Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan berpotensi menimbulkan komplikasi kardiovaskular, salah satunya hipertensi. Hiperglikemia dapat meningkatkan tekanan darah melalui peningkatan viskositas darah, resistensi insulin, dan kerusakan endotel pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah terhadap tekanan darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kelapa Gading. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional korelasional dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 75 responden yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Kadar gula darah puasa diukur menggunakan glukometer, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hiperglikemia sebanyak 46 responden (61,3%) dan memiliki tekanan darah sistolik pada kategori normal tinggi hingga hipertensi. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p < 0,05 dengan koefisien korelasi yang kuat dan positif, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara kadar gula darah puasa dan tekanan darah sistolik pada pasien DM Tipe 2. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah dan tekanan darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Pemantauan dan pengendalian kadar gula darah serta tekanan darah secara rutin sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi kardiovaskular.