This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Modul Ajar Matematika Fase B Menggunakan Artificial Intellegence (AI) Animal Rescue Intan Rainy Mardiana Azhari; Rizka Ananda Rahmadietha; Nuraini Cantik Rizki Pramono
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20962

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar kerap dianggap sulit dan membosankan oleh siswa, terutama saat mempelajari konsep dasar seperti perkalian bilangan cacah yang bersifat abstrak dan membutuhkan pemahaman logis. Namun, masih terbatas kajian yang secara spesifik menganalisis kualitas modul ajar matematika yang mengintegrasikan struktur pembelajaran, strategi aktif, dan pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan komponen pembelajaran dalam modul ajar “Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100” kelas IV SD, mengkaji strategi pembelajaran yang digunakan, serta mengulas peran media berbasis AI dalam mendukung pemahaman konsep matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi terhadap satu dokumen modul ajar. Data diperoleh melalui telaah dokumen, dan dianalisis melalui tiga tahap: identifikasi, penelaahan, dan interpretasi. Instrumen penelitian berupa lembar analisis isi yang difokuskan pada tiga aspek utama: struktur modul ajar, strategi pembelajaran, dan pemanfaatan media berbasis AI, khususnya permainan edukatif Math Games: Animal Rescue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar disusun secara sistematis dengan komponen lengkap, termasuk tujuan pembelajaran bertahap, kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman konkret, asesmen formatif dan sumatif, serta pengayaan dan remedial. Strategi Discovery Learning dan Cooperative Learning yang digunakan terbukti relevan dengan karakteristik siswa sekolah dasar, karena mendorong eksplorasi, diskusi kelompok, dan refleksi mandiri. Di sisi lain, pemanfaatan media berbasis AI seperti Animal Rescue memberikan kontribusi positif dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan gaya belajar visual dan kinestetik siswa. Media ini membantu meningkatkan motivasi, partisipasi, serta pemahaman siswa terhadap konsep perkalian. Selain itu, penggunaan aplikasi digital lain seperti Quizizz dan Canva turut memperkaya variasi aktivitas belajar yang adaptif terhadap kebutuhan siswa abad ke-21. Keterbatasan dari penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang hanya mencakup analisis dokumen tanpa uji coba implementasi langsung di kelas, sehingga efektivitas nyata modul dalam praktik pembelajaran belum dapat dipastikan secara menyeluruh. Untuk itu, penelitian lanjutan disarankan agar melibatkan observasi kelas dan pengukuran dampak terhadap hasil belajar siswa. Kesimpulannya, modul ajar ini menunjukkan potensi yang besar sebagai perangkat pembelajaran matematika yang tidak hanya sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dan karakteristik peserta didik melalui integrasi media digital berbasis AI.
Analisis Isi Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas II SD Berbasis Wordwall pada Materi Kosa Kata Tema Family Mega Febriani Sya; Rizka Ananda Rahmadietha; Intan Rainy Mardiana Azhari; Nuraini Cantik Rizki Pramono
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21167

