Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Sistem Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi: Studi Analisis di Universitas Pakuan Bogor Syabila Melania; Siti Nurul Zalzilah Rahmah; Rima Aulia Rahmah; Abdul Kholik
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.21960

Abstract

Tujuan dari penelitian ini guna untuk mengetahui bagaimana Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang dilaksanakan di Universitas Pakuan, Serta upaya apa saja yang dilakukan untuk menyiapkan SDM LPM yang berkualitas di Universitas Pakuan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan teknik wawancara dan subjek pada penelitian ini adalah ketua Lembaga Penjaminan Mutu di Universitas Pakuan. Peneliti membahas dan meneliti permasalahan di perguruan tinggi tersebut dengan SPMI dan SPME yang dilaksanakan di Universitas Pakuan dan upaya yang dilakukan untuk menyiapkan SDM LPM yang berkualitas di Universitas Pakuan. Hasil wawancara peneliti di Universitas Pakuan menunjukkan bahwa SPMI di Universitas Pakuan sudah dijalankan secara optimal pada semua aspek melalui siklus PPEPP dan SPME di Universitas Pakuan juga telah diimplementasikan dengan baik, dibuktikan melalui akreditasi unggul universitas ini. Saat ini, Universitas Pakuan memiliki 6 program studi terakreditasi unggul, 2 program studi terakreditasi A, 8 program studi terakreditasi baik sekali, dan 23 program studi terakreditasi baik. Selain itu Universitas Pakuan telah tersertifikasi ISO 9001:2015 sejak tahun 2017 dan memperoleh sertifikat ISO 21001:2018 pada tahun 2020. Universitas ini juga menerima piagam penghargaan dari Anugerah LLDIKTI IV 2024 dalam kategori Perguruan Tinggi dengan Pengelolaan SPMI Terbaik. Dari hasil penelitian di UNPAK dapat disimpulkan bahwa Penjaminan mutu di UNPAK telah terlaksana dengan sangat baik, yang dapat dibuktikan melalui penerapan SPMI dan SPME yang berjalan secara optimal.
Penguatan UMKM Dodongkal Desa Palasari Melalui Digital Marketing dan Penyediaan Media Promosi : Studi Kasus Peran Mahasiswa KKN dalam Pembuatan Label dan Banner Produk Muhamad Agus Mulyana; Aurellia Septiara Az Zahra; Em Yusril Abdul Karim; Fakar Mudzakir Alhak; Ghozin Fauzi; Muhammad Irsan zulkarnain; Putri Khairunnisa; Rafli Adriansyah; Siti Athiyyah Zahiroh; Syabila Melania; Zahra Fitria
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i1.21654

Abstract

UMKM Dodongkal di desa palasari memiliki potensi ekonomi lokal yang belum optimal dalam aspek promosi dan pemasaran digital. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan daya saing produk Dodongkal melalui strategi digital marketing dan penyedian media promosi yang relevan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui program kuliah kerja nyata (KKN) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kasus. Mahasiswa KKN terlibat dalam pembuatan label produk dan desain banner promosi. Produk dodongkal menjadi lebih dikenal oleh konsumen lokal dan regional, serta mengalami peningkatan interaksi di media sosial. Hasil dari kegiatan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat melalui digital marketing dan media promosi berhasil meningkatkan daya saing UMKM Dodongkal di Desa Palasari. Dukungan desain label, banner, dan adanya media promosi digital memperkuat identitas produk serta memperluas jangkauan pasar secara efektif. Kesimpulan utama dari kegiatan ini adalah kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM dapat memperkuat identitas produk lokal dan memperluas akses pasar. Saran yang diberikan adanya perlunya keberlanjutan pendampingan digital dan pengembangan desain promosi agar UMKM mampu beradaptasi dengan tren pemasaran yang terus berkembang.
Implementasi Layanan Literasi Perpustakaan dalam Menguatkan Literasi Informasi Peserta Didik di SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Syabila Melania; Amir Mahrudin; Syukri Indra
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25909

Abstract

Literasi informasi merupakan keterampilang krusial yang wajib dipunyai murid dalam bertahan pada hambatan di era digital, karena kemampuan mengenali kebutuhan informasi, mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkannya secara tepat sangat menentukan keberhasilan belajar. Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan literasi informasi peserta didik, khususnya melalui layanan literasi yang terstruktur. Penelitian ini bermaksud untuk menelaah bagaimana implementasi layanan literasi perpustakaan dalam menguatkan literasi informasi peserta didik di SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus digunakan pada penelitian ini dengan deknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan mengolah data menggunakan model dari Miles dan Huberman yang termasuk dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada hasilnya memperlihatkan bahwa layanan literasi perpustakaan di sekolah ini dijalankan melalui program rutin seperti Morning Reading, diskusi artikel, dan kelompok literasi yang membiasakan peserta didik membaca setiap hari. Guru dan pustakawan berperan aktif sebagai teladan dengan selalu membawa buku, sehingga budaya membaca terbentuk di seluruh lingkungan sekolah. Kondisi ini tidak sekedar menciptakan kebiasaan membaca, melainkan juga memperkuat keterampilan literasi informasi murid untuk membuka, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi untuk mendukung pembelajaran. Meskipun terdapat keterbatasan penggunaan teknologi digital, perpustakaan tetap menjadi pusat utama kegiatan literasi yang efektif karena adanya komitmen guru dan pustakawan. Dengan demikian, implementasi layanan literasi perpustakaan terbukti mampu membangun budaya literasi berkelanjutan sekaligus memperkuat literasi informasi peserta didik secara kritis, mandiri, dan sistematis sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.