p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendugaan Umur Simpan Produk Frozen Food Menggunakan Metode ASLT Model Arrhenius terhadap Variasi Suhu Penyimpanan Arti Hastuti; Fauzan Sabtaji; Fitriah Nur Hasanah; Siti Anisa Maulida Yanti; Zahra Nurul Fadila
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.19942

Abstract

Kerusakan pangan merupakan salah satu penyebab utama pemborosan makanan di seluruh dunia. Produk olahan berbasis daging seperti sosis dan nuget sangat rentan mengalami penurunan mutu akibat aktivitas mikroorganisme, terutama jika tidak disimpan pada suhu yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan umur simpan produk sosis ayam MAX MAX dan nuget ayam Kanzler menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan model Arrhenius, serta membandingkan hasil perhitungan dengan informasi umur simpan yang tertera pada label kemasan. Penelitian dilakukan dengan menyimpan produk pada berbagai suhu (25°C, 5°C, dan -18°C), menghitung laju penurunan mutu (K) berdasarkan asumsi penurunan mutu organoleptik, dan memodelkannya menggunakan grafik hubungan antara ln K dan 1/T. Hasil menunjukkan bahwa semakin rendah suhu penyimpanan, maka semakin kecil nilai K dan semakin panjang umur simpan produk. Perbedaan hasil dengan label dipengaruhi oleh keterbatasan asumsi dan faktor lingkungan lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode ASLT model Arrhenius dapat digunakan sebagai alat prediktif yang efektif untuk menduga umur simpan produk pangan beku.
Kristalasi Gula dan Pengaruhnya Terhadap Mutu Produk Pangan Zahra Nurul Fadila; Alifia Al-firdausy; Mutiara Az-zhari Wijaya; Wilna Iznilillah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23516

Abstract

Kristalisasi gula merupakan proses fundamental dalam industri pangan yang mempengaruhi mutu produk akhir secara signifikan. Proses ini melibatkan perubahan gula dari fase larutan menjadi kristal padat melalui mekanisme nukleasi dan pertumbuhan kristal. Meskipun kristalisasi telah lama diterapkan dalam industri gula, pemahaman mendalam tentang faktor- faktor yang mempengaruhi proses ini dan dampaknya terhadap mutu produk masih perlu dikaji lebih lanjut. Review ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kristalisasi gula, faktor-faktor yang mempengaruhi proses kristalisasi, serta dampaknya terhadap mutu berbagai produk pangan berbasis gula. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap lima jurnal penelitian terkait kristalisasi gula dari berbagai perspektif aplikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses kristalisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama meliputi temperatur (30-50°C), kecepatan pengadukan (200-400 rpm), pH larutan (6-7), konsentrasi larutan, dan kualitas bahan baku. Kinetika kristalisasi larutan gula tebu menunjukkan faktor frekuensi (Kg,0) sebesar 0,0093-0,0109 menit⁻¹, energi aktivasi (EG) 1,9253 KJ/mol, dan orde kristalisasi (g) 0,5837. Kristalisasi yang terkontrol menghasilkan produk dengan mutu superior, seperti gula kristal putih dengan nilai warna kristal 2,85-3,50 CT dan warna larutan 43,3-80 IU menggunakan teknologi defekasi remelt karbonatasi, dibandingkan 6,6-7,2 CT dan 118-201 IU dengan teknologi sulfitasi. Pada produksi gula kelapa kristal, pengendalian kristalisasi yang tepat menghasilkan produk dengan kadar air rendah (<3%), indeks glikemik 35-44, dan kelarutan tinggi. Ketidakterkendalian proses kristalisasi menyebabkan cacat produk meliputi perubahan warna (35,22%), kadar air berlebih (33%), dan kebersihan (32%). Batasan kajian ini terletak pada keterbatasan data kuantitatif mengenai korelasi langsung parameter kristalisasi dengan atribut mutu spesifik produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian kristalisasi melalui optimasi parameter proses sangat penting untuk menghasilkan produk gula berkualitas tinggi dengan karakteristik fisikokimia dan organoleptik yang diinginkan. Implikasi praktisnya adalah perlunya penerapan teknologi proses yang tepat dan sistem pengendalian kualitas berbasis statistik untuk menjamin konsistensi mutu produk gula.