Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMANFAATAN USG DI KLINIK WIJAYA KUSUMA MAKASSAR Yenni Yenni; Andi Tenri Angka
Public Health And Medicine Journal Vol. 2 No. 1 (2024): PAMA Edisi Februari 2024
Publisher : ILRSCentre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59583/pama.v2i1.82

Abstract

Ultrasonografi (USG) adalah Salah satu upaya pemeriksaan kandunganatau antenatal care (ANC) Pada ibu hamil untuk mengetahui kondisi janin dalam tubuh.USG merupakan moda pencitraan dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggiyang menghasilkan gambaran irisan melintang dari janin. Pemeriksaan kandungan denganUSG dapat mengetahui ada atau tidaknya kehamilan hidup atau tidaknya janin lokasi dariplasenta dan umur gestasi. Pemeriksaaan kandungan dengan USG merupakan standar yangtidak wajib namun diharapkan pemeriksaan tersebut dapat mendeteksi lebih dini keadaanyang berisiko terhadap janin Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungantingkat ibu hamil tentang pemanfaatan USG Di klinik Wijaya Kusuma Makassar. Metode ,penelitian ini merupakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional.Penelitian ini di lakukan di Klinik Wijaya Kusuma Makassar dengan sampel 44 responden.Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan metode samplel jenuh. Pengumpulandata dilakukan menggunakan kuesioner. Data yang di peroleh menggunakan SPSS hasilnyadari 44 responden, tingkat pengetahuan terbanyak yaitu pengetahuan cukup 39 (88,6)responden sedangkan tingkat pengetahuan kurang 5 (11,4) responden, dan ibu hamil yangmemanfaatkan USG 36 (81,8) sedangkan tidak memanfaatkan 8 (18,2) responden. Hasiluji person chi-square adalah sebesar 0.000. karena nilai Asymp.sig.(2-sided) 0.000<0,05,maka berdasarkan dasar pengambilan keputusan diatas bahwa H0 di tolak dan Ha diterima. . Kesimpulan Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa” ada hubungan antarapengetahuan ibu hamil terhadap pemanfaatan USG”.
Analisis Faktor Determinan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kebidanan Syarifah Sahirah; Andi Mustika Fadillah Rizki; Wahidah Munir; Andi Tenri Angka; Ernawati Ernawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.689

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan ibu dan anak  merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kebidanan di Poli Kesehatan Ibu dan Anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analaitik dengan desain cross-sectional. Menggunakan teknik sample accidental sampling atau systematic random sampling ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung di Poli Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Sudiang selama periode Februari Maret 2026 sebanyak 122 dan besaran jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin yaitu 94 responden. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Program Statistik SPSS versi 25.0 dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien di Poli KIA merasa puas terhadap mutu pelayanan kebidanan yang diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien (p < 0,05). Kesimpulan : Secara multivariat, seluruh variabel berpengaruh terhadap kepuasan pasien, dengan empati (empathy) sebagai faktor yang paling dominan, diikuti oleh daya tanggap (responsiveness). Hal ini menunjukkan bahwa selain aspek fasilitas dan ketepatan pelayanan, sikap peduli, komunikasi, dan kecepatan pelayanan tenaga kesehatan sangat menentukan tingkat kepuasan pasien. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kebidanan perlu difokuskan pada penguatan aspek interpersonal, khususnya empati dan responsivitas, untuk meningkatkan kepuasan pasien secara optimal
Pencegahan Pernikahan Dini melalui Edukasi dan Konseling A.Fatimah Jamir; Andi Tenri Angka; Ummu Kalsum; Wati; Sarifah Syahira
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v2i3.460

Abstract

Early marriage remains a significant issue in Indonesia, including in South Sulawesi, with negative impacts on health, education, and social welfare. These impacts include high school dropout rates, reproductive health issues, and increased maternal and infant mortality rates. This community service activity aims to provide education and counseling to second-semester students of the Faculty of Business at Universitas Mega Buana Palopo regarding the dangers of early marriage and the importance of future planning. The methods used in this activity include lectures, group discussions, and individual counseling. Through the lectures, students were provided with information about the health, social, and psychological risks associated with early marriage. Group discussions aimed to enhance students' understanding and awareness of the importance of education and future planning before marriage. Additionally, individual counseling was conducted to provide more personalized support related to issues students might face. The results of the activity showed an increase in students' knowledge and awareness of the negative impacts of early marriage, as well as a positive attitude toward preventing early marriage. This activity is expected to serve as a sustainable campus-based early marriage prevention model that can be applied to other universities. With proper education and counseling, it is hoped that students will make wiser decisions regarding marriage and future planning. Improved knowledge will reduce the prevalence of early marriage and mitigate its negative effects on individuals and society.