NADIA NOVITASARI
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Riwayat Stres Dengan Kejadian Kanker Reproduksi Di Ruang Mawar Dan Kemoterapi RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda NADIA NOVITASARI
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 7 No 1 (2025): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v7i1.597

Abstract

Kanker reproduksi merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada wanita di seluruh dunia, dengan stres sebagai faktor risiko yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat stres dengan kejadian kanker reproduksi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 82 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres responden. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara riwayat stres dengan kejadian kanker reproduksi, dengan nilai p=0.042, yang menunjukkan bahwa peningkatan riwayat stres dapat meningkatkan risiko kanker reproduksi pada wanita. Temuan ini menekankan pentingnya manajemen stres sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker reproduksi, serta perlunya perhatian terhadap kesehatan mental wanita. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan program intervensi yang lebih efektif untuk mengurangi risiko kanker di kalangan wanita. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan pencegahan kanker reproduksi di kalangan wanita.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENGETAHUAN KADER DASAWISMA tiara tiara; Sudarti Sudarti; Maghfira Anggreini; Nadia Novitasari; Insani Tiara Tirta; Hestika Ardianty; Nur Rahmadhaniah; Nurcahyani Putri Rahmadani; Nur Aisyah; Maajid Surya Putra Ashari; Bachtiar Safrudin; Lenny Retnawati
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 7 No 2 (2025): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v7i2.668

Abstract

Cardiac arrest is a medical emergency that requires a quick response from first responders to increase the chances of survival. Dasawisma cadres, as part of the community, play an important role in providing first aid, so it is necessary to increase their knowledge through structured health education. This study aims to determine the effectiveness of health education on Basic Life Support in improving the knowledge of Dasawisma cadres. The research method used an intervention design with a sample of 14 Dasawisma cadres in Air Putih Village, Samarinda Ulu District who participated in a series of health education activities in the form of lectures, interactive discussions, demonstrations, and hands-on practice with teaching aids. Data were collected through pretest and posttest instruments to assess changes in the knowledge of Dasawisma cadres. The results showed a significant increase in the knowledge category from 35.7% before the intervention to 92.9% after the training. This increase indicates that the health education provided was able to improve the cadres' understanding of cardiac arrest recognition and the correct implementation of chest compressions. These findings prove that educational activities accompanied by direct demonstrations are effective in improving cadres' preparedness in handling emergencies. In conclusion, basic life support health education has been proven to significantly improve cadres' knowledge. It is recommended that similar training be conducted periodically and supplemented with practical evaluations so that cadres' skills are maintained and can be applied when emergencies occur in the community.