Aryohaji Istyawan
Politeknik Kesejahteraan Sosial

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Social Support in Sustaining Women’s Dual Roles: Empirical Evidence from Bandung, Indonesia Bambang Rustanto; Edi Suhanda; Tuti Kartika; Aryohaji Istyawan; Pribowo
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Riset Sosial Humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v5i2.3509

Abstract

Women who simultaneously assume dual roles as employees and household managers face complex social and structural pressures, particularly in urban areas such as Dago Subdistrict, Bandung City. Spousal social support serves as a crucial factor in sustaining the continuity of these dual roles. This study aims to identify the forms and intensity of social support provided by husbands to their wives within the context of dual-role management. A descriptive survey was conducted involving 50 married working women, selected through a two-stage cluster random sampling technique across five neighborhood units (RW), complemented by in-depth interviews with five husband–wife pairs using purposive sampling. The findings indicate that most husbands provide a high level of social support, encompassing emotional, instrumental, informational, and appraisal dimensions. Such support plays a significant role in reducing role conflict, strengthening psychological resilience, and enhancing women’s adaptive capacity in balancing domestic and public responsibilities. In conclusion, the active involvement of husbands reflects a shift toward a more egalitarian household partnership model, contributing to well-being and fostering family resilience.
Strategi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi dalam Menavigasi Dinamika Kehidupan Sosial-Ekonomi di Kota Bandung: Sebuah Studi Realitas Sosial Aryohaji Istyawan; Dwi Yuliani; Ayi Haryani
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 24 No 2 (2025): PEKSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v24i2`.1689

Abstract

Perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) merupakan kelompok masyarakat rentan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya sosial dan ekonomi di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang terus berubah. Dalam konteks Kota Bandung, meskipun tingkat kemiskinan menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir, belum seluruh lapisan masyarakat merasakan hasil pembangunan secara merata. Kondisi ini menuntut kelompok PRSE untuk mengembangkan strategi adaptif dalam mempertahankan kesejahteraan keluarga sekaligus menavigasi berbagai ketidakpastian sosial dan ekonomi yang muncul di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sosial yang dikembangkan oleh perempuan rawan sosial ekonomi dalam menavigasi dinamika kehidupan sosial-ekonomi melalui pendekatan realitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan perempuan PRSE yang dipilih secara purposive di Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke melalui tahapan transkripsi, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi tematik untuk mengungkap makna dari pengalaman sosial informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PRSE mengembangkan tiga strategi utama, yaitu: (1) membangun jaringan dan relasi sosial sebagai sumber dukungan material dan emosional; (2) menciptakan hubungan harmonis dengan keluarga serta lingkungan sekitar sebagai bentuk ketahanan sosial; serta (3) memanfaatkan akses terhadap program perlindungan sosial seperti bantuan pangan non tunai, layanan kesehatan, dan pendidikan sebagai penopang ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi sosial yang dijalankan PRSE berakar pada kekuatan relasi sosial, solidaritas komunitas, dan nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat perkotaan, yang secara kolektif membentuk ketahanan sosialekonomi perempuan di tengah ketimpangan sosial.