Dinda Achsania
Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Konten Multimedia Dinda Achsania; Abdul Rahman; Diki Rahman Rambe
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan konten multimedia dalam pembelajaran merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas proses pendidikan di era digital. Keberhasilan penerapan konten multimedia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga sangat bergantung pada dukungan kebijakan pendidikan serta ketersediaan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kebijakan dan infrastruktur dalam mendukung pemanfaatan konten multimedia dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan yang jelas dan terarah mampu mendorong integrasi teknologi secara sistematis dalam proses pembelajaran, sementara ketersediaan infrastruktur seperti jaringan internet, perangkat digital, dan sistem pembelajaran daring menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi multimedia. Namun demikian, masih ditemukan berbagai kendala, seperti ketimpangan akses teknologi dan keterbatasan sarana di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pemerataan infrastruktur serta penerapan kebijakan yang berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan yang kuat dan infrastruktur yang memadai, pemanfaatan konten multimedia diharapkan mampu meningkatkan kualitas, efektivitas, dan relevansi pembelajaran di era digital.   The utilization of multimedia content in learning is one of the strategic efforts to enhance the quality and effectiveness of education in the digital era. The successful implementation of multimedia content is not only determined by technological sophistication but also strongly influenced by supportive educational policies and adequate infrastructure. This study aims to examine the role of policy and infrastructure in supporting the use of multimedia content in learning. The method employed is a literature review by analyzing various scholarly sources, policy documents, and relevant research findings. The results indicate that clear and well-directed educational policies encourage the systematic integration of technology into the learning process, while the availability of infrastructure such as internet connectivity, digital devices, and online learning systems serves as a crucial foundation for effective multimedia utilization. However, challenges remain, including unequal access to technology and limited facilities in certain regions. Therefore, synergy among governments, educational institutions, and other stakeholders is essential to ensure equitable infrastructure development and sustainable policy implementation. With strong policy support and adequate infrastructure, the use of multimedia content can significantly enhance the quality, effectiveness, and relevance of learning in the digital era.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KELAS VIII MTS. AL-MUSLIMIN DESA KLUMPANG, DELI SERDANG Dinda Achsania; Parlaungan Lubis; Abu Bakar Khazali
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning di kelas VIII MTs. Al-Muslimin Desa Klumpang, Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru kelas VIII, dan peserta didik sebagai informan pendukung. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning di kelas VIII MTs Al-Muslimin secara umum berada pada kategori cukup baik, meskipun belum merata dan belum diterapkan secara konsisten oleh seluruh guru. Guru telah memiliki pemahaman dasar mengenai pembelajaran mendalam yang menekankan pemahaman konsep, keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, penerapan pengetahuan, pemecahan masalah, serta refleksi. Dalam perencanaan pembelajaran, sebagian besar guru telah mampu menyusun perangkat pembelajaran, menentukan tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, dan bentuk asesmen. Guru juga telah berupaya memahami karakteristik peserta didik melalui pengamatan, hasil tugas, dan proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran, beberapa guru telah menggunakan diskusi, tanya jawab, presentasi, studi kasus, pemecahan masalah, dan proyek sederhana serta memanfaatkan media dan lingkungan sebagai sumber belajar. Asesmen juga telah dilakukan melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti penggunaan metode ceramah yang masih dominan, asesmen diagnostik yang belum terlaksana secara konsisten, pertanyaan berpikir tingkat tinggi yang belum optimal, ketidaksesuaian antara tujuan, kegiatan, dan penilaian, serta kegiatan refleksi yang belum dilakukan secara rutin. Dengan demikian, kompetensi pedagogik guru telah menunjukkan perkembangan menuju pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, tetapi masih memerlukan peningkatan melalui pendampingan, penguatan kompetensi guru, dan penerapan pembelajaran mendalam secara lebih konsisten