Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Organologi Alat Musik Taganing Batak Toba Ruth Naradhea Simanjuntak; Mauly Purba; Yoe Anto Ginting
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 8 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i8.2787

Abstract

Taganing merupakan  alat musik yang berasal dari Sumatera Utara Batak Toba. Alat musik ini masuk dalam klasifikasi Membranofon (alat musik yang sumber bunyinya dari membran atau kulit hewan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis organologi alat musik tradisional Taganing Batak Toba dari aspek struktural dan fungsional. Masalah penelitian difokuskan pada pemahaman komprehensif mengenai struktur fisik, bahan baku, fungsi, dan teknik penyetelan (tuning) alat musik Taganing yang masih belum terdokumentasi secara akademis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap pengrajin dan praktisi musik Batak Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taganing merupakan alat musik membranofon yang terdiri dari enam komponen utama dengan lima buah gendang berukuran berbeda (odap-odap, Paidua Opdap, Painonga, Paidua Ting-Ting, dan Ting-Ting) serta satu gendang besar (Gordang). Bahan utama pembuatan menggunakan kayu nangka tua dengan membran kulit lembu atau kerbau. Sistem tuning dimulai dari Ting-ting sebagai nada dasar yang diselaraskan dengan Ogung Ihutan, mencerminkan filosofi "Marguru tu Taganing" dalam budaya Batak Toba. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi pada dokumentasi warisan budaya musik tradisional Indonesia dan dapat dijadikan referensi untuk pelestarian serta pengembangan alat musik tradisional Nusantara.
Kajian Musik Pengiring pada Tari Zapin Bengkalis sebagai Identitas Budaya Melayu Riau Gina Yessica Br Simanjuntak; Yoe Anto Ginting; Rahmatika Luthfiana Sholikhah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18838

Abstract

Penelitian ini membahas musik pengiring Tari Zapin Bengkalis sebagai bagian dari identitas budaya Melayu di Riau pada Sanggar Rumah Seni Balai Proco Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian musik pengiring dan menganalisis fungsinya dalam pertunjukan Tari Zapin Bengkalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori fungsi musik Alan P. Merriam dan teori struktur musik Bruno Nettl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik pengiring dimainkan secara langsung menggunakan instrumen tradisional seperti gambus, marwas, rebana, dan vokal. Musik berfungsi sebagai pengatur tempo dan ritme tari, pembangun suasana pertunjukan, pendukung ekspresi penari, dan elemen estetika dalam pertunjukan. Struktur musik terdiri dari bagian pembuka, inti, dan penutup yang saling terkait dengan gerakan tari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik pengiring merupakan elemen utama yang menciptakan kesatuan pertunjukan dan memperkuat identitas budaya Melayu dalam Tari Zapin Bengkalis.