Kedisiplinan merupakan bagian penting dalam pendidikan dasar karena berperan dalam membentuk perilaku tertib, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur diri siswa. Namun, praktik penerapan disiplin di sekolah dasar masih bervariasi dan belum sepenuhnya dipahami secara menyeluruh. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan untuk mengkaji lebih dalam bagaimana disiplin diterapkan dalam konteks pendidikan dasar, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan penerapan disiplin pada siswa sekolah dasar melalui kajian terhadap sepuluh artikel ilmiah yang relevan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik literature review. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel Google Scholar tahun 2020–2025 menggunakan kata kunci “penerapan disiplin siswa sekolah dasar”, “disiplin siswa”, “kedisiplinan siswa SD”, dan “discipline in elementary school”. Sebanyak sepuluh artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik, aksesibilitas, dan relevansi. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk menelaah pola penerapan disiplin, strategi pembinaan siswa, dan konteks pendidikan yang mempengaruhi praktik tersebut. Ketelitian hasil analisis ditingkatkan melalui triangulasi sumber dengan cara membandingkan, menghubungkan, dan menyintesiskan temuan dari berbagai artikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa artikel-artikel Indonesia menekankan bahwa disiplin dibentuk melalui pembiasaan, keteladanan guru, rutinitas sekolah, serta budaya yang konsisten dalam kegiatan sehari-hari. Guru berperan sebagai tokoh sentral yang membentuk perilaku disiplin melalui contoh nyata dan penguatan positif. Di sisi lain, artikel luar negeri menunjukkan bahwa disiplin dipahami sebagai proses dukungan perilaku yang berorientasi pada hubungan sosial-emosional, dengan pendekatan seperti positive discipline, restorative practices, dan multi-tiered systems of support (MTSS). Strategi ini mencakup komunikasi empatik, konsekuensi logis, dialog reflektif, pemantauan perilaku, dan intervensi bertingkat sesuai kebutuhan siswa. Perbandingan kedua kelompok artikel memperlihatkan bahwa konteks budaya dan kebijakan pendidikan sangat mempengaruhi strategi yang diterapkan, namun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk perilaku disiplin yang berkelanjutan dan mendukung keberhasilan belajar. Penelitian ini memiliki batasan karena hanya mengandalkan sumber literatur tanpa data lapangan sehingga hasilnya dipengaruhi oleh konteks artikel yang dianalisis. Selain itu, perbedaan sistem pendidikan antar negara dapat mempengaruhi generalisasi temuan. Secara keseluruhan, kajian ini mengimplikasikan bahwa integrasi pembiasaan karakter dan pendekatan disiplin positif dapat menjadi strategi yang lebih komprehensif untuk diterapkan di sekolah dasar. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya untuk mengembangkan model disiplin yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa dan sesuai dengan konteks sekolah di Indonesia.