Abdul Rahman Lubis
Universitas Alma Ata

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Jenis Pelarut Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) Emelda emelda; Ade Lia Putri; Abdul Rahman Lubis; Alvina Fitriya Dewi; Ani Octaviani; Bariqna'im Katon Haryanggita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.24406

Abstract

Lamtoro leaves (Leucaena leucocephala) have long been a traditionally used plant because they are rich in nutrients and have several health benefits. Antioxidants are compounds that can protect organisms from oxidation and free radicals, which are factors that cause cell damage. This study aims to determine the IC50 value and antioxidant activity of 70% ethanol extract and acetone extract from lamtoro leaves. The extraction of lamtoro leaves was carried out using the soaking method with 70% ethanol solvent and acetone solvent, respectively. The antioxidant activity test was carried out by determining the free radical inhibitory activity of DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Absorbance measurements were carried out using a UV-Vis Spectrofotometer at a wavelength of 517 nm. 70% ethanol extract and acetone extract of lamtoro leaves have very strong antioxidant activity with IC50 values of 41.18 ppm and 3,87 ppm, respectively. This result is the same as the comparison, namely vitamin C, which also has very strong antioxidant activity with IC50 value of 1.42 ppm. The conclusion of this research is that the acetone extract of lamtoro leaves have very strong antioxidant activity because they are still in the range of less than 50 ppm.
Pengaruh Variasi Jenis Pelarut Terhadap Kadar Flavonoid dan Fenolik Total Esktrak Etanol Umbi Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Nadia Tus Saroya; Wahyu Yuliana Solikah; Emelda Emelda; Rizal Fauzi; Abdul Rahman Lubis
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.27991

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid, fenolik, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan. Flavonoid merupakan senyawa fenolik alami yang sangat umum ditemukan pada berbagai jenis tanaman. Senyawa ini mengandung satu atau lebih gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada cincin aromatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jenis pelarut terhadap kadar total flavonoid dan fenolik dalam ekstrak umbi lobak putih. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi maserasi umbi lobak putih dengan menggunakan variasi pelarut yaitu etanol 70%, Etil Asetat, dan N-heksana. Pengukuran kadar flavonoid dan fenolik total dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.Hasil skrining fitokimia pada masing-masing ekstrak mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenolik. Diperoleh kadar total flavonoid ekstrak umbi lobak putih pada pelarut etanol 70%, Etil Asetat, dan N-heksana berturut-turut 3,433 ± 0,298 mgQE/g; 0,146 ± 0,012 mgQE/g; 0,516 ± 0,026 mgQE/g. Sementara kadar total fenolik berturut-turut yaitu 24,53 ± 0,502 mgGAE/g; 4,4 ± 2,367 mgGAE/g; 6,65 ± 4,038 mgGAE/g. Berdasarkan hasil  analisis One Way ANOVA membuktikan bahwa variasi jenis pelarut memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak umbi lobak putih dengan nilai signifikansi masing-masing 0,000* dan 0,001* (P<0,05).