Abstract

Penguasaan kosa kata merupakan bagian fondasi penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. Namun, proses pembelajaran kosa kata masih sering dilakukan secara pasif dan monoton, tanpa melibatkan media yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi modul ajar Bahasa Inggris kelas II SD yang disusun oleh mahasiswa PGSD, dengan fokus pada integrasi media pembelajaran interaktif berbasis AI, yaitu Wordwall, dalam mendukung penguasaan kosa kata bertema “family”. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitati dengan analisis isi sebagai metodenya. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap dokumen modul, kemudian dianalisis berdasarkan empat komponen utama pembelajaran, yaitu tujuan, kegiatan inti, media yang digunakan, dan bentuk evaluasi. Analisis juga menyoroti bagaimana Wordwall diterapkan dalam kegiatan inti pembelajaran serta potensi kontribusinya terhadap keterlibatan siswa dan pemahaman kosakata. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul dirancang secara sistematis dan kontekstual. Tujuan pembelajaran mencakup aspek kognitif dari tingkat dasar hingga analisis. Kegiatan inti melibatkan aktivitas variatif seperti pengenalan kosakata, latihan interaktif melalui Quizizz, dan permainan Wordwall. Wordwall digunakan dalam bentuk game matching yang mengaitkan kata dengan gambar anggota keluarga, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Media ini tidak hanya berperan sebagai alat bantu visual, tetapi juga mencerminkan penggunaan teknologi pembelajaran berbasis AI yang responsif dan adaptif. Evaluasi dalam modul dilakukan secara menyeluruh, termasuk asesmen individu, refleksi, dan rubrik penilaian yang jelas. Modul ini menunjukkan bahwa pendekatan sederhana, jika dirancang secara tepat, mampu menciptakan pembelajaran kosa kata yang efektif. Namun, penelitian ini memiliki batasan karena hanya menganalisis satu dokumen modul tanpa uji implementasi langsung di lapangan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini belum dapat diterapkan secara umum. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas modul di kelas nyata serta membandingkan penggunaan Wordwall dengan media digital lainnya. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya kesiapan calon guru dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi yang kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan siswa abad ke-21.
Penerapan Disiplin Siswa Sekolah Dasar Intan Rainy Mardiana Azhari; Ribka Tefa; Rusi Rusmiati Aliyyah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23436

Abstract

Kedisiplinan merupakan bagian penting dalam pendidikan dasar karena berperan dalam membentuk perilaku tertib, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur diri siswa. Namun, praktik penerapan disiplin di sekolah dasar masih bervariasi dan belum sepenuhnya dipahami secara menyeluruh. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan untuk mengkaji lebih dalam bagaimana disiplin diterapkan dalam konteks pendidikan dasar, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan penerapan disiplin pada siswa sekolah dasar melalui kajian terhadap sepuluh artikel ilmiah yang relevan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik literature review. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel Google Scholar tahun 2020–2025 menggunakan kata kunci “penerapan disiplin siswa sekolah dasar”, “disiplin siswa”, “kedisiplinan siswa SD”, dan “discipline in elementary school”. Sebanyak sepuluh artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik, aksesibilitas, dan relevansi. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk menelaah pola penerapan disiplin, strategi pembinaan siswa, dan konteks pendidikan yang mempengaruhi praktik tersebut. Ketelitian hasil analisis ditingkatkan melalui triangulasi sumber dengan cara membandingkan, menghubungkan, dan menyintesiskan temuan dari berbagai artikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa artikel-artikel Indonesia menekankan bahwa disiplin dibentuk melalui pembiasaan, keteladanan guru, rutinitas sekolah, serta budaya yang konsisten dalam kegiatan sehari-hari. Guru berperan sebagai tokoh sentral yang membentuk perilaku disiplin melalui contoh nyata dan penguatan positif. Di sisi lain, artikel luar negeri menunjukkan bahwa disiplin dipahami sebagai proses dukungan perilaku yang berorientasi pada hubungan sosial-emosional, dengan pendekatan seperti positive discipline, restorative practices, dan multi-tiered systems of support (MTSS). Strategi ini mencakup komunikasi empatik, konsekuensi logis, dialog reflektif, pemantauan perilaku, dan intervensi bertingkat sesuai kebutuhan siswa. Perbandingan kedua kelompok artikel memperlihatkan bahwa konteks budaya dan kebijakan pendidikan sangat mempengaruhi strategi yang diterapkan, namun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk perilaku disiplin yang berkelanjutan dan mendukung keberhasilan belajar. Penelitian ini memiliki batasan karena hanya mengandalkan sumber literatur tanpa data lapangan sehingga hasilnya dipengaruhi oleh konteks artikel yang dianalisis. Selain itu, perbedaan sistem pendidikan antar negara dapat mempengaruhi generalisasi temuan. Secara keseluruhan, kajian ini mengimplikasikan bahwa integrasi pembiasaan karakter dan pendekatan disiplin positif dapat menjadi strategi yang lebih komprehensif untuk diterapkan di sekolah dasar. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya untuk mengembangkan model disiplin yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa dan sesuai dengan konteks sekolah di Indonesia.