p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Perbedaan Profil Karbohidrat antara Ubi Jalar Ungu dan Kuning sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Penderita Diabetes Weni Sumiarti; Raden Siti Nurlaela; Siti Nur Halimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22987

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) dikenal sebagai sumber karbohidrat alternatif yang menjanjikan, terutama bagi masyarakat dengan kondisi diabetes melitus. Mengingat komposisi karbohidrat yang berbeda pada tiap jenisnya, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kadar karbohidrat pada varietas kuning dan ungu melalui metode eksperimental laboratorik dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel diproses secara seragam dan diuji menggunakan teknik Luff-Schoorl. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa ubi jalar ungu memiliki kandungan karbohidrat per 100 gram yang lebih rendah daripada ubi jalar kuning. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan varietas sangat berpengaruh terhadap nilai gizinya, di mana ubi jalar ungu dinilai lebih unggul sebagai pilihan pangan fungsional bagi penderita diabetes.
Asupan Protein dan Pertumbuhan Balita dalam Konteks Gizi Masyarakat Raden Siti Nurlaela; Siti Nur Halimah; Syifa Dwi Spirulina
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.23348

Abstract

Status gizi balita dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi, terutama protein yang berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh. Namun, masih banyak balita yang belum memenuhi kebutuhan proteinnya sehingga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan protein terhadap status gizi balita berdasarkan indeks antropometri. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional dengan desain cross-sectional. Asupan protein dinilai melalui perhitungan kecukupan terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG), sedangkan status gizi ditentukan menggunakan indikator BB/TB dan nilai z-score WHO. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa 62,3% balita memiliki asupan protein di bawah AKG dan berisiko wasting. Analisis sebelumnya juga menunjukkan korelasi positif antara kecukupan protein dengan BB/TB (r = 0,331; p = 0,015) serta risiko stunting meningkat hingga enam kali pada balita yang kekurangan protein hewani (OR = 6,06; p < 0,001). Kecukupan asupan protein, baik dari segi jumlah maupun kualitas, berpengaruh terhadap status gizi akut pada balita. Upaya peningkatan pemenuhan kebutuhan protein, khususnya dari pangan hewani, diperlukan untuk mendukung pertumbuhan optimal dan mencegah masalah gizi.