Firda Ayu Ramadhani
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Digitalisasi Kesenian Hadrah Berbasis Media Sosial Melalui Pendekatan ABCD untuk Pelestarian Budaya Lokal Luluk Musfiroh; Firda Ayu Ramadhani; Rani Juliya Nanta; Siti Hawiwik; Wulan Dwi Lestari Santoso
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/vc6yn185

Abstract

Kesenian hadrah di Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, merupakan warisan budaya religius yang terintegrasi dengan kegiatan spiritual rutin seperti sholawat nariyah. Namun, minimnya dokumentasi digital membuat eksistensinya kurang dikenal di ranah publik dan berisiko tergerus zaman. Program pengabdian ini bertujuan mendigitalisasi kesenian hadrah melalui strategi media sosial berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Metode yang digunakan adalah kualitatif partisipatif melalui siklus 5-D: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Hasil pelaksanaan menunjukkan transformasi signifikan dari kondisi titik nol literasi digital menjadi kemandirian pengelolaan 100%. Indikator keberhasilan fisik mencakup kepemilikan identitas digital (e-mail resmi) dan aktivasi 3 akun platform media sosial dengan total 14 konten video (6 YouTube, 6 TikTok, 2 Instagram). Hingga evaluasi awal September 2025, kanal YouTube memperoleh 117 penayangan, Instagram menjangkau 65 pemirsa, dan TikTok menjadi instrumen paling efektif dengan lebih dari 243 penayangan organik berkat pemanfaatan algoritma distribusi berbasis minat. Meskipun menghadapi kendala bahasa dan literasi awal, program ini berhasil menumbuhkan digital agency pemuda desa dalam menjaga kedaulatan narasi budaya mereka. Dengan demikian, digitalisasi berbasis aset terbukti efektif memperkuat identitas budaya lokal dan memperluas jangkauan dakwah di era siber.