Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dalam Meningkatkan Efiseinsi Administrasi Pelayanan Kesehatan Susan Hadiyani; Syawalia Insani Syawalia Insani; Aida Nurzakiah Al Fadillah
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.4043

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong rumah sakit untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit sebagai upaya meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan. Di Indonesia, penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna mendukung integrasi data, percepatan proses pelayanan, serta pengambilan keputusan berbasis informasi. Namun demikian, efektivitas implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dalam meningkatkan efisiensi administrasi pelayanan kesehatan masih menunjukkan variasi di berbagai rumah sakit. Transformasi digital di sektor kesehatan menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dalam meningkatkan efisiensi administrasi pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research, menggunakan survei melalui kuesioner yang dibagikan kepada 120 responden, yang terdiri dari tenaga administrasi dan manajemen rumah sakit yang telah menggunakan SIMRS. Variabel independen mencakup kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan, sedangkan variabel dependen adalah efisiensi administrasi, diukur melalui kecepatan proses administrasi, akurasi pencatatan data pasien, efektivitas pengelolaan klaim, dan pengurangan biaya operasional administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek kualitas SIMRS memperoleh penilaian positif dari responden, dengan rata-rata skor 4,08 untuk kualitas sistem, 4,03 untuk kualitas informasi, dan 4,05 untuk kualitas layanan. Analisis regresi linier berganda mengungkapkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi administrasi (B=0,47) (B=0,37) (B=0,25) (p<0,001), dengan R² = 0,564 dan F hitung = 71,148 (Sig. F = 0,000), yang menunjukkan bahwa 56,4% variasi efisiensi administrasi dapat dijelaskan oleh implementasi SIMRS. Kualitas sistem menjadi variabel dominan, diikuti oleh kualitas informasi dan kualitas layanan. Berdasarkan temuan ini, implementasi SIMRS terbukti efektif dalam mempercepat alur kerja administratif, meningkatkan akurasi data, dan mendukung pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pengguna, pemeliharaan sistem, dan pelatihan berkelanjutan untuk memaksimalkan manfaat SIMRS serta meningkatkan kinerja administratif rumah sakit secara keseluruhan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BUDAYA KESELAMATAN DI INDONESIA Tanto Tanto; Syahrifah Aima; Anggira Nayla Putri Kurniawan; Aida Nurzakiah Al Fadillah
Medical Nurse Journal Vol.2 No.2 (Des 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i2.150

Abstract

Pendekatan suatu organisasi untuk menjamin kesehatan dan keselamatan karyawannya dikenal sebagai "budaya keselamatan". Nilai, keyakinan, sikap, dan perilaku terkait keselamatan di tempat kerja semuanya merupakan bagian dari budaya ini. Pekerja dilatih dan diinstruksikan untuk menempatkan kesehatan dan keselamatan mereka sendiri serta rekan kerjanya sebagai prioritas utama dalam budaya keselamatan kerja. Studi ini menggunakan pendekatan PRISMA sebagai Tinjauan Literatur Sistematis. Kata kunci berikut digunakan untuk menemukan artikel: faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan dan budaya keselamatan. Lima artikel relevan ditemukan dari pencarian literatur yang dilakukan menggunakan basis data jurnal Google dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian yang dilakukan di Indonesia, dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2025, tersedia dalam teks lengkap, dan relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa budaya keselamatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain perasaan cemas dan takut, komunikasi, kepuasan kerja, persepsi, lingkungan kerja, pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, kebijakan organisasi, serta pemanfaatan teknologi. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dalam membentuk perilaku keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan budaya keselamatan memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan individu, organisasi, serta dukungan sistem dan kebijakan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan program keselamatan kerja di berbagai sektor di Indonesia. Sebagai kesimpulan faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan yaitu perasaan cemas dan takut, komunikasi, kepuasan kerja, persepsi, lingkungan kerja, pengetahuan, sikap, pendidikan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, kebijakan, dan teknologi. Rekomendasinya adalah diharapkan pekerja menerapkan perilaku budaya keselamatan di tempat kerjanya masing-masing.