This study aims to determine the influence of applying the Problem Based Learning model and interactive PowerPoint media on the learning outcomes of IPAS for high-grade students at SDN Sumendi II Tongas. The population of the study consisted of all sixth-grade students at SDN Sumendi II Tongas during the 2024/2025 academic year, totaling 75 students who also served as the research respondents. The results of data analysis indicate a significant improvement in students' learning outcomes through the implementation of PBL and interactive instructional video. Students showed a significantly higher learning score, demonstrating that the combination of problem-based learning and interactive media creates a more meaningful learning experience. The implications of this finding are substantial, especially for educators at the elementary level. Innovative, active, and technology-based learning can enhance conceptual understanding and critical thinking skills. Moreover, this research highlights the important role of teachers as facilitators in fostering active and enjoyable classroom environments. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran model pembelajaran Problem Based Learning. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tinggi SDN Sumendi II Tongas Tongas tahun pelajaran 2024/2025, dengan jumlah siswa sebanyak 75 orang sekaligus menjadi responen penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL dan video pembelajaran interaktif Siswa menunjukkan peningkatan skor hasil belajar yang tinggi secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi model pembelajaran yang berbasis masalah dan penggunaan media yang interaktif dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Implikasi dari temuan ini sangat penting, khususnya bagi para pendidik di jenjang sekolah dasar. Pembelajaran yang inovatif, aktif, dan berbasis teknologi mampu meningkatkan pemahaman konsep serta keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, temuan ini juga mendukung pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang mampu menciptakan lingkungan belajar aktif dan menyenangkan.