p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengembangan Organisasi yang Efektif dan Sistem Nilai dalam Pengembangan Organisasi Anisa Tri Suntari; Valentina Febri Dwi Putri; Monica Meylin Sitepu; Anita Rahmawati; Aldi Nugraha Saputra; Dede Syahrudin
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23452

Abstract

  Perubahan lingkungan sosial dan kelembagaan menuntut organisasi pelayanan masyarakat untuk mampu beradaptasi agar tetap berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Pengembangan organisasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas kinerja melalui penataan struktur, sistem kerja, serta pengelolaan sumber daya manusia. Selain itu, sistem nilai organisasi berperan sebagai landasan normatif yang membentuk sikap, perilaku, dan komitmen anggota dalam menjalankan tugas pelayanan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan organisasi yang efektif serta peran sistem nilai dalam meningkatkan efektivitas pelayanan pada organisasi berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada Posyandu di Desa Ciburayut. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan posyandu, peran kader, serta mekanisme kerja organisasi dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis difokuskan pada penerapan pengembangan organisasi yang meliputi perencanaan kegiatan, pembagian tugas, penggunaan standar operasional prosedur, serta koordinasi dengan pihak terkait, sekaligus mengkaji sistem nilai yang mendasari perilaku dan kinerja kader posyandu. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan Posyandu Desa Ciburayut dipengaruhi oleh keterpaduan antara pengembangan organisasi dan sistem nilai yang dianut. Pengembangan organisasi memberikan kerangka kerja yang terstruktur, sedangkan sistem nilai seperti empati, tanggung jawab, partisipasi, integritas, dan pelayanan humanis mendorong keterlibatan masyarakat serta menjaga kualitas pelayanan.
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Jambuluwuk Meylinda Hasim Pratiwi; Anita Rahmawati; Salsa Allysa; Denny Hernawan
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25590

Abstract

Kemiskinan masih menjadi hambatan utama dalam pembangunan sosial yang menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini ingin meneliti secara mendalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai upaya mengurangi kemiskinan di Desa Jambuluwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Pendekatan yang dipakai adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi‑terstruktur kepada petugas kesejahteraan desa serta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Data dianalisis memakai model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Desa Jambuluwuk telah berjalan lancar, terstruktur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku sejak program tersebut diterapkan sekitar tahun 2007. Penentuan calon penerima dilakukan dengan menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial, menargetkan kelompok ekonomi pada desil 1 hingga 4. Secara keseluruhan, program ini terbukti memberikan efek positif yang signifikan dalam mengurangi beban biaya harian serta mendukung kebutuhan dasar pendidikan, kesehatan, dan gizi bagi keluarga kurang mampu. Proses koordinasi dan penyaluran dana dianggap transparan berkat kerja sama antara pemerintah desa, ketua RT, agen BRILink, dan ketua kelompok KPM. Meskipun begitu, tantangan utama di lapangan ialah kurangnya keabsahan data karena data kependudukan BPS tidak selaras dengan realitas sosial‑ekonomi masyarakat yang terus berubah. Untuk mengatasinya, desa bersama pendamping PKH secara aktif memperbarui data dan melakukan verifikasi secara berkala supaya bantuan dapat terarah.
Analisis Pelayanan Publik Hybrid dalam Mewujudkan Human-Centered Public Service pada Kantor Urusan Agama (KUA) Cigombong Kabupaten Bogor Selavina Indriani; Anita Rahmawati; Siti Dwi Agustin; Nazwa Hawa Sabila; Muhamad Rifaldi Fauzy; Faisal Tri Ramdani; Denny Hermawan; Muhammad Rifai Eka Pratama
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 9 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i9.25847

Abstract

Hybrid public service di Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi strategi untuk mewujudkan human-centered public service melalui kombinasi layanan tatap muka dan dukungan digital. Namun, efektivitas implementasi hybrid pada situasi di KUA Cigombong Kabupaten Bogor masih belum jelas, terutama terkait hambatan administratif dan kesiapan literasi digital masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pelayanan publik hybrid di KUA Cigombong Kabupaten Bogor serta upaya mengatasi kendala agar pelayanan tetap inklusif dan responsif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif di KUA Cigombong. Informan dipilih secara purposive (Kepala KUA dan staf layanan). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung dan dokumen yang relevan, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui source dan triangulation. Temuan menunjukkan hybrid service sebagai inovasi dengan jalur tatap muka melalui front office dan jalur digital melalui media sosial/website. Sistem yang digunakan meliputi SIMKAH, SIWAK, dan SIMAS. Kendala utama berupa ketidaksesuaian data kependudukan antar dokumen (KK, KTP, akta, ijazah) dan rendahnya literasi digital warga. Solusi dilakukan melalui pendampingan petugas, edukasi sinkronisasi dokumen, penguatan penyuluh agama dalam forum masyarakat, serta budaya layanan empatik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan hybrid sangat bergantung pada akurasi data dan literasi digital, karenanya diperlukan integrasi koordinasi dengan Disdukcapil dan penguatan program literasi.