Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH PUSKESMAS LIKUPANG Arifa Usman; Arini Purnama Sari; Rismawati; Wati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i2.119

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu upaya utama pemerintah Indonesia untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu metode kontrasepsi yang diandalkan dalam program ini adalah Intra Uterine Device (IUD). IUD dikenal karena efektivitasnya yang tinggi dan kemudahan penggunaannya dalam jangka panjang tanpa memerlukan intervensi rutin. Meskipun memiliki banyak manfaat, tingkat penggunaan IUD di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya. Sikap dan persepsi ibu terhadap IUD memainkan peran penting dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD. Di Minahasa Utara khususnya di wilayah kerja Puskesmas Likupang, ada nilai-nilai dan norma budaya yang kuat yang mempengaruhi pilihan kontrasepsi. Beberapa masyarakat lebih memilih metode yang dianggap sesuai dengan tradisi atau pandangan mereka. Metode kontrasepsi yang lebih dikenal dan dianggap aman, seperti implan atau suntik, menjadi lebih diterima secara budaya dibandingkan dengan IUD, yang mungkin dianggap kurang familiar atau tidak sesuai dengan nilai-nilai lokal. Mahmudah dan Istiqamah (2023) dalam penelitiannya menemukan bahwa ada pengaruh sikap (pvalue 0,033) terhadap minat ibu untuk memilih metode kontrasepsi IUD (Jurnal et al., 2023). Putri dan Raudhatun (2021) dalam penelitiannya mengatakan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi (ρ=0,001) dengan minat PUS menggunakan IUD di Puskesmas Darul Imarah (Santy & Za, 2021). Selain itu, pengaruh informasi yang diterima ibu melalui berbagai media saluran komunikasi turut membentuk sikap dan persepsi mereka terhadap IUD. Magdalena & Donal (2021) menemukan bahwa media informasi memiliki peran signifikan dengan nilai p value (sig) 0,99 < 0.05, OR 0,00 terhadap minat ibu dalam memilih kontrasepsi IUD (Pardosi et al., 2021)
Pengaruh Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Dalam Persiapan Menjalani Operasi Sectio Caesarea Di RSUD Hajjah Andi Depu: The Effect of Benson Relaxation on Anxiety in Pregnant Women Preparing for a Caesarean Section at Hajjah Andi Depu Regional Hospital Nurhaeda; Irmawati; Nurumi Rahmawati; Wati; Rosdiana
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10195

Abstract

Latar Belakang : Relaksasi Benson merupakan cara relaksasi yang didalam prosesnya menggabungkan keyakinan seseorang sehingga mempercepat keadaan otot menjadi relaks. Perubahan psikologis pada pasien pre operasi sebagian besar antara lain adalah cemas mengenai operasi yang akan dijalaninya. Relaksasi benson yang dilakukan selama 15 menit dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui apakah ada pengaruh relaksasi benson terhadap kecemasan pada ibu hamil dalam menjalani pre operasi sectio caesarea. Metode Penelitian : Pre eksperimental design dengan metode: one group pre-post test design, populasi seluruh ibu yang mengalami stres sebelum dilakukan tindakan sectio caesarea di Kamar Bersalin RSUD Hajjah Andi Depu sebanyak 30 orang dengan sample sebanyak 23 orang. Variabel independen pengaruh relaksasi benson, variabel dependen stres pada ibu dalam menghadapi sectio caesarea. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan SOP. Analisa data dengan uji Wilcoxon. Relaksasi benson dilakukan selama 15 menit. Instrumen ZSAS (Zung-Self Anxiety Rating Scale). Hasil : Didapatkan sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebelum diberikan relaksasi benson sebanyak 12 orang (52,2 %) dan setelah di berikan relaksasi responden mengalami perubahan pada kecemasan sedang menjadi stres ringan dengan jumlah responden sebanyak 12 orang (52,2%). Hasil SPSS menujukkan uji Wilcoxon didapatkan nilai P=0,013 <0,5 ada pengaruh relaksasi benson terhadap stres pada ibu dalam menghadapi sectio caesarea di Kamar Bersalin RSUD Hajjah Andi Depu. Kesimpulan: Responden mengalami penurunan tingkat kecemasan setelah di berikan relaksasi bensondari tingkat cemas sedang menjadi cemas ringan. Ada pengaruh relaksasi benson terhadap stres pada ibu dalam menghadapi sectio caesarea.
Pencegahan Pernikahan Dini melalui Edukasi dan Konseling A.Fatimah Jamir; Andi Tenri Angka; Ummu Kalsum; Wati; Sarifah Syahira
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v2i3.460

Abstract

Early marriage remains a significant issue in Indonesia, including in South Sulawesi, with negative impacts on health, education, and social welfare. These impacts include high school dropout rates, reproductive health issues, and increased maternal and infant mortality rates. This community service activity aims to provide education and counseling to second-semester students of the Faculty of Business at Universitas Mega Buana Palopo regarding the dangers of early marriage and the importance of future planning. The methods used in this activity include lectures, group discussions, and individual counseling. Through the lectures, students were provided with information about the health, social, and psychological risks associated with early marriage. Group discussions aimed to enhance students' understanding and awareness of the importance of education and future planning before marriage. Additionally, individual counseling was conducted to provide more personalized support related to issues students might face. The results of the activity showed an increase in students' knowledge and awareness of the negative impacts of early marriage, as well as a positive attitude toward preventing early marriage. This activity is expected to serve as a sustainable campus-based early marriage prevention model that can be applied to other universities. With proper education and counseling, it is hoped that students will make wiser decisions regarding marriage and future planning. Improved knowledge will reduce the prevalence of early marriage and mitigate its negative effects on individuals and society.