Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Model Manajemen Pembelajaran Digital untuk Meningkatkan Kompetensi Digital Guru Sekolah Dasar Ade Sastrawijaya; Cici Situmorang; M Febrian Adi Guna
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7527

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru sekolah dasar memiliki kompetensi digital yang memadai untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Manajemen Pembelajaran Digital yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kompetensi digital guru sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan: analisis kebutuhan, perancangan model, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba implementasi, evaluasi, dan revisi model. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kompetensi digital guru, lembar validasi ahli, dan instrumen observasi. Subjek penelitian berjumlah 90 guru sekolah dasar dari berbagai satuan pendidikan. Model dikembangkan berdasarkan kerangka DigCompEdu dan terdiri atas lima domain utama: literasi informasi dan data, pedagogi digital, asesmen digital, kolaborasi dan komunikasi digital, serta etika-keamanan digital. Hasil uji validitas ahli menunjukkan model sangat layak digunakan (S-CVI/Ave = 0.97), sedangkan reliabilitas instrumen kompetensi digital berada pada kategori sangat tinggi (Cronbach Alpha = 0.89). Implementasi model melalui pelatihan berbasis blended learning menghasilkan peningkatan signifikan pada kompetensi digital guru yang terlihat dari perbedaan skor pre-test dan post-test. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa guru merasa model ini praktis, relevan, dan mudah diterapkan dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, model manajemen pembelajaran digital yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital guru sekolah dasar dan potensial untuk diimplementasikan secara lebih luas di sekolah-sekolah. Model ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung percepatan transformasi digital pendidikan dasar di Indonesia.
PENGARUH MEDIA FLASH CARD TERHADAP MINAT BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Nabila Riesmayawati; Ade Sastrawijaya; Tria Aditia Nugraha
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Prima Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/1kf27934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media flash card terhadap minat belajar dan keaktifan siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental. Pretest-Posttest Control Group Design adalah bentuk desain eksperimen yang digunakan pada penelitian. Penelitian dilakukan terhadap kelas V di SDN 1 Megugede yang berlokasi di Jalan Desa Megugede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat dengan populasi berjumlah 80 siswa dan sampel untuk uji coba 20 siswa, dan 60 siswa lainnya akan dijadikan sebagai sampel dalam penelitian. Di mana terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan media flash card sementara kelompok kontrol dengan menggunakan metode konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa angket untuk mengukur minat belajar dan keaktifan siswa, serta observasi dan wawancara untuk mendukung hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan media flash card terbukti efektif meningkatkan minat belajar siswa, (2) Penggunaan media flash card terbukti efektif meningkatkan keaktifan siswa, (3) Media flash card terbukti cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan demikian, media flash card dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, karena siswa menjadi lebih antusias, merespon, serta terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.