p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengembangan Organisasi yang Efektif dan Sistem Nilai dalam Pengembangan Organisasi Anisa Tri Suntari; Valentina Febri Dwi Putri; Monica Meylin Sitepu; Anita Rahmawati; Aldi Nugraha Saputra; Dede Syahrudin
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23452

Abstract

  Perubahan lingkungan sosial dan kelembagaan menuntut organisasi pelayanan masyarakat untuk mampu beradaptasi agar tetap berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Pengembangan organisasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas kinerja melalui penataan struktur, sistem kerja, serta pengelolaan sumber daya manusia. Selain itu, sistem nilai organisasi berperan sebagai landasan normatif yang membentuk sikap, perilaku, dan komitmen anggota dalam menjalankan tugas pelayanan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan organisasi yang efektif serta peran sistem nilai dalam meningkatkan efektivitas pelayanan pada organisasi berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada Posyandu di Desa Ciburayut. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan posyandu, peran kader, serta mekanisme kerja organisasi dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis difokuskan pada penerapan pengembangan organisasi yang meliputi perencanaan kegiatan, pembagian tugas, penggunaan standar operasional prosedur, serta koordinasi dengan pihak terkait, sekaligus mengkaji sistem nilai yang mendasari perilaku dan kinerja kader posyandu. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan Posyandu Desa Ciburayut dipengaruhi oleh keterpaduan antara pengembangan organisasi dan sistem nilai yang dianut. Pengembangan organisasi memberikan kerangka kerja yang terstruktur, sedangkan sistem nilai seperti empati, tanggung jawab, partisipasi, integritas, dan pelayanan humanis mendorong keterlibatan masyarakat serta menjaga kualitas pelayanan.
Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembangunan Daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Desa Jambuluwuk Nova Dwi Rahma; Monica Meylin Sitepu; Siti Dwi Agustin; Irma Purnamasari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25694

Abstract

Keterlibatan warga dalam proses perencanaan bottom‑up di tingkat desa kerap dihadapkan pada kendala administratif yang bersifat simbolis. Penelitian ini ingin menelaah secara mendalam mutu partisipasi masyarakat dalam program pembangunan daerah lewat forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Desa Jambuluwuk. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data primer dikumpulkan lewat wawancara mendalam dengan perangkat desa sebagai informan utama, sementara data sekunder diperoleh melalui kajian literatur atas dokumen perencanaan desa dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data mengikuti model interaktif yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pengumpulan aspirasi di Desa Jambuluwuk bersifat inklusif, dimulai dari Musyawarah Dusun (Musdus). Meskipun desa memiliki keterbatasan fiskal, Musrenbang berperan sebagai forum deliberatif untuk menyaring usulan berdasarkan prioritas yang objektif. Warga berpartisipasi aktif dalam seluruh siklus Pembangunan dari perencanaan, pelaksanaan gotong‑royong, hingga evaluasi didorong oleh kesadaran kritis dan kepercayaan publik yang tinggi kepada pemerintah desa. Hambatan utama di lapangan meliputi faktor pragmatis seperti kesibukan pekerjaan dan keterbatasan waktu warga. Penelitian ini terbatas pada informan yang berasal dari aparatur desa, sehingga diperlukan perspektif masyarakat luas secara kuantitatif pada studi selanjutnya. Kesimpulannya, komitmen transparansi dan edukasi keuangan dari pemerintah desa dapat menciptakan ekosistem pembangunan lokal yang benar‑benar partisipatif.