Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik Kelas V SDIT 2 Dar el Iman Padang. Hal ini terjadi karena peserta didik cenderung pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. Dijelaskan lemahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dan kecenderungan menghafal rumus menyebabkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik kurang terlatih. Adapun solusi yang diberikan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving. Model Creative Problem Solving sangat berkaitan dengan HOTS dikarenakan salah satu kelebihan dari model ini yaitu dapat melatih peserta didik untuk mendesain suatu penemuan berpikir dan bertindak kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Creative Problem Solving dalam pembelajaran Matematika kelas V SDIT 2 Dar el Iman Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan Posttest Only Control Group. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V SDIT 2 Dar el Iman Padang, dengan kelas V.A sebagai kelas kontrol dan kelas V.B sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data untuk HOTS adalah tes. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan pengelolaan data menggunakan SPSS versi 26. Berdasarkan uji t, diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,045. Hal ini berarti lebih kecil dari 0,05 dengan Thitung 4,366 Ttabel 0,320, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa HOTS peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dibandingkan menggunakan model konvensional ekspositori dalam pembelajaran matematika.