Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN ALUR PELAYANAN RADIOLOGI DI PUSKESMAS REJOSARI KOTA PEKANBARU Aulia Annisa; R. Sri Ayu Indrapuri; Asshy Artata; Aylsa Salsabilla; Darmawan Fitriansyah
Awal Bros Journal of Community Development Vol 7 No 1 (2026): Awal Bros Journal of Community Development
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/abjcd.v7i1.841

Abstract

Radiolog also known as x-rays, is a crucial supporting medical procedure in the diagnostic process, producing images of internal organs. Radiology examinations utilize X-rays to detect abnormalities and help doctors determine the appropriate medical treatment. In Indonesia, radiology services can only be provided in hospital-level health facilities because they require standardized equipment and medical personnel. Meanwhile, community health centers (Puskesmas), as primary health care facilities, play a role in providing promotive and preventive services and referring patients to advanced health care facilities, including for radiology examinations. Puskesmas patients who utilize referral services often encounter difficulties understanding the radiology service process, particularly regarding differences in administrative procedures based on the type of financing, such as BPJS Kesehatan (Healthcare Social Security), private insurance, and general insurance. This often leads to confusion and delays in service delivery. To address these challenges, direct counseling for Puskesmas patients is a strategic step. Through face-to-face counseling, both individually and in groups, patients can receive detailed information about procedures, required documents, and service stages according to their chosen financing type.This counseling aims to improve public understanding of the radiology service process, reduce administrative errors, and expedite the service process. Through interactive, direct delivery, patients can obtain solutions to specific challenges they face. It is hoped that this education will create more efficient, transparent radiology services and facilitate patient access to the healthcare they need.
MANAGEMENT OF APPENDICOGRAM EXAMINATION WITH THE APPENDICITIS CLINICIAN AT THE AULIA HOSPITAL RADIOLOGY INSTALLATION Asshy Artata; Doni Aprialdi Panjaitan; Nurhayati Lumbantoruan
Medical Imaging and Radiation Protection Research Journal Vol 5 No 2 (2025): Medical Imaging and Radiation Protection Research (MIROR) Journal
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/miror.v5i2.1000

Abstract

Modalitas konvensional CR ( Computer Tomography) sangat berguna memperoleh diagnosa pada apendix . Appendicogram adalah pemeriksaan appendix berupa foto yang dapat membantu melihat adanya sumbatan atau kotoran pada usus buntu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan Apendikogram dengan apendisitis klinis di Instalasi Aulia Hospital , untuk mengetahui mengapa terdapat perbedaan teknik pemeriksaan apendikogram antara teori dan Aulia Hospital. dan melihat hasil radiografi Appendicogram dengan waktu tunggu enam jam. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi langsung ,wawancara dengan informan dan dokumentasi yang di lakukan di Aulia Hospital .Objek penelitian adalah 1 orang pasien yang telah menjalani pemeriksaan apendikogram dengan klinis apendisitis di RS Aulia Hospital. Hasil penelitian ini adalah tentang prosedur pemeriksaan appendicogram dengan klinis appendisitis di Instalasi Radiologi Aulia Hospital. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya dalam penatalaksanaan pemeriksaan appendicogram pada setelah minum media kontras pasien tidak diperbolehkan buang air besar hingga pemeriksaan dilakukan. Waktu tunggu yang di gunakan di Instalasi Radiologi Aulia Hospital yaitu minimal 6-7 jam sedangkan 12 jam merupakan waktu maksimal. Dalam waktu tunggu 6-7 jam tersebut kontras sudah mencapai area appendix dan sudah dapat untuk menegakkan diagnosa. Proyeksi yang di gunakan yaitu plan foto, AP Kontras, RPO, LPO, dan jika masih kurang menegakkan diagnosa maka di tambah proyeksi lateral.