fajar willi
Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

pendekatan kuantitatif dengan me Evaluasi Kondisi Fisik Calon Atlet Panahan Spobda Provinsi Jambi Tahun 2026 Sebagai Dasar Pembinaan Prestasi Berkelanjutan: dasar penyusunan program pembinaan prestasi yang berkelanjutan fajar willi; Gilang Despriyanto; Mohd Adrizal; Ely Yuliawan
Athena: Physical Education and Sports Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Sports and technology
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56773/athena.v4i2.160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik calon atlet panahan Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA) Provinsi Jambi Tahun 2026 sebagai dasar penyusunan program pembinaan prestasi yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 8 orang calon atlet panahan yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data diperoleh dari dokumentasi hasil tes fisik yang meliputi keseimbangan, kekuatan genggaman tangan, kekuatan otot bagian atas, kekuatan otot tungkai, core stability, dan daya tahan kardiorespirasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25 yang mencakup nilai minimum, maksimum, rata-rata, dan standar deviasi.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keseimbangan kaki kanan sebesar 14,93 detik dan kaki kiri 15,74 detik, kekuatan genggaman tangan kanan 34,00 kg dan kiri 30,00 kg, kekuatan push 22,38 kg, kekuatan pull 27,25 kg, kekuatan otot tungkai 84,38 kg, core stability 8,62, serta daya tahan kardiorespirasi 5,09 level. Secara umum, kondisi fisik calon atlet panahan SPOBDA Provinsi Jambi berada pada kategori cukup baik. Namun, masih terdapat variasi kemampuan pada beberapa komponen fisik, khususnya kekuatan otot bagian atas, kekuatan otot tungkai, dan daya tahan kardiorespirasi. Oleh karena itu, diperlukan program latihan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kondisi fisik atlet secara optimal.