Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Regulasi Emosi Terstruktur terhadap Kualitas Asuhan Keperawatan pada Mahasiswa Profesi Ners dengan Paparan Shift Malam: Studi Quasi-Eksperimental di STIKes RSPAD Gatot Soebroto Sofwan
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1178

Abstract

Shift klinis malam pada mahasiswa profesi Ners berhubungan dengan gangguan ritme sirkadian, kelelahan, serta perubahan respons emosional yang berpotensi menurunkan konsistensi penerapan proses keperawatan. Pelatihan regulasi emosi terstruktur dipandang relevan untuk memperkuat kesiapan psikologis mahasiswa selama praktik klinik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan regulasi emosi terstruktur terhadap regulasi emosi dan kualitas asuhan keperawatan mahasiswa profesi Ners STIKes RSPAD Gatot Soebroto dengan paparan shift malam. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan non-equivalent control group pretest-posttest. Sampel berjumlah 70 mahasiswa profesi Ners yang dibagi ke dalam kelompok intervensi (n = 35) dan kelompok kontrol (n = 35) berdasarkan rotasi lahan praktik. Intervensi diberikan dalam dua sesi masing masing 90 menit disertai latihan mandiri selama 7 hari. Regulasi emosi diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire adaptasi, sedangkan kualitas asuhan keperawatan diukur menggunakan lembar observasi proses keperawatan. Analisis data menggunakan paired t-test, independent t-test, dan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor regulasi emosi meningkat signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kualitas asuhan keperawatan juga meningkat lebih besar pada kelompok intervensi. Analisis ANCOVA menegaskan bahwa pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kualitas asuhan posttest setelah dikontrol dengan skor pretest dan paparan shift malam. Pelatihan regulasi emosi terstruktur efektif meningkatkan regulasi emosi dan kualitas asuhan keperawatan mahasiswa profesi Ners yang menjalani shift malam serta direkomendasikan sebagai pembekalan wajib praktik klinik.
Hubungan Kadar Gula Darah dengan Tekanan Darah Pasien Diabetes Tipe 2 Anggie Regina Utami; Sofwan; Astrid; Pandan Enggarwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan berpotensi menimbulkan komplikasi kardiovaskular, salah satunya hipertensi. Hiperglikemia dapat meningkatkan tekanan darah melalui peningkatan viskositas darah, resistensi insulin, dan kerusakan endotel pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah terhadap tekanan darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kelapa Gading. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional korelasional dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 75 responden yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Kadar gula darah puasa diukur menggunakan glukometer, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hiperglikemia sebanyak 46 responden (61,3%) dan memiliki tekanan darah sistolik pada kategori normal tinggi hingga hipertensi. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p < 0,05 dengan koefisien korelasi yang kuat dan positif, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara kadar gula darah puasa dan tekanan darah sistolik pada pasien DM Tipe 2. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah dan tekanan darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Pemantauan dan pengendalian kadar gula darah serta tekanan darah secara rutin sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi kardiovaskular.