Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Siswa SMA Sederajat Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Kecerdasan Buatan Muttaqin Kholis Ali; Al Muhtadibillah Ali; Fitri Furqoni Ali; Rahmi Imanda Ali
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.252

Abstract

The advancement of artificial intelligence (AI) technology has significantly transformed the education sector, particularly in enhancing the quality of learning at the senior high school level. This study aims to analyze the effectiveness of AI-based learning media in improving students' conceptual understanding, learning motivation, and classroom engagement. A quantitative research approach with a quasi-experimental design was employed, dividing students into an experimental group using AI-based media and a control group employing conventional learning methods. Data were collected through concept comprehension tests, learning motivation questionnaires, and classroom engagement observations. The findings indicate that students utilizing AI-based learning media exhibited a significant improvement in conceptual understanding compared to the control group. Additionally, AI enhanced learning motivation by offering a more interactive and personalized learning experience. In terms of engagement, students in the experimental group participated more actively and explored learning materials more deeply than those using traditional methods. However, the implementation of AI technology in education still faces several challenges, such as school infrastructure readiness, teachers' digital literacy, and accessibility limitations in certain regions. This study recommends the development of educational policies that support the gradual integration of AI into the school curriculum, accompanied by teacher training programs and infrastructure improvements. Abstrak Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran berbasis AI dalam meningkatkan pemahaman materi, motivasi belajar, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment), di mana siswa dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menggunakan media berbasis AI dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman materi, kuesioner motivasi belajar, serta observasi keterlibatan siswa di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan media berbasis AI mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, AI mampu meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan personal. Dari segi keterlibatan, siswa dalam kelompok eksperimen lebih aktif dalam berpartisipasi dan mengeksplorasi materi dibandingkan dengan metode konvensional. Meskipun demikian, implementasi teknologi AI dalam pembelajaran masih menghadapi tantangan, seperti kesiapan infrastruktur sekolah, literasi digital guru, serta keterbatasan akses di daerah tertentu. Penelitian ini merekomendasikan adanya kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi AI dalam kurikulum sekolah secara bertahap, disertai dengan pelatihan bagi tenaga pengajar dan peningkatan fasilitas infrastruktur pendidikan. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan, Media Pembelajaran, Motivasi Belajar, Pemahaman Konsep
Membangun Kompetensi Berpikir Tinggi dan Keterampilan Kerja: Analisis Perbandingan Taksonomi Bloom Revisi dan Taksonomi Simpson/Harrow dalam Konteks Pendidikan SMA dan SMK Muttaqin Kholis Ali; Al Muhtadibillah Ali; Fitri Furqoni Ali; Rahmi Imanda Ali; Arrahmil Hasanah
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.260

