Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tantangan dan Strategi Kewirausahaan dalam Meningkatkan Pendapatan Resimen Korps Taruna Politeknik Penerbangan Indonesia Feti Fatonah; Abimanyu Furqon Alhagus; Kadek Bagus Rizky Aditya Nugraha; Mochammad Rizqi Nur Wahyudi; Willy Amri Sinaga
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7426

Abstract

Resimen Korps Taruna memegang peranan penting dalam mengembangkan karakter dan kepemimpinan calon perwira perhubungan yang berkualitas. Selain menjalankan fungsi pembinaan, keberlangsungan organisasi ini mensyaratkan adanya sumber pendapatan mandiri guna mendukung kegiatan ketarunaan di lingkungan kampus, khususnya di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Kewirausahaan dipandang sebagai solusi yang efektif dalam meningkatkan pendapatan Resimen Korps Taruna sekaligus memberikan kesempatan bagi para taruna untuk mengasah keterampilan bisnis dan memperkuat kemandirian finansial organisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk mendalami berbagai tantangan dan strategi pelaksanaan kewirausahaan dalam organisasi ini. Temuan penelitian menunjukkan sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan pengetahuan praktis kewirausahaan, budaya organisasi yang hierarkis dan kurang mendukung inovasi, keterbatasan modal, serta akses pasar yang terbatas. Meski begitu, penerapan strategi kewirausahaan yang tepat dapat membantu peningkatan pendapatan secara berkelanjutan serta memperkuat kompetensi dan karakter kewirausahaan di kalangan taruna. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengembangan kewirausahaan merupakan langkah krusial dalam memperkuat fungsi pembinaan dan sumber pendapatan Resimen Korps Taruna di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.
Analisis Pencahayaan Lampu pada Sistem Penerangan Carpark Terminal 1 Sesuai Standar di Bandar Udara Internasional Juanda Kadek Bagus Rizky Aditya Nugraha; Ahmad Kosasih; Isnain Jodi Anggoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9120

Abstract

Sistem penerangan carpark Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda saat ini mengalami permasalahan ketidakcukupan pencahayaan akibat hanya terpasang 2–3 luminer per tiang dari kapasitas enam soket akibat kendala pengadaan lampu baru, serta penggunaan kombinasi lampu Metal Halide Philips HPI-T 1000 W dan LED Panasonic High Mast 480 W. Kondisi ini berpotensi membahayakan visibilitas dan keselamatan pengguna fasilitas di malam hari. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kondisi pencahayaan eksisting dan mengevaluasi kelayakan teknis perancangan ulang menggunakan enam unit Philips ClearFlood gen2 BVP656 per tiang High Mast. Evaluasi menggunakan kombinasi Metode Grid (pengukuran langsung 72 titik pada delapan zona), Metode Lumen, Metode Titik, serta simulasi DIALux evo. Pendekatan multimetode dipilih untuk memvalidasi secara komprehensif antara data lapangan, perhitungan teoritis, dan simulasi fotometrik. Standar iluminansi mengacu pada SNI 7391:2008 (target minimum 22 lux) dan keseragaman pencahayaan mengacu pada IES RP-20 (minimum 0,25). Hasil pengukuran kondisi eksisting menunjukkan iluminansi rata-rata dan overall uniformity , yang membuktikan sistem belum memenuhi kriteria. Pada skenario usulan, Metode Lumen menghasilkan iluminansi rata-rata , Metode Titik pada titik kritis menghasilkan , serta simulasi DIALux evo menghasilkan average illuminance , minimum illuminance , maximum illuminance , dan overall uniformity . Penggantian sistem penerangan ini terbukti layak secara teknis dan berhasil menurunkan total daya terpasang dari menjadi (efisiensi daya ). Pengelola bandara direkomendasikan merealisasikan penggantian ke satu jenis luminer LED seragam, dan bagi peneliti selanjutnya disarankan melakukan analisis Life Cycle Cost (LCC) serta integrasi smart lighting.