Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Literature Review Hubungan Behavioural Beliefs dengan Sikap Pencegahan Kekambuhan pada Pengguna Narkoba yang Sedang Menjalani Rehabilitasi Nur Aisyah; Ghozali Ghozali
Borneo Student Research (BSR) Vol 2 No 1 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara behavioural beliefs dengan sikap pencegahan kekambuhan pada pengguna narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain literature review. Databaes yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil penelitian yang sudah dilakukan dan diterbitkan dalam jurnal nasional dan internasional. Database jurnal yang digunakan adalah Pubmed, Ebsco, Science Direct, PMC-NCBI dan Google Scholar. Hasil: Berdasarkan hasil studi literature review yang dilakukan pada 17 artikel, dapat disimpulkan bahwa beberapa artikel menjelaskan bahwa adanya hubungan atau keterkaitan antara aspek-aspek behavioural beliefs seperti persepsi hambatan, persepsi manfaat dan persepsi kerentanan yang dirasakan oleh pengguna narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi terhadap sikap pencegahan kekambuhan atau penggunaan kembali narkoba. Manfaat: Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya.
Analisis Pemberian Makanan Tambahan terhadap Status Gizi Bayi-Balita Mardiana Mardiana; Sudirman Sudirman; Alif Oktaviana Putri; Ayu Mardiana; Muhammad Hersan Arifin; Nur Aisyah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.976

Abstract

Pada tahap awal pengenalan Makanan Pendamping ASI penting untuk diperhatikan usia pemberian, frekuensi dan jenis Makanan Pendamping ASI apa yang akan diberikan pada bayi. Makanan Pendamping ASI adalah makanan dan minuman yang diberikan pada bayi mulai dari usia 6 bulan sampai 24 bulan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Fenomena yang terjadi dimasyarakat pemberian Makananan Pendamping ASI diberikan sebelum bayi berusia 6 bulan, hal ini disebut dengan Makanan Pendamping ASI dini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pemberian makanan tambahan dengan status gizi bayi-balita di Dusun 1 Desa Loa Kulu Kota Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi-balita di Dusun 1 Desa Loa Kulu Kota yang berjumlah 216 dan jumlah sampel sebanyak 104 bayi-balita. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel observasional dan timbangan berat badan. Pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman dengan tingkat signifikansi ( α = 0,05). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa didapatkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0.001< α = 0.05 yang berarti ada hubungan antara pemberian makanan tambahan (PMT) dengan status gizi bayi-balita di Dusun 1 Desa Loa Kulu Kota Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENGETAHUAN KADER DASAWISMA tiara tiara; Sudarti Sudarti; Maghfira Anggreini; Nadia Novitasari; Insani Tiara Tirta; Hestika Ardianty; Nur Rahmadhaniah; Nurcahyani Putri Rahmadani; Nur Aisyah; Maajid Surya Putra Ashari; Bachtiar Safrudin; Lenny Retnawati
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 7 No 2 (2025): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v7i2.668

Abstract

Cardiac arrest is a medical emergency that requires a quick response from first responders to increase the chances of survival. Dasawisma cadres, as part of the community, play an important role in providing first aid, so it is necessary to increase their knowledge through structured health education. This study aims to determine the effectiveness of health education on Basic Life Support in improving the knowledge of Dasawisma cadres. The research method used an intervention design with a sample of 14 Dasawisma cadres in Air Putih Village, Samarinda Ulu District who participated in a series of health education activities in the form of lectures, interactive discussions, demonstrations, and hands-on practice with teaching aids. Data were collected through pretest and posttest instruments to assess changes in the knowledge of Dasawisma cadres. The results showed a significant increase in the knowledge category from 35.7% before the intervention to 92.9% after the training. This increase indicates that the health education provided was able to improve the cadres' understanding of cardiac arrest recognition and the correct implementation of chest compressions. These findings prove that educational activities accompanied by direct demonstrations are effective in improving cadres' preparedness in handling emergencies. In conclusion, basic life support health education has been proven to significantly improve cadres' knowledge. It is recommended that similar training be conducted periodically and supplemented with practical evaluations so that cadres' skills are maintained and can be applied when emergencies occur in the community.
Penerapan program GEMA IMUN untuk peningkatan pengetahuan imunisasi campak di Puskesmas Temindung Lia Kurniasari; Vallint Arya Pangesti; Nur Aisyah
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): September
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/alpatih.v4i3.812

Abstract

Campak masih menjadi masalah kesehatan karena penularannya sangat mudah dan risiko komplikasi lebih tinggi pada anak yang belum memperoleh imunisasi secara lengkap. Program GEMA IMUN (Gerakan Masyarakat Peduli Imunisasi) dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Temindung sebagai upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai campak dan imunisasi. Kegiatan dilaksanakan pada 18–19 Mei 2026 dengan melibatkan 18 ibu balita dan 21 siswa sekolah dasar. Pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan menggunakan flipbook digital, edukasi interaktif menggunakan Kartu Pintar Campak, konseling individu bagi ibu yang masih ragu, serta reminder jadwal Posyandu melalui grup WhatsApp. Penilaian pengetahuan dilakukan secara lisan melalui pre-test dan post-test. Pada kelompok ibu balita, proporsi peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik meningkat dari 27,8% (5 orang) menjadi 83,3% (15 orang), atau naik 55,5 poin persentase. Pada kelompok siswa sekolah dasar, hasil meningkat dari 38,1% (8 orang) menjadi 90,5% (19 orang), atau naik 52,4 poin persentase. Konseling pada satu ibu juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik dan respons yang lebih positif terhadap imunisasi, sedangkan reminder WhatsApp membantu menyampaikan informasi jadwal kepada tiga sasaran tidak aktif. Secara keseluruhan, GEMA IMUN menunjukkan bahwa edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik sasaran dan didukung pendekatan interpersonal serta pengingat digital dapat membantu meningkatkan pengetahuan imunisasi campak.