This study aims to determine the effect of school supervisor mentoring, teacher literacy, and the use of AI (Artificial Intelligence) on the competence of social studies teachers in developing differentiated teaching modules. The research method uses a quantitative approach with a correlational survey method, with a research instrument in the form of a questionnaire using a five-point Likert scale. The location of this research was carried out in six public secondary schools in Baubau City, namely SMP Negeri 1 Baubau, SMP Negeri 2 Baubau, SMP Negeri 4 Baubau, SMP Negeri 5, SMP Negeri 7 Baubau, and SMP Negeri 18 Baubau, which are located in two sub-districts, namely Wolio District and Murhum District. The subjects of the study were social studies teachers who received mentoring from school supervisors, had utilized AI (Artificial Intelligence) in learning and had a high level of literacy. Data analysis techniques used descriptive and inferential statistics, using questionnaire scores from the independent and dependent variables. Multiple linear regression analysis was used to analyze the data. The results indicate that school supervisor mentoring, teacher literacy, and the use of AI (Artificial Intelligence) simultaneously and partially influence social studies teachers' competency in developing differentiated teaching modules. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan pengawas sekolah, literasi guru, dan penggunaan AI (Kecerdasan Buatan) terhadap kompetensi guru IPS dalam mengembangkan modul pembelajaran diferensiasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional, dengan instrumen penelitian berupa kuesioner menggunakan skala Likert lima poin. Lokasi penelitian ini dilakukan di enam sekolah menengah negeri di Kota Baubau, yaitu SMP Negeri 1 Baubau, SMP Negeri 2 Baubau, SMP Negeri 4 Baubau, SMP Negeri 5, SMP Negeri 7 Baubau, dan SMP Negeri 18 Baubau, yang terletak di dua kecamatan, yaitu Kabupaten Wolio dan Kabupaten Murhum. Subjek penelitian adalah guru IPS yang menerima pendampingan dari pengawas sekolah, telah menggunakan AI (Kecerdasan Buatan) dalam pembelajaran dan memiliki tingkat literasi yang tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial, dengan menggunakan skor kuesioner dari variabel independen dan dependen. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan pengawas sekolah, literasi guru, dan penggunaan AI (Kecerdasan Buatan) secara simultan dan parsial memengaruhi kompetensi guru IPS dalam mengembangkan modul pembelajaran yang terdiferensiasi.