitas penting dalam diagnosis Hernia Nukleus Pulposus (HNP), yang mampu memvisualisasikan struktur tulang belakang secara mendetail. Kualitas citra yang dihasilkan dipengaruhi oleh berbagai parameter, salah satunya adalah Number of Signal Average (NSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi NSA terhadap kualitas citra pada MRI Lumbosacral potongan sagital sekuen T1-weighted Turbo Spin Echo (TSE) pada klinis HNP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif bersifat eksperimental dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, untuk mendapatkan sampel sesuai dengan kriteria klinis HNP. Dari 10 sampel yang diambil, hasil analisis statistik menggunakan uji Repeated Measures ANOVA menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara variasi NSA terhadap Contrast-to-Noise Ratio (CNR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan NSA berpengaruh signifikan terhadap kualitas citra yang diukur dengan nilai CNR. NSA 3 memberikan kualitas citra terbaik namun dengan waktu pemindaian yang lebih lama, sedangkan NSA 2 memberikan keseimbangan optimal antara kualitas citra dan waktu pemindaian. Berdasarkan penelitian ini, NSA 2 direkomendasikan sebagai pilihan optimal untuk memberikan keseimbangan antara waktu pemindaian dan kualitas citra. Kesimpulannya terdapat pengaruh signifikan dari variasi NSA terhadap kualitas citra MRI Lumbosacral pada kasus klinis HNP, dan penggunaan NSA yang tepat dapat membantu meningkatkan diagnosis yang lebih akurat.