Erly Yunita
Universitas Paramadina

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi dan Justifikasi Kekerasan Terhadap Perempuan di Ranah Domestik: Kajian Psikologi Forensik tentang Dinamika Normalisasi Kekerasan Erly Yunita; Wiwik Sulistyaningsih
Journal Psikologi Forensik Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 No 1: 2026
Publisher : Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71088/jpfi.v6i1.106

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan di ranah domestik masih menjadi fenomena sosial yang kompleks dan berkelanjutan di Indonesia. Berdasarkan data dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DKI Jakarta, sepanjang Januari hingga Oktober 2025 tercatat 1919 kasus kekerasan terhadap Perempuan. Data Komnas Perempuan (2024) menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan berbasis gender terjadi di ruang personal dengan pelaku utama adalah pasangan atau suami. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan tindakan fisik, tetapi juga mencerminkan proses psikologis dan budaya yang menormalisasi kekerasan sebagai sesuatu yang wajar dalam relasi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana persepsi dan justifikasi kekerasan terhadap perempuan terbentuk, dipelihara, dan dinormalisasi dalam konteks domestik melalui perspektif psikologi forensik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, melibatkan 5 partisipan perempuan korban kekerasan dalam relasi domestik yang berdomisili di DKI Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu: (1) internalisasi persepsi kekerasan sebagai bentuk kasih sayang dan pengorbanan, (2) justifikasi moral dan religius terhadap tindakan pelaku, serta (3) normalisasi kekuasaan patriarki yang membentuk ketergantungan emosional korban. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan strategi perlindungan dan rehabilitasi korban berbasis gender yang lebih efektif di
Gambaran Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak: Dapatkah Keluarga Melindungi Anak? Wiwik Sulistyaningsih; Erly Yunita
Journal Psikologi Forensik Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 No 1: 2026
Publisher : Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71088/jpfi.v6i1.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kekerasan seksual pada anak dan penjelasan latar belakang keluarganya. Subjek penelitian adalah lima orang anak korban kekerasan seksual, yang kesemuanya telah menjadi kasus forensik dengan melibatkan aparat penegak hukum dalam penanganannya. Adapun kriteria subjek adalah: anak berusia dibawah 17 tahun, menjadi korban kekerasan seksual, kasusnya ditangani oleh aparat hukum, dan lokasi kejadian di sekitar Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap anak dan wawancara terhadap orangtua serta pendamping anak. Analisis data secara kualitatif dengan cara mendeskripsikan, membuat kategori, dan interpretasi data. Hasil penelitian menemukan: (1) korban dan pelaku, melibatkan sesama dan lawan jenis; (2) lokasi dan konteks kejadian, terjadi di lingkungan sekolah, area ketetanggaan, dan area publik; (3) dampak pada anak, menimbulkan problem psikologis, sosial, dan hambatan pendidikan anak; (4) latar belakang keluarga, anak berada dalam struktur keluarga dimana figur ayah sebagai pelindung berperan minimal atau absen, serta kurangnya komunikasi antar anggota keluarga. Dapat disimpulkan bahwa kekerasan seksual pada anak terjadi bukan semata-mata akibat kurangnya perlindungan keluarga namun juga akibat kurangnya perlindungan yang diberikan oleh support system untuk anak, seperti lingkungan sekolah, ketetanggaan, kesadaran masyarakat, hingga pejabat dan aparat penegak hukum.
Child Abuse in Psychosocial Aspects and Parenting Patterns: A Study of Parents as Perpetrators Erly Yunita; Wiwik Sulistyaningsih
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 04 (2026): October 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i04.9398

Abstract

The increasing incidence of child violence in the Special Capital Region of Jakarta highlights the need to understand the psychological mechanisms underlying parents’ abusive behavior. This study examined the psychosocial dynamics of parents who perpetrate child abuse using Abidin’s Parenting Stress Model as the theoretical framework. A mixed-methods phenomenological design was employed involving five parents of children aged 5-13 years who had engaged in abusive behavior. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation, and psychological assessment using the Parenting Stress Scale (PSS) and Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21). All participants (100%) demonstrated high to very high parenting stress (PSS = 42–50). Emotional stress was the dominant dimension (M = 24.0; severe to extremely severe). Parenting stress showed a very strong correlation with emotional stress (r = 0.86). Factor analysis revealed a single latent construct, Integrated Parenting Distress, explaining 78% of the variance. Qualitative findings indicated that violence emerged as a reactive caregiving response driven by emotional exhaustion, negative child perception, and intergenerational normalization of harsh discipline. Child abuse is therefore better understood as a manifestation of integrated psychological pressure within the parenting system rather than a reaction to child behavior alone. The findings support family-based preventive interventions emphasizing parental emotion regulation and inform urban child-protection policy development. Keywords: child abuse, parenting stress, psychosocial dynamics