Abstract

This research aims to provide a comprehensive analysis of the effectiveness of two prominent educational taxonomies Revised Bloom’s Taxonomy and Simpson/Harrow’s Taxonomy—in fostering higher-order thinking skills and employability competencies among secondary school students, particularly at the high school (SMA) and vocational school (SMK) levels. In response to the demands of the Fourth Industrial Revolution and the evolving labor market, which increasingly values adaptable, creative, and skillful individuals, this study addresses the urgent need for pedagogical frameworks that simultaneously promote complex cognitive processes and practical psychomotor abilities. Using a descriptive-qualitative methodology with a comparative analytical approach, the study draws upon primary and secondary literature encompassing theoretical and empirical studies of both taxonomies. Findings indicate that the Revised Bloom’s Taxonomy emphasizes cognitive dimensions, including remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. Conversely, Simpson/Harrow’s Taxonomy centers on psychomotor development ranging from perception and readiness to guided response, mechanism, complex overt response, adaptation, and origination. These complementary emphases provide a compelling rationale for integrating the two frameworks into a unified pedagogical model. The integration of these taxonomies offers a robust structural foundation for instructional planning, teaching strategy implementation, and comprehensive learning assessment. Practically, this integrated approach fosters a learning experience that not only cultivates critical and creative thinking but also equips students with hands-on skills essential in real-world job contexts. This study recommends the formulation of curriculum policies that incorporate both cognitive and psychomotor dimensions across all educational levels. Furthermore, it encourages the development of interactive learning modules based on an Integrated Taxonomy approach as a pathway for future research and instructional innovation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas dua taksonomi pendidikan Taksonomi Bloom Revisi dan Taksonomi Simpson/Harrow—dalam membangun kompetensi berpikir tingkat tinggi dan keterampilan kerja peserta didik pada jenjang pendidikan menengah, khususnya di SMA dan SMK. Didorong oleh tuntutan Revolusi Industri 4.0 dan kebutuhan dunia kerja akan tenaga kerja yang adaptif, kreatif, dan terampil, riset ini merespons urgensi desain pembelajaran yang mampu mengembangkan kecakapan berpikir kompleks sekaligus keterampilan motorik halus dan kasar secara simultan. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan pendekatan analisis komparatif. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap literatur utama dan sekunder yang memuat kajian teoritik dan empiris tentang dua taksonomi tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa Taksonomi Bloom Revisi menitikberatkan pada dimensi kognitif yang meliputi kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Sementara itu, Taksonomi Simpson/Harrow berfokus pada perkembangan keterampilan psikomotorik mulai dari persepsi, kesiapan, respon terbimbing, mekanisme, respons kompleks, adaptasi, hingga orisinalitas. Perbedaan pendekatan ini membuka peluang untuk integrasi pedagogis yang lebih luas dalam rangka menciptakan model pembelajaran yang holistik dan kontekstual. Integrasi kedua taksonomi menawarkan kerangka kerja yang solid dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan strategi pengajaran, serta evaluasi capaian belajar yang lebih utuh. Implikasi praktis dari integrasi ini adalah terbentuknya pengalaman belajar yang tidak hanya mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan kerja nyata yang dibutuhkan di lapangan. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup pentingnya pengembangan kebijakan kurikulum yang menggabungkan dimensi kognitif dan psikomotorik dalam setiap jenjang pendidikan, serta pengembangan modul pembelajaran interaktif berbasis Taksonomi Terintegrasi sebagai langkah lanjutan riset. Kata Kunci: Keterampilan kerja, Pendidikan menengah, Taksonomi Bloom Revisi, Taksonomi Simpson/Harrow
Pelestarian Silek Kumango sebagai Media Dakwah Kultural dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Minangkabau Muttaqin Kholis Ali; Al Muhtadibillah Ali; Fitri Furqoni Ali; Rahmi Imanda Ali; Arrahmil Hasanah
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.267

Abstract

The preservation of Silek Kumango as a cultural dakwah media in Minangkabau provides significant contributions in maintaining cultural diversity while reinforcing Islamic values. This research aims to explore the origins of Silek Kumango, its development amidst modernization and globalization, and its function as a non-verbal dakwah instrument that integrates religious and cultural values. Silek Kumango functions not only as a martial art but also as a character-building tool through its movements, which contain moral, ethical, and spiritual values. Its presence in religious education at suraus and within adat communities positions Silek Kumango as a deep and impactful form of dakwah that touches upon the social life of Minangkabau society. This study also reveals that the preservation of Silek Kumango supports sustainable development by maintaining local cultural traditions, which in turn strengthens social cohesion and shapes the character of the community. Therefore, collaboration among the government, educational institutions, and adat communities is crucial to ensuring the continuity and existence of Silek Kumango in the future. Pelestarian Silek Kumango sebagai media dakwah kultural di Minangkabau menawarkan kontribusi penting dalam menjaga keberagaman budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menggali asal-usul Silek Kumango, perkembangannya di tengah arus modernisasi dan globalisasi, serta fungsinya sebagai instrumen dakwah non-verbal yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dan budaya. Silek Kumango tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter melalui gerakannya yang mengandung nilai moral, etika, dan spiritual. Keberadaannya sebagai bagian dari pendidikan agama di surau dan dalam komunitas adat menjadikan silek sebagai saluran dakwah yang mendalam dan menyentuh aspek kehidupan sosial masyarakat Minangkabau. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pelestarian Silek Kumango mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mempertahankan tradisi budaya lokal yang mendalam, yang pada gilirannya memperkuat kohesi sosial dan membentuk karakter masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas adat sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan dan eksistensi Silek Kumango di masa depan.