Penelitian ini membahas musik pengiring Tari Zapin Bengkalis sebagai bagian dari identitas budaya Melayu di Riau pada Sanggar Rumah Seni Balai Proco Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian musik pengiring dan menganalisis fungsinya dalam pertunjukan Tari Zapin Bengkalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori fungsi musik Alan P. Merriam dan teori struktur musik Bruno Nettl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik pengiring dimainkan secara langsung menggunakan instrumen tradisional seperti gambus, marwas, rebana, dan vokal. Musik berfungsi sebagai pengatur tempo dan ritme tari, pembangun suasana pertunjukan, pendukung ekspresi penari, dan elemen estetika dalam pertunjukan. Struktur musik terdiri dari bagian pembuka, inti, dan penutup yang saling terkait dengan gerakan tari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik pengiring merupakan elemen utama yang menciptakan kesatuan pertunjukan dan memperkuat identitas budaya Melayu dalam Tari Zapin Bengkalis.
Copyrights © 2026