p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Bussiness Process Model And Notation (BPMN) Analisis Dan Desain Sistem Produksi Cokelat Batang Sandra Nurul Aulia; Aditia Ginantaka
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.19370

Abstract

Penggunaan pendekatan Business Process Model and Notation (BPMN) bertujuan untuk menganalisis dan memodelkan sistem produksi cokelat batang. Proses produksi yang kompleks memerlukan representasi yang sistematis dan terstruktur agar dapat dimengerti oleh berbagai pihak yang terlibat. Dalam studi ini, dilakukan identifikasi terhadap tahapan-tahapan utama produksi mulai dari penerimaan biji kakao, pemrosesan kakao, pencampuran bahan tambahan, hingga pengemasan produk akhir. Pemodelan BPMN digunakan untuk menggambarkan alur proses secara visual, melibatkan stakeholder penting dan interaksi antar aktivitas. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa BPMN dapat digunakan sebagai alat bantu yang efektif dalam perancangan dan evaluasi sistem produksi pangan, serta dasar dalam optimasi peoses dan pengendalian mutu.
Sistem Pemasaran Produk Kosmetik Lokal dengan Metode Interpretative Structural Modeling (ISM) Sandra Nurul Aulia; Yurandani Muharrama; Aditia Ginantaka
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21284

Abstract

Industri kosmetik lokal Indonesia berkembang pesat didorong oleh tren kecantikan, media sosial, dan kesadaran akan perawatan diri. Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum mampu merancang sistem pemasaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen kunci dalam sistem pemasaran produk kosmetik lokal menggunakan metode Interpretative Structural Modeling (ISM). Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antar elemen strategis dan memetakan prioritas dalam penyusunan strategi pemasaran. Penelitian dilakukan melalui diskusi dengan dua pakar untuk menentukan elemen penting, yang kemudian dianalisis menggunakan aplikasi Exsimpro dengan pendekatan hubungan V-A-X-O. Tujuh elemen dianalisis, meliputi diferensiasi produk, digital marketing, distribusi pasar, edukasi konsumen, branding produk, promosi, dan kemitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing merupakan elemen paling berpengaruh dalam sistem, diikuti oleh diferensiasi dan branding. Edukasi konsumen juga menjadi elemen kunci yang dapat memperkuat persepsi dan loyalitas konsumen. Temuan ini memberikan gambaran struktural bagi pelaku usaha untuk menyusun strategi yang efektif dan berorientasi pada pasar. Penelitian ini memiliki keterbatasan jumlah pakar dan ruang lingkup, sehingga disarankan untuk diperluas pada penelitian selanjutnya dengan melibatkan lebih banyak responden dan produk.